
Setelah perkelahian tadi Mona memutuskan untuk tidak masuk kerja,
sebab jika ia tetap masuk mereka semua pasti akan curiga dengan pakaiannya yang terlihat penuh dengan bercak darah di tambah lagi ia memang tidak membawa candangan pakaian.
Lalu ia memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang terlihat cukup sepi dan aman untuk melepaskan pakaian dan membersihkannya dengan beberapa botol air mineral yang ia beli di jalan tadi.
Ketika selesai membersihkan pakaian tersebut lalu ia menjemurnya sebentar sedangkan ia hanya mengenakan tangtop berwarna hitam yang di padukan dengan rok hitam pendek.
Tiba-tiba ia terkejut melihat kehadiran seorang pria yang ternyata sedari tadi sudah memperhatikannya dia adalah Ken.
KEN!!
ucap Mona terkejut.
Hai nona ada apa dengan pakaian mu? apa kau tadi menghabisi seseorang.
ucap Ken yang biasa saja melihat Mona berpakaian seperti itu.
Iya aku menghabisi seseorang!
dan kau pasti mengikuti ku kan?
ucap Mona.
Iya nona kau benar,
dan untungnya saya bisa bertemu dengan nona di sini sebab adahal yang ingin saya bicarakan.
ucap Ken.
Baiklah duduk di situ.
ucap Mona menunjuk sebuah tempat duduk tepat di sebelahnya
kemudian Ken pun duduk.
Nona kemarin istri saya menangis setelah bertemu dengan mu.
ucap Ken.
Apa Melani menangis? dan apakah kau kemari untuk membuat perhitungan pada
ku?
ucap Mona.
__ADS_1
Tidak nona mana mungkin aku berani melakukannya kita kan seimbang.
ucap Ken terkekeh.
Lalu kau ingin apa!!!
ucap Mona.
Nona pulang lah jangan siksa hidup mu dan juga putra mu.
ucap Ken.
Memangnya apa yang Melani kata kan pada mu hah?
ucap Mona.
Semua tentang nona selama 15 tahun terakhir.
ucap Ken.
Melani kau selalu bocor.
ucap Mona membuat Ken terkekeh.
Nona apa kau tau tuan sangat merindukan mu ia selalu berharap kau akan kembali dan memafkannya.
ucap Ken.
ucap Mona.
Jika nona sudah mengetahuinya mengapa nona tidak kembali?
ucap Ken.
Ken apa kau tau aku lebih baik menghadapi musuh menyeramkan dan bertarung habis-habisan dari pada aku harus terluka karna cinta.
ucap Mona.
Jadi kau takut nona?
baiklah katakan lah dengan jujur nona apa kau masih mencintai tuan Rama?ucap Ken.
Sangat Ken,
aku masih sangat mencintainya dan sampai kapan pun perasaan ku tetap sama.
__ADS_1
ucap Mona tiba-tiba menitikan air mata.
Nona tuan juga sangat mencintai mu hanya saja ia terlambat menyadarinya.
ucap Ken.
Apa jadi yang Melani katakan itu benar?
ucap Mona.
Ya tentu benar nona tuan memang mencintai mu bahkan sampai detik ini tuan tidak bisa menggantikan posisi nona dengan wanita mana pun,
nona saya tau nona butuh waktu untuk bisa memaafkan dan menerima tuan kembali tapi sampai kapan nona apakah 15 tahun tidak cukup untuk nona menghukum tuan,
nona setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan tuhan saja selalu memaafkan mengapa nona tidak bisa?ucap Ken.
Ken sebenarnya aku hanya takut dan tidak siap jika harus menambah goresan luka,
dan selama 15 tahun ini aku tidak pernah sedikit pun membenci mas Rama.
ucap Mona.
Maka kembali lah nona demi ibu dan cinta mu terutama kebahagian putra mu,
kau berhak menata kebahagiaan mu begitu pula putra mu,
saya harap nona bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan.
ucap Ken.
Aku masih butuh waktu Ken.
ucap Mona.
Baiklah nona ternyata kau sangat keras kepala,saya akan beri waktu 1 minggu jika waktu yang saya berikan tidak cukup,
maaf nona tidak akan ada toleransi lagi dan saya berjanji akan membawa nona secara paksa untuk tuan Rama.
ucap Ken kemudian pergi tanpa menunggu jawaban Mona sebab Ken sangat kesal dengan sifatnya yang keras kepala.
Mona pun terdiam memikirkan perkataan Ken tadi.
ya tuhan apakah aku harus melupakan semuanya dan kembali pada mas Rama demi kebahagiaan Raka,
ya tuhan jika memang itu yang harus ku lalukan tolong berikan aku kekuatan untuk siap menerima apa pun yang akan terjadi nanti.
__ADS_1
Gumam Mona.