Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 10


__ADS_3

Wanita itu pun menyusul Tama di kamar nya yang sedang berbaring di tempat tidur.


"Mas, kamu dari mana aja mas, jawab dong"ucap wanita yang kesal sekaligus penasaran dari mana sebenarnya suami nya itu.


"Salma Aku gak pulang-pulang, karena aku takut kalo aku di datangi polisi"jawab Tama pada wanita yang ternyata adalah istri nya bernama Salma Kanita atau di panggil Salma.


"Apa? Memang kenapa mas"tanya Salma.


"Ya aku hari itu menabrak anak kecil dan kabur, tapi untunglah anak itu mau maafin aku, kalau tidak aku bisa di penjara"jawab Tama. Salma menghela napas lega.


"Kok bisa anak kecil itu maafin kamu gitu aja mas?"tanya Salma lagi.


"Ya semenjak aku yang kabur nabrak anak itu aku merasa sangat bersalah, aku memutuskan mencari rumah anak itu, dan alhamdulillah anak itu memaafkan aku, dan aku juga waktu itu pernah nolongin ibunya yang kena jambret"jawab Tama.


"Syukurlah kalau gitu mas"ucap Salma senang.


"Iya dia anak yang baik, seumuran dengan Zahra, namanya Kania"ucap Tama.


Deg


Jantung Salma berdetak mendengar Tama menyebut nama Kania, dia berpikir apakah anak yang bernama Kania itu adalah anak nya, yang ia tinggalkan 5 tahun yang lalu, tapi dia berpikir bahwa itu tidak mungkin, Karena banyak anak kecil yang nama nya sama dengan Kania.


Salma tampak tak bergeming, sehingga Tama heran dengan Salma, ia menegur Salma.


"Hei kamu kenapa?"tanya Tama.


Seketika Salma sadar.


"Gak papa mas, yaudah mas tidur aja kalo capek, aku mau keluar sebentar"ucap nya langsung langsung pergi meninggal kan Tama.


***


Raka sedang asyik main game di kamarnya, kemudian ada seorang mengetuk pintu kamar nya.


"Iya, masuk"kata Raka yang sedang asyik main game. 


Ternyata  itu adalah Karina.


"Raka, kamu lagi ngapain"tanya Karina.


"Main game kak, seru banget"ucap Raka.


"Kok main game, belajar dong dek"ucap Karina.


"Ah gak mau kak, belajar gak asyik kayak main game ini"jawab Raka yang membuat Karina geleng kepala melihat kelakuan adik nya itu.


"Sini hape kamu, sekarang pokok nya kamu harus belajar"Karina mengambil hp milik Raka sehingga Raka menjadi sedikit kesal.


"Yah kakak, udah nanggung nih dikit lagi menang"


"Gak boleh, titik, belajar sekarang?"


Dengan hati terpaksa Raka menuruti perkataan Karina.


"Iya deh, iya kakak ku yang bawel"


"Kakak bawel kayak gini, karna demi kebaikan kamu juga dek"

__ADS_1


"He iya kak"


Raka memutuskan untuk belajar karena dia takut kakak nya lebih marah lagi kalau dia enggan melakuka


Setelah memutuskan menyuruh Raka untuk belajar, Karina bergegas menuju kamar Kania. 


"Kania"panggil Karina dari balik pintu. 


"Iya bun, masuk aja"jawab Kania.


"Anak bunda lagi belajar ya"kata Karina.


"He iya bun, kan kata bunda kita harus rajin belajar,biar jadi pintar"ucap nya, Karina tersenyum mendengar nya.


"Yaudah kamu lanjutin belajar nya, bunda mau ke kamar dulu ya"ucap Karina.


"Iya bun"sahut Kania.


***


Jam menunjukkan pukul sebelas lewat sepuluh menit, Adit pulang dan masuk ke dalam kamar nya.


"Ceklek"pintu di buka oleh Adit, terlihat Karina belum tidur, dia sedang membaca sebuah buku.


"Mas Adit"ucap Karina.


"Kamu baca apa"tanya Adit.


"Oh ini aku lagi baca novel mas, waktu itu beli belum sempat baca"kata Karina.


"Oh"jawab Adit singkat, Karina memperhatikan Adit, lalu di melihat ke telat celana Adit, dia menahan tawa.


"Itu mas, resleting celana mas ke buka"kata Karina sambil menutup wajahnya. Adit merasa malu sekali, ia membenarkan resleting celana nya itu. Sementara Karina hanya bisa menahan tawa nya. 


"Aduh pasti tadi aku kebelet kencing tadi di semak-semak jadi lupa menresleting celana ku, malu sekali rasanya "batin Adit.


Untuk menutup rasa malu nya dia mengalihkan kejadian tadi, dengan menanyakan Kania, apakah Kania sudah tidur apa belum.


"Kania udah tidur"tanya Adit.


"Iya mas udah lama"jawab Karina.


"Oh, yaudah aku mau tidur, aku capek"kata Adit.


"Iya mas"sahut Karina.


"Kenapa kamu belum tidur"


"Belum ngantuk mas, aku masih mau baca novel ini sampai beberapa bab, mas tidur aja duluan"


"Oh yaudah"


"Aku cuma nanya aja eh di kira nya mau ngajak tidur bareng, em jadi orang ngarep banget"batin Adit sambil melihat Karina yang tengah fokus membaca novel. Kemudian dia memutuskan untuk tidur.


***


Paginya, seorang anak kecil sudah siap pergi ke sekolah.

__ADS_1


"Anak papa mau pergi sekolah , semangat belajar nya sayang"kata seorang pria yang adalah ayah nya , yakni Tama.


"Iya papa pasti"kata anak kecil perempuan itu yang bernama Zahra khumaira Kusuma, atau di sapa Zahra , anaknya Tama.


Sementara Salma tampak terlihat tidak senang, dan menganggap mereka ayah dan anak yang lebay.


"Yaudah papa pergi kantor dulu ya sayang, nanti pergi sekolahnya bareng mama ya "kata Tama berpamitan sambil mencium pipi Zahra.


"Iya pa, dah "kata Zahra melambaikan tangan.


Tama sudah berangkat ke kantor, giliran Zahra berangkat sekolah, dia mengajak Salma untuk mengantar nya.


"Mama ayo kita berangkat"ajak Zahra.


"Aduh kayak nya mama gak bisa Zahra, tiba-tiba kepala mama jadi pusing banget, gak apa-apa kan ada pak Bejo yang ngantar"ucap Salma yang beralasan pura-pura pusing padahal dia tidak mau mengantar Zahra ke sekolah.


"Mama gak apa-apa?Zahra ambilin obat ya"kata Zahra.


"Gak usah, nanti mama minum obat nya, sekarang kamu pergi kesekolah yah, entar telat lagi"ucap Salma.


"Iya ma"jawab Zahra.


"Pak Bejo, tolong antar Zahra ya"ucap Salma.


"Siap nyonya"kata pak Bejo.


Pak Bejo pun mengantar Zahra ke sekolah , sedangkan Salma yang pura-pura pusing itu masuk ke dalam rumah. Ia ke dalam untuk mengisi perut nya yang lapar.


"Makan dulu ah, laper"kata Salma.


Namun ia tak mendapati makanan di meja, sehingga ia kesal dan memanggil seorang pembantu yanh bekerja di rumah nya.


"Bik ijah"teriak Salma pada pembantu nya yang bernama bik Ijah. 


"Iya nyonya"jawab bik Ijah.


"Kenapa gak ada makanan , sama sekali sih aku lapar"ucap Salma marah.


"Iya maaf nyonya, says kesiangan, sebentar ya nyonya kayak nya masakan saya udah mateng"


Bik Ijah mengambil masakan nya dan memberikan kepada Salma.


"Ini nyonya , silahkan makan"ucap bik Ijah.


"Awas ya lain kali kalau kamu kayak gini ,aku gak segan-segan lagi untuk pecat kamu"ancam Salma.


"Iya nyonya, saya janji gak akan mengulangi kesalahan saya lagi"jawab bik Ijah.


"Yaudah ,sana pergi"usir Salma.


"Iya nyonya"bik Ijah pun pergi meninggal kan Salma.


***


Karina nampak masih melanjutkan membaca novel yang ia baca semalam, tiba-tiba ia merasa pusing sekali.


"Kok aku jadi pusing dan lesu gini ya"kata Karina.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan aku kurang tidur, gara-gara baca novel ini"ucap nya lagi.


Dia merasa sangat lelah dan pusing sekali, kemudian pandangan nya menjadi kabur, dan akhirnya Karina pingsan, namun tidak ada yang tahu dia pingsan, karena Karina berada di kamar sendirian.


__ADS_2