
Setelah itu Mona pun bergegas pergi karena Raka pasti sudah menunggunya,
tak butuh waktu lama akhirnya ia pun sampai Raka yang terlihat tengah memainkan ponsel
untuk mengusir kejenuhan menunggu dirinya.
Raka ayo kita pulang sayang.
ucap Mona menyodorkan sebuah helm kemudian di ambil oleh Raka lalu memakainya.
Ibu biar aku yang mengendarai.
ucap Raka.
Apa ibu tidak merepotkan mu?
ucap Mona.
Tentu tidak ibu,
aku tau ibu pasti sangat lelah.
ucap Raka melempar senyum kepada ibunya.
Baik lah anak ibu yang baik.
ucap Mona kemudian menukar posisinya dengan Raka yang mengendarai motor.
Oke kita siap untuk pulang bu.
ucap Raka.
Sangat siap.
ucap Mona.
Berangkat!
ucap Raka kemudian melajukan motornya.
Sepanjang perjalanan Raka dan Ibunya tertawa bahagia dengan topik obrolan mereka.
Tak begitu lama akhirnya mereka sampai di depan rumah mereka,kemudian Mona membuka pintu lalu mereka masuk.
Raka ibu hari ini baru gajian jadi ibu belum sempat belanja bulanan.
__ADS_1
ucap Mona.
Tak apa bu ada mie instan kan?
ucap Raka.
Masih ada di lemari bagian atas.
ucap Mona dengan menunjuk lemari tersebut.
Aku yang masak mie instan untuk kita Oke.
ucap Raka.
Baiklah kalau begitu ibu mandi dulu ya tubuh ibu sudah sangat lengket.
ucap Mona
kemudian pergi untuk mandi.
Sedangkan Raka hanya tersenyum kemudian mengambil 2 mie instan goreng dan kuah lalu memasaknya,
tidak begitu lama Raka selesai dan memtuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Setelah mereka berdua selesai akhirnya mereka duduk di meja makan kemudian menyantap mie instan buatan Raka dengan lahap hingga tidak tersisa.
Raka ibu ingin bertanya pada mu?
ucap Mona.
Iya bu bertanya lah.
ucap Raka kemudian mendekat lalu duduk tepat di sebelah ibunya.
Raka kau kan sudah tau siapa ayah mu apa lagi kau bekerja di sana apakah kau tak ingin ia tau tentang mu?
ucap Mona.
Tidak bu biarkan saja lagi pula jika aku mengatakan tanpa bukti pasti ayah tak akan percaya pada ku,
jadi biarkan saja ayah mengetahui dengan cara yang di berikan tuhan.
ucap Raka.
Apa kau tidak ingin memeluknya jika bertemu denganya?
__ADS_1
ucap Mona.
Sebenarnya ingin tapi mana mungkin bu yang ada aku di pecat dari sana,
tapi mengapa ibu berkata seperti itu apa ibu tidak akan marah jika aku mengatakan yang sebenarnya pada ayah?
ucap Raka.
Tidak Raka ibu tidak akan marah,
dan apa yang ibu lakukan selama ini terhadap mu sangat egois tak pernah sedikit pun bertanya tentang perasaan mu.
ucap Mona yang mulai menitikkan air mata.
Ibu jangan seperti itu,
jika ibu egois mungkin tak akan pernah memberi tau diriku tentang ayah bukan,
bu jika aku yang di posisi ibu mungkin aku akan melakukan hal yang sama,
tidak ada yang egois dan salah di sini bu apa yang terjadi semua sudah sesuai takdir dan tentang ayah mengetahui semuanya biarkan lah tuhan memberikan caranya sendiri.
ucap Raka.
Ternyata anak ibu sangat bijak terimakasih Raka dan maaf kan ibu.
ucap Mona.
Anak bijak karena adanya ibu yang bijak,
sudah lah bu jangan minta maaf lagi pula ini belum lebaran bu hehehe.
ucap Raka terkekeh.
Kau ini selalu saja seperti itu.
ucap Mona.
Ya sudah sekarang kita istirahat ya bu lagi pula besok kita harus kuli demi receh.
ucap Raka.
Kau ini ya sudah ayo kita istirahat.
ucap Mona.
__ADS_1
Kemudian mereka memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat.