Terlambat Menyadari

Terlambat Menyadari
ADA YANG NGIKUT


__ADS_3

Untuk mengusir rasa lelahnya berjalan ia pun memutar musik dari ponselnya kemudian menghubungkan melalui sebuah headsheet lalu memasang ke telingannya.


Ketika ia melewati jalan yang cukup sepi,


tiba-tiba ia terkejut dengan suara kaleng terjatuh seketika ia pun melepas headsheetnya kemudian mematikan musik yang sedang ia putar melalu ponselnya.


Suara apaan ya.


ucap Raka sendiri.


Kemudian membalikkan badannya untuk melihat ke arah belakang.


Gak ada apa-apa lanjut akh.


ucap Raka sendiri.


Kemudian melanjutkan langkahnya,


dan tiba-tiba ia menghentikan langkahnya kembali.


Seperti ada yang mengikutin ku.


Gumam Raka.


Dan benar saja ketika ia akan melanjutkan kembali langkahnya ia sudah di hadang oleh empat pria dengan wajah tertutup.


Huffft


hei paman jangan halangi langkah ku,


aku lelah ingin cepat pulang.


ucap Raka.


Tidak semudah itu anak kecil.


ucap salah satu pria tersebut.


Apakah mata paman bermasalah coba periksalah dulu sana,


badan ku seperti ini kau bilang anak kecil pria aneh.


ucap Raka yang membuat mereka menjadi geram.


Heh anak kecil tidak usah banyak bicara lebih baik kau serahkan dirimu kepada kami dengan sukarela.


ucap pria tersebut.


Hei sebenarnya paman ada masalah apa dengan ku hah?


ucap Raka.


Masalah kami bukan pada mu tapi pada ibu mu yang licik itu,


karna kami tidak bisa menangkap ibu mu maka kau saja yang mengganti posis ibu mu dengan cara seperti itu ibu mu pasti akan datang menyelamatkan mu dan disaat waktu itu tiba kami akan menghabisnya.

__ADS_1


ucap Pria tersebut.


Tapi maaf paman aku tidak ingin ikut dengan mu.


ucap Raka tersenyum licik.


Berarti kau siap mati anak kecil.


ucap Pria tersebut.


Mati atau pun hidup yang jelas takdir ku bukan di tangan kalian.


ucap Raka dengan tatapan tajam.


Habisi dia.


ucap Pria tersebut.


Kemudian terjadilah perkelahian di antara mereka,


mereka yang terlihat kalah pintar dan cepat dengan Raka akhirnya tergeletak tak sadarkan diri.


kunci berkelahi meskipun tenaga kita kalah kuat dari mereka setidaknya kita harus gunakan akal dan kecepatan,karena yang kuat biasanya banyak pake emosi dan gak pake akal jernih.


Hah paman lawan diriku saja kalian sudah payah,


bagaimana mau melawan ibu ku.


ucap Raka kemudian pergi meninggalkan mereka.


Kemudian ia bergegas pergi sebelum mereka sadar dan berkelahi lagi.


Perjalanan yang biasanya ia tempuh dengan berjalan kaki hanya memakan waktu 1 jam kali ini menjadi 1 setengah jam,


karena terhambat dengan perkelahian yang tadi terjadi.


Dan sesampainya di depan rumah ia langsung membuka pintu dan masuk tanpa permisi,


kemudian ia melepaskan sepatunya dengan bergumam.


akhirnya sampai juga hah lelah sekali rasanya,


dan aku harus menanyakan hal ini dengan ibu dan mengapa ibu bisa berurusan dengan orang-orang seperti mereka ya?


dan siapa ibu sebenarnya.


Gumam Raka.


Ibu Raka pulang.


ucap Raka.


Kemudian keluar lah seorang wanita yang masih terlihat canti dan senyum manisnya yang tidak berubah dia adalah Mona ibu Raka.


Mengapa kau baru pulang Raka?

__ADS_1


ucap Mona.


Tadi aku lembur bu,


dan pulang kemalaman.


ucap Raka.


Lembur kemalaman atau pulang jalan kaki lalu ada halangan?


ucap Mona yang mengejutkan Raka.


Akh


ibu aku tidak jalan kaki.


ucap Raka berbohong.


Ibu tau kau sedang berbohong Raka.


ucap Mona dengan melirik ke arah wajah Raka yang terlihat ada luka di sudut bibirnya.


Iya ibu maaf aku berbohong.


ucap Raka kemudian tertunduk.


Sudah kita bicarakan nanti,


sekarang pergi mandi untuk membersihkan tubuh mu kemudian makan,


ibu sudah memasak makanan kesukaan mu.


ucap Mona.


Wah benarkah,


terimakasih ibu kusayang.


ucap Raka kemudian memeluk ibunya.


Sudah sana mandi,bau mu itu seperti belum mandi 1 tahun.


ucap Mona yang membuat Raka mencium ketiaknya.


Hehe maaf bu,


baiklah aku mandi dulu ya bu,


mmmuaccch.


ucap Raka lalu mencium pipi ibunya kemudian pergi untuk membersihkan diri.


Mona yang melihat tingkah anaknya seperti itu hanya tersenyum,dan tiba-tiba senyumnya memudar.


Mas apakah kau tidak merindukan ku,

__ADS_1


mas andai kau tau waktu itu aku hamil anak mu dan kau tidak membawa wanita itu dalam kehidupan kita mungkin sekarang kita tidak terpisah seperti ini.


Gumam Mona bersedih.


__ADS_2