
Ketika mereka berdua memasuki ruang tersebut nampak lah seorang wanita terbaring lemah dengan tubuh yang penuh terpasang alat medis.
Kemudian mereka mendekat dan berusaha untuk menahan air yang keluar dari pelupuk matanya.
Kak Maya,bagaimana keadaan nya sekarang? pasti masih sakit ya?.ucap Mona.
Rasa sakit ini tak sebanding dengan rasa sakit ketika kita kehilang ibu dan ayah.ucap Maya dengan lirih berusaha untuk tersenyum.
Tetap saja rasanya pasti sakit,kak cepet sembuh ya? biar cepat pulang nanti Mona bakal buatkan soup ayam kesukaan kak Maya.ucap Mona tersenyum tegar berusaha menahan air matanya.
Tapi kakak kangen ayah sama ibu Mon,
tadi kakak ketemu sama ayah dan ibu mereka bilang akan ajak kakak ke tempat yang paling indah di dunia.ucap Maya tersenyum.
Kak Maya tidak boleh berbicara seperti itu,
pokonya kakak harus pulang sama aku nanti yang temenin aku dan jagain aku siapa kalau bukan kak Maya,jangan seperti itu kak pokonya kakak harus sembuh.ucap Mona dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Hmmm bukan kah selama ini kamu yang selalu melindungi dan menjaga kakak,dan nanti kalau kakak pergi masih ada kak Rama yang bakal jagain kamu jadi kakak gak khawatir.ucap Maya.
Kak kenapa jadi ngelantur sih ngomongnya.ucap Mona panik.
Kemudian Mona melirik ke arah Rama memberi isyarat untuk mendekat dan berbicara dengan kakaknya.
May maafin aku,
__ADS_1
selama ini aku sangat egois hanya mementingkan perasaan ku tanpa memahami perasaan kamu.ucap Rama dengan mata yang berkaca-kaca.
Gak apa-apa pasti Mona udah cerita semuanya ke mas ya,mas mau aku maafinkan tapi ada syaratnya.ucap Maya.
Iya apapun syaratnya akan ku lakukan,yang penting kamu mau maafin aku"..ucap Rama tengah berusaha untuk tersenyum.
Mas gak bohongkan? janji akan melakukan apa pun?.ucap Maya.
Gak-gak bohong,dan aku janji akan melakukan apa pun.ucap Rama.
Mona kemari sayang.ucap Maya.
Ia pun medekatinya lalu di raihlah tangan adik dan kekasihnya tersebut kemudian mempersatukan tangan mereka.
Mas kamu akan melakukan apa pun kan demi aku memafkan mu,aku mohon mas kabulkan lah 1 permintaan ku,menikahlah dengan Mona mas agar aku bisa pergi dengan tenang.ucap Maya mulai meneteskan butiran air matanya.
dada mereka terasa sesak mendengar permintaan tersebut.
Mas aku mohon menikahlah dengan Mona,
aku ingin ikut dengan ayah dan ibu rasanya sangat lelah di sini tak tahan dengan rasa sakit ini jika aku tiada siapa yang akan menjaga dan melindunginya,aku mohon ini permintaan terakhir dan aku mau kalian menikah hari ini di hadapan ku.ucap Maya
Sontak semuanya terdiam,dan akhirnya Rama berbicara.
Baiklah aku akan menuruti permintaan mu Maya,dan kau Mona bersedia kah kau menikah dengan ku demi kakakmu?.ucap Rama.
__ADS_1
Sontak Mona terkejut dengan keputusan Rama yang akan menikahinya,
perasaan yang bercampur aduk tidak tau harus menjawab apa kemudian ia menatap ke arah Rama yang menganggukkan kepalanya,akhirnya ia memutuskan untuk menjawabnya.
Aku mau menikah dengan kak Rama.ucap Mona menangis menitikkan air mata yang kesekian kalinya.
Sedangkan Rama yang tak kuasa menahan air matanya ia memilih memalingkan wajah dan menjauhkan diri kemudian menatap ke arah keluar jendela.
Baik lah saya akan mempersiap kan semuanya hari ini.ucap Rama lalu bergegas pergi keluar ruangan.
DI LUAR RUANGAN
Rama mengeluarkan ponsel dari saku celananya kemudian menelfon seseorang.
Hallo Ken,tolong sekarang juga kamu bawa berkas pernikahan saya dengan Mona secepatnya!!!!
A-Apa tuan tidak salah?
Jika kau masih ingin hidup dan berkerja bersama ku cepat ikuti perintah ku!!!
B-baik tuan.
Ia pun mengakhiri panggilannya,
kemudian duduk termenung,membayangkan bagaimana ia akan menjalani hari-hari nya dengan Mona gadis yang sama sekali tidak ia cintai.
__ADS_1
*j*ika memang dengan menikahi adik mu bisa membuat kau bahagia dan memaafkan ku,
maka akan ku lakukan tapi aku tidak bisa memasti kan apakah aku bisa mencintai nya seperti aku mencintai mu.Gumam Rama.