Terlambat Menyadari

Terlambat Menyadari
15 TAHUN KEMUDIAN


__ADS_3

15 tahun telah berlalu meskipun usianya yang sudah menginjak 42 tahun Rama masih terlihat tampan dan gagah,


banyak sekali lawan jenis yang ingin menjalin hubungan dengannya namun selalu di tolak karena ia masih sangat mencintai istrinya.


Ada rumor yang mengatakan bahwa istrinya telah tiada namun ia tidak pernah percaya dengan rumor tersebut sebab selama jasad istrinya tidak di temukan ia yakin bahwa istrinya masih hidup.


Sedikit pun ia tak pernah lelah dan


menyerah untuk terus mencari sebuah informasi tentang keberadaan istrinya tersebut.


Wajah cantik dan senyum manis istrinya pun tidak pernah hilang dari fikirannya,


bahkan memandangi foto istrinya selalu menjadi rutinitasnya setiap hari.


Ketika ia tengah asik memandangi foto istrinya tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara ketukan pintu.


TOK TOK TOK


suara ketukan pintu.


MASUKKK!


ucap Rama kemudian seorang OB


(OFFICE BOY) masuk dengan membawa sebuah nampan dengan gelas di atasnya.


Permisi tuan saya ingin mengantarkan kopi pesanan tuan.


ucap OB.


Ya terimakasih.


ucap Rama tengah memandangi wajah pria tersebut.


Sama-sama tuan saya permisi.


ucap OB


Ketika pria tersebut akan keluar dari ruangan tiba-tiba Rama memanggilnya.


Tunggu!!


kemari lah.


ucap Rama kemudian pria itu kembali menghadapnya.


Iya tuan ada apa?


ucap OB.

__ADS_1


Saya baru melihat kamu di sini,


siapa nama mu?


ucap Rama.


Nama saya Raka tuan,


saya baru 2 minggu bekerja di sini.


ucap OB tersebut yang bernama Raka.


Lalu berapa usia mu?


sebab hanya kau yang terlihat masih sangat muda dari OB yang lain.


ucap Rama.


Usia saya 15 tahun tuan saya baru lulus


SMA tuan.


ucap Raka.


15 tahun sudah lulus SMA wah kau hebat,


mengapa kau tidak melanjutkan pendidikan mu di perguruan tinggi?


ucap Rama.


ucap Raka.


Ayah mu bekerja bukan?


coba diskusikan lah dengan ayah dan ibu mu sayang sekali usia mu masih sangat muda sudah harus bekerja,


sebenarnya usia mu ini belum di perbolehkan untuk bekrja dan kau bisa di berhentikan.


ucap Rama.


Sebenarnya sampai saat ini saya tidak tau di mana keberadaan ayah saya tuan,


dari saya kecil ibu sayalah yang berjuang sendiri untuk membiayayai sekolah dan hidup kami saya mohon tuan jangan pecat saya.


ucap Raka.


Kau tidak tau keberadaan ayah mu,


apa kau tidak coba bertanya pada ibu mu? dan apakah ibu mu tidak mencintai ayah mu?

__ADS_1


ucap Rama.


Ibu saya hanya mengatakan bahwa ayah saya sudah punya kehidupan baru dengan wanita lain,


meskipun begitu sampai saat ini ibu saya masih sangat mencintai ayah.


ucap Raka.


Ibu mu wanita yang tangguh,


baiklah saya tidak akan memecat mu dan bekerja lah dengan giat kasihan ibu mu.


ucap Rama.


Terimakasih tuan,


saya janji akan bekerja lebih giat lagi kalau begitu saya mohon pamit tuan untuk melanjutkan pekerjaan saya.


ucap Raka.


Ya pergilah.


ucap Rama.


Kemudian Raka keluar dari ruangan Rama dan melanjutkan pekerjaanya.


Anak yang tangguh berasal dari ibu yang tangguh,


sepertinya ibu Raka mendidiknya dengan baik dan mungkin sekarang anak ku sudah seusia dengan mu.


Gumam Rama.


Kemudian ia mengeluarkan Ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Halo Ken.


ucap Rama.


Iya tuan ada yang bisa saya bantu?


ucap Ken


Tolong kamu antarkan CV Raka ke ruangan saya.


ucap Rama.


Baik tuan.


ucap Ken.

__ADS_1


Kemudian Rama mengakhiri panggilannya.


__ADS_2