
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya Mona sampai lalu ia memarkirkan mobilnya dan memasuki Rumah.
Sesampainya di dalam ia mendapati ibu mertuanya tengah menangis.
Mamah.
ucap Mona.
Mereka yang ada di ruangan tersebut seketika mengarahkan pandangannya ke Mona,
Ibu mertua yang melihat dirinya hanya menggunakan tangtop dengan celana joger hitam tanpa mengenakan alas kaki di dapati luka di ujung bibir dan beberapa luka di bagian lengan dan bahu pun terkejut.
Sedangkan Rama hanya mematung dengan fikiran yang bertanya-tanya.
Sayang kau tidak papa?
mamah sangat mengkhawatirkan mu dan mengapa kau bisa terluka sebanyak ini seperti habis berkelahi?.
ucap Wulan.
A-aku tadi ada sedikit masalah mah,mamah kapan datang?
ucap Mona.
Dari tadi siang sayang,mari mamah obati.
ucap Wulan.
Mah tidak perlu,mamah pasti lelah kan menunggu ku ayo aku antar mamah ke kamar untuk beristirahat.
ucap Mona.
Tapi luka mu bagaimana sayang?
nanti biar Rama yang mengobati luka mu ucap Wulan.
Jangan khawatir mah rasa sakit ini tidak ada apa-apanya,
dan aku minta tolong bi Imah atau bi Inah untuk mengobati luka ku karna mas Rama pasti lelah dan beristirahat.
ucap Mona kemudia mengantar ibu mertuanya beristiraha.
Kemudian ia keluar menuju kamarnya,
ketika ia memasuki kamar sangat terkejut karna Reina tengah duduk di atas sofa kamarnya,
Reina yang melihat keadaan Mona tersebut terkejut takut.
Hei kak kau tidak perlu takut aku bukan hantu,
wah betapa hebatnya diri mu ya dalam satu hari sudah berhasil.
ucap Mona.
Reina yang melihat Rama berdiri di belakang Mona pun akhirnya mulai bersandiwara.
Mona kenapa kau penuh dengan luka seperti itu?
ucap Reina.
Sejak kapan kau peduli pada ku wanita ular?ucap Mona.
__ADS_1
MONAAAAAA
ucap Rama berteriak melayangkan tangannya namun di tahan oleh Mona.
CUKUP MAS!!!
kau tau rasa sakitnya bukan di sini
(menunjuk pipi),
tapi di dalam sini mas (menunjuk dada)
jika kau memang sudah tidak menginginkan keberadaan ku,
dengan senang hati aku akan pergi dari sini karna rumah mu ini rasanya seperti neraka setelah kau bawa wanita ular ini.
ucap Mona.
Kemudian Mona mengambil sebuah koper di atas lemarinya menggunakan kursi,
dengan secepat kilat ia memasukkan seluruh pakaian dan berkas-berkas pentingnya lalu pergi keluar dari kamar.
Rama yang melihat Mona akan pergi seketika emosi lalu melemparkan vas bunga
ke lantai dan membuat Mona terkejut.
PRAAAANGGGG
suara pecahan vas bunga.
Pergilah dari ku,
ucap Rama.
Mona yang mendengar hal itu langsung mejatuhkan kopernya kemudian mendekati Rama.
PLAAAAAAAKKKKK
tamparan mendarat di wajah Rama.
Rama sangat terkejut dengan apa yang istrinya lakukan terhadapnya,
bahkan untuk pertama kalinya ia melihat istrinya bisa semarah ini.
Aku tegaskan pada mu tuan RAMA PRAYUDHA ATHMAJAYA yang terhormat,
aku bukan wanita murahan sebelum menilai seseorang lebih baik kau cari tau dulu kebenaranya dan apa kau tidak ingat bahwa kau lah yang mendapatkan kesucian ku,
aku memang bukan berasal dari keluarga berada tapi setidaknya aku tidak pernah menjadi wanita yang menghalalkan segala cara demi memenuhi keinginan ku,
dan aku harap suatu saat nanti kau sadar siapa wanita yang mencinta mu dengan tulus..
ucap Mona yang kemudian menangis.
Mona mengapa kau tega melakukan itu pada suami mu?
ucap Reina.
Hei nyonya sandiwara mu manis sekali,
kau mungkin bisa menipu mas Rama tapi tidak dengan ku dan berhati-hatilah karena aku bisa membunuh dengan cara apa pun dalam waktu 1 hari.
__ADS_1
ucap Mona.
Kemudian Mona pergi membawa kopernya memasuki sebuah mobil dan melaju pergi,
Rama yang melihat kepergian Mona hanya terdiam dan tidak tau harus melakukan apa.
Tiba-tiba teringat perkataan Mona kepada Reina tadi.
Berhati-hatilah karena aku bisa membunuh dengan cara apa pun dalam waktu 1 hari.
sebenarnya wanita macam apa yang aku nikahi.
Gumam Rama.
PLAAAAKKKKK
tamparan mendarat.
Kemudian ia menatap kearah yang menamparnya dan terkejut ternyata pelakunya adalah Wulan ibu kandungnya sendiri.
Mamah mengapa menampar ku?
ucap Rama.
Karna kau pria yang tidak punya pendirian,
setelah apa yang kau lalu bersama Mona dengan mudahnya kau menggantikan Mona dengan wanita ular ini!!!
ucap Wulan.
MAMAH.
ucap Rama mengangkat tangan dan tertahan.
Apa kau ingin menampar mamah?
ayo tampar mamah benar-benar kecewa padamu hanya karna wanita ular itu kau hampir menyakiti mamah"...ucap Wulan.
Mah ma-ma maaf.
ucap Rama terpotong.
Karna mu mamah kehilangan putri mamah dan kau wanita ular (melirik ke arah Reina) aku sangat membenci mu,
sampai aku mati pun aku tidak akan sudi menerima mu.
ucap Wulan.
Mah mamam!!
maah maafkan aku mah.
ucap Rama.
Wulan pun hanya melirik tajam ke arah Rama,
kemudian pergi meninggalkan mereka.
Mah maafkan aku mah,aku tengah bingung dengan perasaan ku di sisi lain aku masih mencintai Reina tapi aku juga tidak mau Mona pergi meninggalkan ku mah.
Gumam Rama.
__ADS_1