
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya mereka sampai,
dan seperti biasa Raka berpamitan dengan mencium punggung tangan ibunya setelah itu ia masuk dan ibunya pergi menuju ke arah restaurant tempat ia bekerja.
Ketika ia akan masuk untuk membersihkan ruangan Rama tiba-tiba ia terkejut dengan pakaiannya yang terdapat banyak darah,
Raka baru ingat jika ia belum sempat mengganti pakaiannya akibat perkelahian tadi,
kemudian Raka berlari secepat mungkin mengambil pakaian bersihnya yang ia tinggalkan di dalam loker lalu berlari lagi secepat kilat menuju toilet,
untungnya di saat itu kantor masih terlihat sepi sebab para karyawan belum datang.
Kemudian ia masuk ke dalam toilet dan membuka seluruh kancing bajunya untuk mengganti pakaiannya,
namun ia tak menyadari bahwa ternyata Rama sudah datang dan sedang berada di dalam toilet tersebut tengah memperhatikan dirinya.
Hei nak apa kau habis berkelahi?
ucap Rama yang membuat Raka terkejut.
Aa-aa t-tuan t-tumben s-sepagi ini s-sudah d-datang?
ucap Raka terbata-bata.
Rama memang sengaja datang pagi-pagi sekali untuk mencari tau siapa yang mengantar Raka sebab mata-mata Rama mengatakan bahwa Raka pernah di antar oleh seorang wanita yang wajahnya mirip dengan Mona.
Ini perusahaan saya memangnya ada yang melarang saya untuk datang pagi-pagi.
ucap Rama.
Aa-tidak ada tuan maaf.
ucap Raka menunduk.
Baiklah tidak apa dan kau belum menjawab pertanyaan tadi,apa kau habis berkelahi?
ucap Rama.
Iya tuan saya habis berkelahi.
ucap Raka.
__ADS_1
Anak hebat!!
sudah ayo ikut keruangan,
saya akan membantu mengobati luka mu.
ucap Rama kemudian menarik tangan Raka.
___________________________________
DI DALAM RUANGAN
Aaawwwww.
teriak Raka.
Hei sakit mana di pukul atau di obati,
ayo buka baju mu.
ucap Rama kemudian Raka membuka bajunya.
*L*ukanya banyak sekali apa ia di serang oleh banyak orang.
Gumam Rama.
ucap Rama.
Iya tuan kami memang memiliki musuh dan lebih parahnya lagi mereka ingin sekali menghabisi saya dan ibu.
ucap Raka.
Memang berapa jumlah orang yang ingin menghabisi kalian?
ucap Rama.
Jumlah seluruhnya ada 6 orang tuan.
ucap Raka.
Apa kau melawanya sendirian?
__ADS_1
ucap Rama.
Tidak tuan saya tidak sendiri ibu juga ikut melawan mereka.
ucap Raka.
Wah wah ibu mu hebat ya,
berarti kau bisa berkelahi karena ibu mu yang mengajarinya?
ucap Rama.
Tentu tuan selain ibu pandai mengajari ku ia juga seorang Killer.
ucap Raka terhenti.
Apa kau bilang killer?
ucap Rama.
Akh tidak tuan tidak ada.
ucap Raka kemudian bangkit dari duduknya dan secepat mungkin mengganti pakaiannya.
Tuan saya sangat berterimakasih karena tuan sudah mau membantu untuk mengobati luka saya dan masih banyak kerjaan yang harus saya selesaikan permisi tuan.
ucap Raka kemudian bergegas pergi.
anak tadi mengatakan ibunya seorang killer,
apa mungkin yang ia maksud killer hand?
jika benar berarti kau adalah anak ku karna killer hand adalah istriku yang tak lain adalah ibu mu.
Gumam Rama.
Setelah keluar ruangan Raka terdiam dan mengusap dadanya karena merasa takut dan hampir saja memberi tau tentang dirinya.
haduh rasanya jatung ku mau copot,
tadi hampir saja aku mengatakan tentang ibu ya ampun ibu maafkan anak mu ini yang tidak mengontrol ucapannya.
__ADS_1
Gumam Raka.
Kemudian ia pergi dan melanjutkan pekerjaanya.