
DRTTTTTT
ponsel bergetar membuyarkan renungannya.
Kemudian Mona mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan terlihat pesan masuk dari Raka anaknya.
Bu,
aku lembur jika ibu lelah tidak usah jemput aku nanti aku akan pulang dengan ojek online.
isi pesan dari Raka.
Tidak usah naik ojek online nanti ibu yang akan menjemput mu,
kau jangan lupa makan ya.
isi pesan Mona.
Siap ibu ku sayang.
isi pesan Raka.
Sementara waktu sudah sore akhirnya Mona memutuskan untuk pulang kerumah dan membersihkan tubuhnya.
Sesampainya di rumah Mona langsung bergegas masuk dan membersihkan tubuhnya,
setelah itu pergi ke dapur untuk memasak nasi goreng cumi kesukaan anaknya.
___________________________________
DI KANTOR RAMA.
Waktu habis tak terasa akhirnya jam pulang pun tiba,
kemudian Raka mengambil tasnya setelah itu pergi untuk pulang.
Sesampainya di luar Raka melihat Rama dan Ken tengah berbincang-bincang dengan seorang klien.
Raka memandangi seluruh area parkir namun tak menjumpai keberadaan ibunya,
ia berfikir mungkin ibunya masih dalam perjalanan menuju kemari.
Ketika Raka mengarahkan pandangannya ke sebuah area yang cukup minim pencahayaan ia terkejut melihat 2 orang pria berpakaian serba hitam tengah bersembunyi di balik tembok dengan membawa sebuah pistol lalu membidik ke arah Rama.
Ia pun secepat kilat berlari ke arah Rama untuk memberi tau namun naas tembakan sudah di lepaskan,
dan akhirnya Raka merelakan dirinya yang tertembak.
__ADS_1
DOR!
suara tembakan mengenai tepat di dada Raka.
Rama dan Ken yang mendengar suara tersebut seketika mengalihkan pandangan mereka dan terkejut melihat Raka yang sudah memegang dadanya dan menegeluarkan banyak darah yang mengalir di tanganya.
Raka!
ucap Rama kemudian menagkap tubuh Raka yang akan jatuh dan tak sadarkan diri.
Ken cepat kau cari tau siapa pelakunya.
ucap Rama dengan raut wajah khawatir.
Baik tuan.
ucap Ken kemudian berlari mengejar pelaku tersebut dengan di ikuti 2 bodyguard Rama.
Kemudian Rama bergegas membawanya ke dalam mobil dan menancap gas secepat mungkin.
Sesampainya di rumah sakit Rama mengeluarkan Raka dari dalam mobil kemudian membawanya menuju UGD,
sesampainya di UGD Rama meminta
kepada tim medis untuk menangani Raka secepatnya.
Dok!! tolong tangani dia berapa pun biayanya saya akan bayar yang penting dia selamat.
ucap Rama.
ucap dokter UGD.
ya tuhan mengapa ia menyelamatkan ku?
mengapa perasaanku sangat sedih dengan ke adaanya.
Gumam Rama.
Tak begitu lama Ken dan Rey pun tiba di rumah sakit dengan membawa 2 buah
paper bag yang berisi pakaian dan makanan untuk Rama.
Tuan!
ucap Ken menyodorkan 2 paper bag tersebut namun di tolak.
Akh sudah nanti saja bagaimana kau sudah berhasil menagkapnya?
__ADS_1
ucap Rama.
Sudah tuan sekarang mereka di amankan di markas tuan ternyata mereka adalah orang suruhan anak-anak ADIYAKSA!
ucap Ken.
Apa!!
kurang ajar tapi mengapa mereka menembak Raka?
ucap Rama geram.
Menurut pengakuan mereka bahwa target sebenarnya adalah tuan,
dan Raka hanya berusaha untuk menolong tuan.
ucap Ken.
Tiba-tiba seorang dokter yang menangani Raka yang tak lain adalah Kevin keluar dari ruang UGD dan akhirnya percakapan mereka pun terhenti.
Bagaimana keadaanya?
ucap Rama.
Untung saja peluru tersebut meleset dan tidak mengenai jantung jadi lukanya bisa dengan cepat di tangani,
namun pasien masih keritis karna mengeluarkan banyak darah sedangkan golongan darah yang di butuhkan stok persediaanya sedang kosong.
ucap Kevin.
Apa golongan darahnya?
ucap Rama.
Golongan darahnya O,
apa ada di antara kalian ada yang bergolongan darah O?
ucap Kevin.
Ambil darah saya Vin,
golongan darah saya O.
ucap Rama.
Baiklah ayo ikut dengan ku.
__ADS_1
ucap Kevin.
Kemudian pergi dengan di ikuti Rama.