
Setelah Rama selesai mendonorkan darahnya untuk Raka ia pun pergi,
namun tiba-tiba langkahnya terhenti kemudian membalikan badannya ke arah Kevin.
Ada apa Ram?
ucap Kevin bertanya.
Vin saya minta kamu lakukan tes DNA.
ucap Rama.
Kamu ingin melakukan tes DNA dengan siapa Rama?
ucap Kevin.
Saya ingin tes DNA dengan Raka dan saya minta hasilnya hari ini.
ucap Rama.
Oke saya akan melakukannya.
ucap Kevin.
Kemudian Rama pergi untuk kembali ke UGD,
ia tak akan kemana-mana sampai hasil test DNA keluar dan ke adaan Raka membaik.
Setelah sampai di sana Rama kembali duduk dan menunggu hasilnya.
Tidak begitu lama Kevin pun datang menghampirinya dengan membawa sebuah kertas.
Bagaimana Vin hasilnya.
ucap Rama.
Dari hasil DNA menunjukan bahwa Raka adalah anak mu.
ucap Kevin.
DEGG,
dadanya terasa sesak entah apa yang harus ia lakukan.
Ia sangat bahagia mengetahui bahwa Raka adalah kandunganya,
namun di sisi lain ia sangat sedih demi melindungi dirinya Raka rela mengorbankan keselamatanya.
Kemudian Rama meraih kertas hasil test DNA tersebut lalu memeluk Ken.
__ADS_1
Ken dia anak ku!
ucap Rama dengan menitikkan air mata bahagia kemudian memeluk ken.
Iya tuan dia anak mu dan saya sangat bahagia karna tuan telah menemukan anak tuan.
ucap Ken menepuk punggung Rama dan kemudian melepaskan pelukkannya.
Tapi di mana istri ku Ken?
ucap Rama bertanya.
Ken sempat terdiam sebab ia binggung harus mengatakan apa karen jika memberi tau saat ini Mona pasti belum siap atas luka yang di torehkan oleh tuannyan tersebut.
Maaf tuan saya tidak tau keberadaan nona,
tapi tuan percaya lah nona pasti akan datang kemari.
ucap Ken.
Kau benar Ken ia akan kemari karena untuk Raka,
dan sekarang juga kau bereskan mereka karena mereka anak ku jadi seperti ini.
ucap Rama perintah.
Baik tuan saya permisi.
___________________________________
DI RUMAH MONA
Mona terlihat tengah tertidur karena tubuhnya sangat merasa lelah,
dan seketika ia membuka matanya mengingat bahwa ia harus menjemput Raka.
Kemudian ia terbangun lalu meraih kunci motornya dan bergegas pergi dengan mengendarai motor secepat mungkin.
Sesampainya di sana Mona melirik ke seluruh halaman prusahaan termasuk area parkir namun tak terlihat keberadaan seorang pun termasuk Raka.
Ia pun panik dan mencoba menghubungi Raka namun poselnya tidak aktif,
Mona pun semakin khawatir ia takut jika ada hal buruk yang terjadi pada anaknya.
Raka kau dimana nak mengapa ponsel mu tidak bisa di hubungi,
Raka ibu sangat khawatir pada mu nak.
Kemudian Mona pergi untuk mencari Raka,
__ADS_1
tak terasa waktu telah berlalu,
waktu sudah menunjukkan jam 04:00 pagi namun ia belum menyerah untuk mencari Raka.
ya tuhan kau ada dimana nak mengapa kau tak mengabari ibu,
sebenaranya apa yang terjadi pada mu nak.
Gumam Mona.
Sepanjang jalan ia susuri namun tetap tidak menemukan keberadaan Raka,
setelah cukup lama menyusuri jalan akhirnya Mona memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan menggantika pakaiannya kemudiam kembali mencari Raka ke tempat kerjanya.
Sesampainya di sana Mona pun turun dari kendaraanya kemudian menanyakan anaknya kepada seorang securty.
Permisi pak.
ucap Mona.
Iya nona ada yang bisa saya bantu?
ucap Security tersebut.
Apa bapak melihat orang bernama Raka?ucap Mona.
Oh Raka yang bekerja sebagai OB,
apa nona kakaknya?
ucap Security.
Saya bukan kakaknya tapi saya ibunya Raka,
bapak tau anak saya di mana?
ucap Mona.
Jadi nona ibunya begini nona tadi malam ada insiden penembakan dan korbanya adalah Raka anak nona,
dan ia sudah di bawa kerumah sakit Kota A oleh tuan Rama sendiri.
ucap Security.
Apa di bawa kerumah sakit kota A,
baik pak terimakasih atas informasinya.
ucap Mona panik.
__ADS_1
Kemudian ia bergegas pergi menuju rumah sakit untuk menemui anaknya.