
Setelah semalaman ia mengalami kondisi kritis akhirnya Raka pun sadar seorang perawat yang melihatnya langsung menghubungi dokter,
tak begitu lama seorang dokter yang tak lain adalah Kevin datang untuk memeriksanya kemudian ia meminta kepada perawat tersebut untuk memberi tau tentang hal ini kepada pihak keluarganya.
Kemudian perawat tersebut pun pergi keluar dan menemui Rama,
Rama yangb tengah tertidur di sebuah kursi yang berada di depan UGD pun tiba-tiba terkejut dan bangkit melihat seorang perawat keluar dari ruang UGD tersebut lalu menghampirinya.
Apa kah tuan ayahnya?
ucap Perawat.
Iya saya ayahnya bagaimana kondisi anak saya?
ucap Rama.
Kondisi pasien sudah membaik tuan,
pasien juga sudah melewati masa kritisnya dan sekarang sudah sadar apa tuan.
ucap Perawat.
Baiklah terimakasih suster.
ucap Rama.
Baiklah tua kalau begitu saya permisi.
ucap Perawat tersebut kemudian meninggalkannya.
Sedangkan Rama dengan wajah bahagia ia bergeas masuk dan menemui Raka anaknya,
sesampainya di dalam.
Raka kau sudah sadar?
ucap Rama mendekatinya.
Sudah tuan.
ucap Raka.
Rama sebaiknya Raka di pindahkan keruang perawatan agar ia bisa beristirahat dengan nyaman.
ucap Kevin.
Lakukan yang terbaik Vin,
dan saya minta Raka di tempatkan di ruang VVIP masalah biaya berapa pun akan saya bayar.
ucap Rama.
Kemudian Kevin meminta kepada beberapa perawat untuk membantu memindahkan Raka ke ruangan VVIP.
Setelah selesai memindahkan Raka,
Kevin dan beberapa perawat pun pergi dan meninggalkan mereka berdua.
Rama jika ada sesuatu yang di butuhkan mengenai Raka kau hubungi aku atau perawat yang lainnya.
ucap Kevin.
Baik Vin!.
ucap Rama.
Kevin hanya tersenyum kemudian pergi dengan di ikuti beberapa perawat.
__ADS_1
Apa masih sakit?
ucap Rama.
Tidak tuan ini sudah jauh lebih baik.
ucap Raka.
Baiklah dan mengapa kau mengorbankan dirimu untuk menyelamatkan saya?
ucap Rama.
S-saya hanya takut jika tuan terluka karena bagaimana pun tuan sangat baik kepada saya.
ucap Raka menunduk.
Tapi alasan mu tidak efektif nak,
katakan dengan jujur apa yang kau ketahui tentang diriku?
ucap Rama.
Tidak tuan saya saya.
ucap Raka terhenti.
Nak jujurlah apa pun yang kau katakan aku tak akan marah padamu,
berikan alasan yang tepat mengapa kau mengorbankan diri mu untuk ku?
ucap Rama.
Karenaaaaa..
ucap Raka gemetar.
ucap Rama memberikan sebuah kertas hasil test DNA.
Raka pun meraih kertas hasil test DNA tersebut kemudian melihatnya,
lalu Raka hanya terdiam setelah melihat hasil test tersebut dan matanya mulai berkaca-kaca.
Kau anak ku.
ucap Rama kemudian memeluk Raka hingga tak terasa air mata keduanya mengalir ke pipinya.
Akhirnya doa Raka di kabulkan oleh tuhan,
harapan yang selama ini ia inginkan untuk dapat bertemu dan memeluk ayahnya kini telah terjadi.
Sedangkan Rama ia sangat bahagia sebab penantiannya selama 15 tahun untuk mencari keberadaan anak dan istrinya tidak sia-sia,
kini ia bisa mengetahui dan memeluk anak kandungnya sendiri.
Kemudian Rama melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pundak Raka dan menatapnya.
Mengapa kau tak mengatakan bahwa kau adalah anak ku?
ucap Rama.
Maaf tuan saya tidak berani saya takut tuan tidak percaya.
ucap Raka masih dengan tangisannya.
Dan selama ini kau sudah mengetahui bahwa aku adalah ayah mu?
ucap Rama.
__ADS_1
Sudah tuan saya tau semenjak tuan menyukai kopi yang saya buat dari resep ibu di tambah lagi dengan foto ibu yang terpajang di atas meja kerja tuan saya mohon maaf kan saya tuan.
ucap Raka.
Tidak ada yang perlu di maafkan,
dan mulai sekarang ubah panggilan mu itu karena aku adalah ayah mu.
ucap Rama.
Apa itu boleh?
ucap Raka.
Tentu panggil aku ayah.
ucap Rama.
Ayah.
ucap Raka dan menangis kesekian kalinya.
Ayah suka itu lalu di mana ibu mu? mengapa ibu mu tidak menemui ayah apa kah ibu mu sangat membenci ayah?
dan apakah ibu mu sudah mempunyai kehidupan baru?
ucap Rama.
Alasan ibu tidak menemui ayah karna ibu firkir ayah sudah bahagia dengan kehidupan baru bersama wanita lain,
semenjak pergi meninggalkan ayah ibu tak pernah sekali pun ibu membuka hatinya untuk pria mana pun,
bahkan ibu selalu menolak pria lain yang menyukainya karena ibu masih sangat mencintai ayah.
ucap Raka meyakinkan.
"Jadi selama ini ibu mu masih sangat mencintai ayah meskipun ayah telah menyakiti ibu mu.
ucap Rama bersalah.
Ayah ibu sudah memafkan ayah,
apakah ayah tau jika ibu merindukan ayah
ibu selalu memeluk kemeja milik ayah.
ucap Raka.
Benarkah ibu mu merindukan ayah,
tapi dari mana ibu mu mendapatkan kemeja ayah.
ucap Rama.
Ibu pernah mengatakan sebelum pergi,
ibu mengambil salah satu pakaian ayah lalu memasukkanya ke dalam tas ibu,
haha ibu lucu kan yah menyiksa dirinya sendiri karna merindukan ayah.
ucap Raka tertawa dengan megusap air matanya.
Ibu mu memang lucu Raka.
ucap Rama kemudian teringat dengan hal pertama kalianya ia menyatu.
sayang aku akan membawa mu kembali bersama putra kita dan aku berjanji tidak akan membuat mu sedih dan kecewa lagi.
__ADS_1
Gumam Rama.