
Pagi telah datang waktu pun sudah menunjukan pukul 09:00 pagi namun Rama masih enggan bangun dari tidurnya sebab hari ini kebetulan adalah hari libur ia bekerja.
Kemudian ia terbangun ketika seorang pelayan mengetuk pintunya.
TOK TOK TOK
suara ketukan pintu.
CKREEKKK
suara pintu di buka dengan kondisi mata yang masih mengantuk.
Ada apa bi?
ucap Rama.
Tuan di bawah ada keluarga tuan Ken dan tuan Kevin.
ucap bi Mirna pembantunya yang baru.
Akh benarkah?
(kemudian melirik jam dindingnya)
ya ampun sudah jam 09:00
ya sudah tolong katakan saya akan turun 10 menit,
bibi siapkan minum dan beberapa camilan untuk mereka semua.
ucap Rama.
Baik tuan saya permisi.
ucap Mirna kemudian bergegas pergi.
Kemudian dengan secepat kilat Rama mandi dan mengenakan pakaian setelah selesai ia segera turun menemui mereka semua.
Sesampainya di sana ia melihat kehadiran Ken dan Melani bersama Kemal anaknya laki-lakinya sedangkan Kevin dan Serly bersama Kesy anak perempuanya.
*Serly sepupu Rama yang menikah dengan Kevin sahabat Rama dan sama-sama berprofesi sebagai Dokte*r.
Hai kalian sudah lama menunggu?
ucap Rama mencairkan suasana.
Kemudian mereka saling berjabat tangan,
ketika ia akan menjabat tangan Serly tiba-tiba Serly mematung dengan menatap sebuah foto yang di pajang oleh Rama di ruang tengahnya.
Serly Serr Serly WOOYY!!
ucap Rama membuatnyan terkejut.
Aaaah iya kak maaf.
ucap Serly terkejut.
Sayang apa yang kau liat?
ucap Kevin.
__ADS_1
Akh tidak sayang.
ucap Serlya gugup kemudian menjabat tangan Rama.
Kemudian Rama mempersilahkan mereka semua untuk duduk dan menikmati jamuan yang sudah di siapkan oleh pelayanya.
Semua tengah asik berbincang-bincang sedang kan Serly hanya termenung tanpa berbicara apa pun,
Kevin yang melihat istrinya yang hanya diam termenung pun mencoba untuk bertanya.
Sayang kau kenapa?
ucap Kevin mengejurkan Serly.
Akh tidak sayang aku tidak apa-apa.
ucap Serly.
Sayang jangan berbohong kau tidak pernah termenung seperti tadi tanpa sebab.
ucap Kevin.
Kemudian Serly terdiam tanpa menjawab dan mulai menitikana air mata.
Sayang ada apa dengan mu mengapa kau bersedih?
ucap Kevin yang membuat mereka mengalihkan pandangan ke arah Serly dan terkejut.
Serly ada apa dengan mu?
ucap Rama heran.
Iya Serly ada apa dengan mu?
ucap Melani.
ucap Serly menunjuk ke arah foto.
Iya dia istriku namanya Mona,apa kau pernah melihatnya?
selama 15 tahun ini aku selalu mencarinya?
ucap Rama bingung.
Serly hanya bisa terdiam mengingat ungkapan sedih Mona.
15 tahun yang lalu aku membantu seorang wanita yang masih berusia 18 tahun melahirkan seorang anak berjenis kelamin laki-laki tanpa di dampingi oleh seorang suami dan tanpa keluarga,
dan dia adalah wanita yang ada di foto itu.
ucap Serly menunjuk ke arah foto Mona dan mereka semua menjadi terkejut.
DEG
dada Rama terasa sesak seperti terhantam benda sangat kuat,
Kemudian ia meremas rambutnya dan tidak bisa membayangkan bertapa berat hidup yang di lalui istrinya membesarkan dan melindungi anaknya seorang diri sebab istrinya sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.
Sedangkan Serly sangat sedih dan iba melihat Mona yang saat itu berjuang sendirian tanpa suami ia tidak bisa bayangkan bertapa sulitnya yang Mona lalui saat itu dan yang membuat Serly tidak menduga bahwa pria yang di maksud oleh Mona adalah Rama kakak sepupunya sendiri.
Kak mengapa kau sejahat itu pada kakak ipar?
__ADS_1
kau tau dia sangat hancur waktu itu.
ucap Serly.
Aku memang bersalah dan sangat bersalah,
jika waktu itu aku tidak terlambat menyadari mungkin dia tidak akan pergi,
dan sekarang aku dan Mona sudah bahagia.
ucap Rama yang tiba-tiba meneteskan air mata.
Kakak tau apa yang waktu itu dia katakan dia katakan pada ku,
suamiku tidak mencintaiku dokter,
sebab ia masih mencintai masa lalunya
dan yang menyakitkannya lagi aku harus melahirkan anak dari pria yang tidak pernah mencintai ku.
ucap Mona dengan penuh derai air mata.
Kak aku tidak pernah membenci status mu sebagai ketua mafia,
tapi kali ini aku sangat membenci karna kau adalah pria jahat yang tidak punya pendirian kau sakiti istri yang amat mencintai mu dan mempertahankan wanita yang melukai mu,
aku sangat membenci mu kak.
ucap Serly yang kemudian bangkit dari duduknya lalu pergi.
Serly serly.
ucap Rama memanggilnya.
Rama sudah biarkan aku yang berbicara dan memberi pengertian kepadanya,
dan ku harap kau harus segera menemukannya agar Serly tidak membenci mu.
ucap Kevin
Kemudian ia mengajak Kesy anaknya untuk berpamitan dengan pamannya dan yang lainya untuk pulang,
setelah mereka pergi Rama sempat terdiam sebab selain ibunya kini Serly juga membencinya.
Ken apa kau mau membantu mencari keberadaan istriku?
ucap Rama.
Tuan dengan senang hati aku pasti membantu mu.
ucap Ken.
Dan aku juga bersedia membantu mu tuan karena nona adalah sahabatku.
ucap Melani.
Terimakasih Ken,
terimakasih Melani karna kalian bersedia membantu ku.
ucap Rama.
__ADS_1
Sama-sama tuan.
ucap Ken.