Terlambat Menyadari

Terlambat Menyadari
KOPI 123


__ADS_3

Waktu telah menunjukkan pukul 17:00 semua pekerja telah pulang hanya tinggal Raka yang mengepel lantai di ruangan lain sedangkan Rama masih sibuk di depan komputernya.


Tak begitu lama Raka pun selesai kemudian melanjutkan ke ruangan lain,


sesampainya di depan ruangan Rama ia pun masuk tanpa mengetuk pintu.


CKREEEKKKKK


suara pintu di buka kemudian Rama mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


M-maaf tuan saya kira tuan sudah pulang.


ucap Raka.


Tidak apa saya masih banyak pekerjaan,


kau sendiri mengapa belum pulang?


ucap Rama.


Saya lembur tuan karena teman yang biasanya bersama saya istrinya sedang melahirkan,tuan mau saya buatkan minum?


ucap Raka.


Tolong buatkan saya kopi.


ucap Rama.


Bisa tuan takarannya 1,2,3 kan tuan?


ucap Raka


Maksud kamu?


ucap Rama.


Maksud saya 1 sendok kopi,


2 sendok gula,


dan 3 sendok creamer benar kan tuan?


ucap Raka.


Ya kau benar dari mana kau tau?


ucap Rama.

__ADS_1


HEHE,


sebenarnya itu resep ibu saya ketika membuatkan kopi untuk ayah.


ucap Raka.


DEG,


dadanya berdetak ia bilang resep resep ibunya dan mengapa aku jadi teringat Mona.


Gumam Rama.


Tuan


tuan?


ucap Raka dengan melambaikan tangan ke arah Rama.


A-a iya benar tolong buat kan sekarang ya.


ucap Rama.


Baik tuan.


ucap Raka kemudian meninggalkan ruangan Rama untuk membuatkannya kopi.


Permisi tuan ini kopinya.


ucap Raka dengan menyodorkan segelas kopi.


Terimakasih,


ucap Rama tersenyum kemudian menyeruput kopinya dan tiba-tiba ia teringat kembali dengan Mona.


T-tuan apa kopinya tidak enak?


ucap Raka.


Akh tidak kopi ini sangat enak,


kopi buatan mu rasanya persis seperti buatan istri saya.


ucap Rama tiba-tiba air matanya menetes.


Tuan apakah tuan menangis?


ucap Raka yang ikut merasa sedih.

__ADS_1


Saya rindu dengan istri saya Raka?


ucap Rama tangisannya pun pecah.


Ya tuhan ternyata orang sekuat dan seberani tuan Rama bisa menangis karena merindukan istrinya apakah hatinya sangat terluka.


Gumam Raka.


Menangislah jika itu bisa mengurangi sedikit beban tuan.


ucap Raka kemudian Rama pun menangis terisak-isak.


Maaf tuan jika tuan tidak keberatan,


tuan bisa jadikan saya sebagai tempat berbagi cerita.


ucap Raka.


Saya telah melukai hatinya dan menghancurkan perasaanya kemudian ia pergi entah kemana semuai itu karena kesalahan saya dan saya menyesal karena terlambat menyadari bahwa saya sangat mencintainya.


ucap Rama.


Tuan apa yang tuan alami sekarang itu semua sudah garis tuhan dan kita tidak bisa mengubahnya,dan tuan harus yakin dan percaya jika suatu saat nanti istri tuan akan kembali.


ucap Rama memotivasi.


Semoga!


ucap Rama.


_____________________________________


Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 20:30 malam,


Raka yang sedari tadi sedang menunggu Rama keluar untuk mebersihkan ruangannya.


Tak begitu lama akhirnya Rama keluar kemudian Raka bergegas masuk untuk membereskan ruangan Rama,sebab ia ingin sekali buru-buru pulang untuk beristirahat karna hari ini menurutnya sangat melelahkan.


Sekitar 15 menit akhirnya Raka pun selesai,


kemudian membereskan alat-alat pekerjaanya kemudian ia bergegas untuk pulang.


Hufffttt


akhirnya pulang juga.


ucap Raka.

__ADS_1


Kemudian menuju arah pulang dengan berjalan kaki yang sudah menjadi rutinitasnya.


__ADS_2