Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 30


__ADS_3

Tama mengamati mereka berdua dari jauh. Terlihat pria itu mencoba memegang tangan Salma lalu menciumi tangan Salma, membuat Tama jadi cemburu, namun ia harus menahan rasa cemburu itu dan mencoba mengamati mereka, dengan memakai sweater panjang dan tudungi kepalanya, Tama jalan menunduk sambil melangkah ke meja yang di depan nya ada Salma dan pria itu. Salma sama sekali tak tahu kalau ia sedang diikuti oleh Tama.


"Sayang kamu mau pesan apa"kata Marko.


"Samain sama kamu aja sayang"


"Ok"


Dari belakang Tama menggelengkan kepalanya, ia tak habis pikir Salma telah menghianatinya.


"Jadi mereka sudah jadi sepasang kekasih rupanya, dasar kamu Salma, awas sebentar lagi, drama ini akan berakhir"batin Tama yang geram.


Salma menyeruput segelas cappucino hangat, kemudian tangan Marko mulai memegang tangan Salma, lalu menciumi nya. Tama melihat hal itu tahan lagi, rasa nya ia harus melabrak istri nya.


"Brakkk"Tama menendang meja . Semua orang kaget, termasuk Salma dan Marko.


"Siapa sih"kata Salma.


Tama membuka tudung kepalanya, dan betapa terkejutnya Salma melihat orang itu adalah Tama, suami nya.


"Mas Tama"ucap nya.


"Tama, siapa dia"kata Marko


Tama berjalan menuju Salma dan Marko, dan mengatakan yang sebenarnya.


"Aku adalah suami dari Salma"ucap Tama.


"Suami, sayang apa benar dia suami kamu"tanya Marko.


"Marko aku"Salma gugup dan ia tak bisa berkata sekarang.


"Oh jadi pria ini bernama Marko, selingkuhan kamu"tanya Tama pada Salma.


"Mas aku bisa jelasin semua ini"kata Salma.


"Jadi benar dia suamimu, aku kecewa banget sama kamu Salma, aku kira kamu masih sendiri, ternyata kamu adalah istri orang lain, ternyata aku sudah tertipu"murka Marko kepada Salma yang hanya tertunduk malu.


"Maafkan aku Marko"kata Salma menyesal.


Marko langsung pergi dalam keadaan marah dan kecewa meninggalkan Salma dan Tama.


"Ayo kita pulang, kita selesaikan masalah ini di rumah saja"ucap Tama menarik kasar tangan Salma.


***


Dimobil Salma mencoba meminta maaf dan ampun kelapa Tama.


"Mas tolong maafin aku khilaf"ucap Salma.


Tama kesal dan tidak menjawab perkataan Salma.


"Mas kok kamu kok diam aja, jawab mas mau kan maafin aku"kata Salma.


Tama menghentikan mobil nya.


"Salma aku kira kamu bisa setia sama aku, tapi tenyata kamu menghianati aku"kata Tama.


"Mas maafin aku , kalau mas mau tampar aku, tampar mas, aku rela kalau itu buat kamu jadi bisa maafin aku"kata Salma sambil menangis.Tama tak bergeming, ia tidak bisa menahan air mata nya kali ini, sungguh ini sudah melukai harga diri nya.


"Mas aku tahu aku salah, tapi aku ngelakuin ini ada alasan. mas tahu mas selalu sibuk sama pekerjaan mas, jarang ada waktu , aku kesepian mas, terlebih lagi mas akhir-akhir ini juga sering marah gak jelas, itu yang bikin aku kesel. itulah kenapa aku melakukan hal ini, aku kurang kasih sayang dari kamu mas, kamu ngerti gak sih"ucap Salma meyakinkan Tama.


Tama menghela napas nya, dan tersadar kalau dia memang juga bersalah dalam hal ini.

__ADS_1


"Salma, kamu benar ini memang kesalahan ku , maafin aku ya, aku jarang ada waktu sama kamu, dan juga sering marah gajelas ke kamu"kata Tama.


Salma memeluk Tama sambil menangis, namun dalam hatinya senang ternyata Tama luluh pada nya.


"Mas Tama, mas Tama , aku tahu kamu pasti akan maafin aku, karena kamu memang menyayangi ku, bagus Salma ternyata acting mu berhasil"batin Salma senang.


***


Sudah tiga hari sejak kepergian suaminya, Dila merasa sangat kesepian mengingat dia memang tinggal seorang diri dirumah. Lalu seseorang pun mengetuk pintu, Dila pun membuka pintu, ternyata itu adalah ibu mertua nya.


"Ibu, silahkan duduk"ucap nya.


"Ibu kesini cuma memastikan keadaan kamu, mengingat kamu sudah hamil tua"kata ibu mertua nya itu.


"Iya bu kalau perkiraan dokter sih beberapa minggu lagi"jawab Dila.


"Daripada kamu tinggal sendiri lebih baik kamu tinggal di rumah ibu, kan kalau ada apa-apa kan ada yang bantu kamu"


"Tapi bu"belum selesai Dila bicara, di potong oleh ibu mertua nya itu.


"Sudah jangan menolak, cepat kemasi baju mu, kita ke rumah ibu"


"Baik bu"


Dila segera mengemasi pakaiannya. Tiba-tiba ponsel nya pun berbunyi, yang ternyata dari Adit yang ingin ke rumahnya bersama dengan Karina. Ia pun memberitahukan kepada ibu mertuanya untuk tidak berangkat sekarang, karena ada Adit dan Karina akan berkunjung ke rumah ini.


"Bu kita nanti aja pulang nya"


"Loh kenapa"


"Ini tadi mas Adit telepon kalau dia sama istrinya akan datang kesini"


"Oh begitu, ya sudah nanti kita pergi setelah mereka pulang"


"Udah tidur aja si putri kecil nya ayah"kata Adit.


"Iya mas, memang udah ngantuk sih dia, tapi masih aja mau ikut, karena dia pengen liat Dila"ucap Karina.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka sampai ke rumah Dila. Karina langsung membangunkan Kania yang tadi asyik tertidur. Kemudian melangkah ke rumah Dila, ternyata mereka semua sudah di tunggu oleh Dila dan ibu mertua nya di depan teras.


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam"


"Hei kamu cantik banget, nama kamu siapa"kata Dila mencubit lembut pipi Kania.


"Namaku Kania tante pasti namanya tante Dila ya"jawab Kania.


"Kok tau sih"kata Dila.


"Tau dong, bunda yang kasih tau aku"


"Yasudah ayo semua nya masuk"ucap ibu mertua pada mereka bertiga.


Mereka bertiga pun duduk, namun mertua tampak tak senang dengan kedatangan mereka.


"Apa-apaan ini, kesini bawa tangan kosong, bawa bingkisan kek, apa kek"batin ibu mertua nya.


Kemudian ibu mertua pun memulai pembicaraan nya dan menyindir mereka kenapa tidak membawa kan sesuatu untuk Dila.


"Em, kalian bertamu kesini, gak bawa sesuatu ya apa kek gitu"kata ibu itu.


"Wah maaf bu kita lupa, lain kali kita kesini kita bawain "jawab Adit.

__ADS_1


"Lupa, ingat ya kalau bukan karena Dila memaafkan kamu,seharusnya kamu sudah masuk penjara"kata ibu itu hingga membuat Dila merasa tak enak.


"Ibu kok ngomong begitu"ucap Dila.


"Diam kamu, ibu belum slesai bicara, kalau gak bawa sesuatu, minimal kasih lah uang"kata ibu itu lagi.


Mendengar perkataaan dan permintaan ibu mertua nya Dila itu Adit lalu mengambil dompet nya dan memberikan uang yang cukup banyak.


"Ini bu ambilah"kata Adit.


"Nah gitu dong"ucap ibu itu tersenyum sambil mengipas-ngipaskan uang pemberian Adit itu.


"Ibu kok minta uang sih"kata Dila.


"Diam kamu, ya sudah ya sudah kalian lanjutin aja ya ngobrolnya ibu mau ke belakang dulu"


Dila merasa tidak enak atas sikap ibu mertua nya itu.


"Maaf ya mas, mbak sikap ibu kayak gitu"kata Dila.


"Gak papa Dila kan mas"kata Karina tersenyum ke arah Adit.


"Iya Dila gak papa"kata Adit.


"Sebenar nya aku mau pergi mbak ke rumah mertua ku biar tinggal disana, kan perkiraan persalinan ku beberapa minggu lagi"ucap Dila.


"Oh begitu, ibu mertua kamu benar, kamu memang seharusnya tinggal disana sementara waktu"jawab Karina.


"Aduh aku lupa ya, karena asyik ngobrol jadi belum buat minum sama cemilan nya , kalau gitu aku ke belakang dulu ya"


"Eh, dil gak usah repot-repot"


"Enggak kok, lagian ada ibu juga di belakang bantuin aku"


"Oh yaudah kalau begitu"


Dila bergegas menuju dapur untuk membuatkan teh dan camilan. Terlihat ibu nya sedang asyik menghitung uang pemberian Adit.


"Lima juta, lumayan deh"kata ibu itu girang.


"Bu ayo bantuin aku buatin teh dan camilan "kata Dila.


"Iya bentar"ucap ibu itu masih sibuk dengan uang itu kemudian menyimpan nya ke dalam tas yang di bawa.


"Bu aku buat air hangat untuk teh nya, kalau ibu buat pisang goreng nya kebetulan pisang nya aku udah kupas tadi jadi tinggal buat adonannya"


"Iya"


Selesai membuat adonan untuk pisang goreng , ibu mertua nya pun mengambil minyak untuk menggoreng pisang nya. Namun minyak nya tertumpah cukup banyak di lantai.


"Aduh tumpah lagi"


"Sebaiknya lap bu"


"Ah nanti aja, ini udah panas minyak nya kita goreng aja dulu pisangnya, masalah ngelap gampang"


Dila sudah selesai membuatkan teh untuk Adit, Karina dan Kania, camilan pisang goreng pun sudah siap untuk di bawa kepada mereka. Dila bersiap membawa teh dan pisang goreng itu, namun karena ibu mertuanya lupa mengelap minyak yang tumpah, alhasil Dila pun terjatuh.


"Brukk"


"Ya ampun Dila"ucap ibu mertuanya kaget.


jangan lupa like,commeny, subscribe, dan vote ya,terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2