Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 32


__ADS_3

Sementara itu di kediaman rumah Adit, Karina nampak sedang memandikan bayi Diana itu.


"Enak yah sayang, hebat banget gak nangis, anteng"puji Karina pada bayi Diana.


Selesai mandi Karina memberikan minyak telon ke perut bayi Diana,kemudian memasang baju plus celana pada bayi Diana.


"Cantik banget Diana bunda"kata Karina senang, bayi Diana pun tersenyum seolah mengerti bahwa Karina memujinya.


"Ayo kita lihat ayah bentar lagi pergi kerja"kata Karina menggendong bayi Diana.


***


"Ayah lihat nih aku udah cantik"kata Karina.


"Anak ayah cantik, wangi lagi"ucap Adit sambil mencium pipi bayi Diana.


"Cantik ya mas, kayak ibu nya"


"Iya"


"Kalau begitu aku pamit kerja dulu ya, dadah Diana"


"Dadah ayah"


"bunda"panggil Kania.


"Iya sayang"jawab Karina.


"Aku bolos sekolah aja ya,soalnya aku mau nemenin adik bayi "kata Kania.


"Gak boleh Kania, kamu harus sekolah"kata Raka.


"Kak Raka bilang aja iri pengen gak sekolah juga kan"ledek Kania.


"Enggak lah , ngapain aku iri "ucap Raka.


"Sudah, sudah, Kania harus sekolah gak boleh bolos ya, nanti kan setelah pulang sekolah bisa main sama adik Diana, ok"


"Tapi bun"


"Kania berangkat sekolah ya"


"Iya deh iya, kita berangkat sekolah dulu ya bun, dah adik Diana"


***


Karina pun membawa Diana kepada kedua mertua nya itu. Mereka sedang asyik duduk di ruang tengah.


"Halo opah, omah aku udah cantik ni"Ucap karina.


"Wah cucu opah cantik banget ya, em wangi lagi"kata pak Edi sambil mencium bayi Diana.


"Omah gak cium Diana "ucap Karina.


Bu Aminah terlihat tidak senang, ia hanya diam saja tak merespon perkataan Karina.


"Karina mama bilang sama kamu ya, kamu memang sudah yakin mau mengurus anak itu"ucap bu Aminah.


"Yakin mah, aku sama mas Adit udah sepakat kok"jawab Karina.


"Sebenarnya mama sih gak bisa, tapi ah sudahlah kamu dan Adit mengingikannya"kata bu Aminah.


"Iya ma, kami memang menginginkannya"ucap Karina.


"Yaudah kalau gitu aku keluar dulu ya ajak bayi Diana"kata Karina meninggalkan kedua mertua nya itu.


"Papa senang Karina terlihat begitu sayang sama anak itu ya ma"kata pak Edi.


"Iya"jawab singkat ibu Aminah.


***


Karina membawa bayi Diana ke taman, ia menunjukkan pada Diana kalau bunga-bunga ini dia yang tanam.


"Diana sayang, lihat bagus kan bunga-bunga nya, ini bunda loh yang tanam"ujar Karina pada bayi Diana, seolah mengerti perkataan Karina, bayi Diana melemparkan senyum manisnya.


"Lucu banget sih kamu"Karina mencium bayi Diana, dari kejauhan bik Minem melihat Karina dan bayi Diana, ia menghampiri mereka berdua.


"Halo bayi Diana"ucap bik Minem.


"Halo bik Minem, gimana aku cantik gak"ucap Karina seolah-olah mewakilkan bayi Diana bicara.


"Diana cantik sekali kayak bunga-bunga ini"jawab bik Minem.


"Makasih ya bibik juga cantik"

__ADS_1


Namun tiba-tiba bayi Diana rewel dan ia pun menangis.


"Kenapa nangis sayang"kata Karina.


"Mungkin Bayi Diana laper nyonya"jawab bik Minem.


"Oh iya , bik Minem tolong buatkan susu buat Diana ya"perintah Karina.


"Siap nyonya"jawab bik Minem sambil hormat kemudian ia pun bergegas membuatkan susu untuk bayi Diana. Karina melihat tingkah bik Minem itu hanya tertawa.


"Cepetan ya bik"teriak Karina.


Setelah menunggu lima menit, akhirnya susu sudah di buat dan di berikan kepada bayi Diana.


"Diana laper banget ya, maaf ya bunda gak tau kalau kamu rewel ternyata mau minta susu"ucap Karina.


"Iya nyonya dia lahap banget ngenyot dot nya, tuh lihat udah mau habis"kaya bik Minem.


"Iya bik, lihat bik kayak nya dia mau tidur deh, lihat matanya udah mau merem"


"Iya nyonya, kalau bayi emang gitu kerjaan nya tidur mulu"


"Yaudah kalau gitu aku mau bawa bayi Diana ke kamar dulu ya bik"


"Iya nyonya"


***


Di kamar , Karina meletakkan bayi Diana di dalam box bayi. Ia terus memandangi bayi mungil itu, ia bahagia bisa merawat bayi itu, ia pun teringat sosok Dila, ibu dari bayi Diana. Dia berjanji kalau dia tidak akan membuat Dila kecewa dan senantiasa menyayangi bayi Diana seperti anak nya sendiri.


"Dila aku akan menyayangi Diana dengan sepenuh hati, akan ku jaga amanah dari mu"ucap Karina.


Tok..tok..tok


Suara orang mengetuk pintu, Karina kemudian membukakan pintu, tenyata itu adalah Kania dan Raka yang ingin menjenguk bayi Diana.


"Adik Diana mana bun"tanya Kania.


"Iya kak"ucap Raka.


"Ssttt, pelankan suara kalian, Diana lagi tidur"ucap Karina berbicara sambil berbisik-bisik.


"Oh kalau gitu kita keluar aja ya kak Raka, kita gak mau ganggu adik Diana"ucap Kania memelankan suaranya.


"Dah Adik Diana"Kania dan Raka pergi meninggalkan Karina dan bayi Diana yang sedang lelap tertidur.


***


"Mama papa"sapa Zahra.


"Iya sayang"jawab Tama.


"Zahra kamu ganti baju, terus makan ya"perintah Salma.


"Iya ma"jawab Zahra.


"Sayang aku lapar , ayo temani aku dan Zahra makan ya"ucap Tama.Salma mengangguk setuju. Ia pun menunju meja makan bersama Tama dan disusul dengan Zahra.


Tama pun membuka tudung saja, namun ternyata cuma ada nasi saja , sementara lauk dan sayur sudah habis.


"Udah abis"kata Tama.


"Iya pa aku aja tadi makan tinggal dikit lagi lauknya"jawab Zahra.


"Jadi gimana ini, aku laper banget"kata Tama memegangi perut nya yang keroncongan.


"Iya pa sama Zahra juga"jawab Zahra pun demikian.


Tama pun menyuruh Salma untuk memasak,Namun Salma menolak nya.


"Sayang gimana kamu masak buat kita"kata Tama.


"Apa!! masak?? gak deh aku gak bisa masak"ucap Salma menolak.


"Ayolah Salma, lagian bik Ijah gak ada dia pulang kampung,kamu masak apa aja yang kamu bisa, kamu gak kasian apa sama kita berdua"ucap Tama.


Dengan terpaksa Salma pun memasak, ia pun mencari apa yang bisa dia masak, ia pun melihat telur ayam. Ia pun punya ide untuk membuat telur ceplok.


"Aku buat telor ceplok aja deh kan mudah semua orang pasti bisa, termasuk Salma"ucap Salma yakin


Ia pun mengambil telur ayam dan memanaskan minyak, dan setelah minyak panas, ia memecahkan telur itu menggunakan sendok kemudian meletakan telur itu ke wajan yang sudah panas. Namun sayang telur nya tidak berbentuk.


"Uh kayak bukan telur ceplok jadinya, tapi gak papa, aku mau cari garam dulu "ia pun mencari -cari garam namun belum menemukannya.


"Mana sih garam, kamu sembunyi dimana"kata Salma.

__ADS_1


"Astaga ini dia, ternyata kamu ya"ucap Salma mengomeli garam seperti ngomel ke orang saja.


Dia pun membawa garam nya dan kaget melihat telur nya hampir gosong.


"Aduh gimana ini, kasih garem dulu, trus aku angkat"ucap Salma.


***


Sementara itu di meja makan, Tama dan Zahra masih menunggu Salma selesai memasak.


"Mana ya bunda, udah selesai masak nya apa belum"kata Zahra.


"Mungkin bentar lagi sayang"jawab Tama.


"Telur ceplok buatan chef Salma sudah jadi"kata Salma senang, kemudian ia meletakkan telur itu di meja makan, betapa terkejut nya Tama dan Zahra melihat tampilan telur ceplok ala Salma yang acak adul dan hampir gosong.


"Sayang ini telor ceplok"tanya Tama.


"Iya ayo di makan yah"kata Salma menawari mereka berdua.


"Kok gosong ya"kata Tama.


"Udah gak usah protes, makan aja, jangan lihat tampilan nya, cicip rasanya pasti enak"ucap Salama sangat percaya diri.


"Ok kita makan ya"


Satu suapan , Tama dan Zahra langsung memuntahkan telur ceplok buatan Salma.


"Asin banget ma"ucap Zahra.


"Iya kamu kebanyakkan kali kasih garem nya."jawab Tama.


"Masa sih, biar aku coba"Salma pun mencicipi masakannya itu, benar saja asin , ia pun memuntahkan nya.


"Cuh asin, hehe maaf ya sayang aku gak bisa buatnya"kata Salma cengengesan dan mengaku salah .


Tama dan Zahra menghela napas melihat kelakuan Salma.


"Oh ya kayak nya di dapur ada kerupuk deh, tunggu ya biar aku ambil"kata Salma bergegas ke dapur dan mengambil setoples kerupuk. Ia memberikan kepada Tama dan Zahra.


"Nah makan sama ini aja"kata Salma.


"Nasi sama kerupuk gitu"jawab Tama.


"Iya dari pada kalian kelaperan, pilih mana?"ucap Salma.


"Gak papa deh aku mau kok "kata Zahra.


"Yaudah aku juga mau "ucap Tama terpaksa.


"Hem kalau makan gitu , aku gak perlu repot-repot tadi memasak"batin Salma sedikit kesal.


Tok...tok...tok


Suara seorang mengetuk pintu, Salma pun bergegas menuju ruang tamu dan membukakan pintu tersebut. betapa terkejut nya Salma melihat dua orang pria yang perawakan nya besar, tinggi, dan muka nya terlihat garang.


"Cari siapa ya"kata Salma.


"Apa benar ini rumah bapak Tama"ucap salah seorang pria tersebut.


"Iya benar, silahkan masuk"


Mereka pun duduk, dan Salma pun memanggil Tama yang masih berada di meja makan.


"Sayang"Teriak Salma.


"Ada apa sayang"jawab Tama.


"Ada yang nyariin sayang"


"Siapa???"


"Kamu lihat saja di ruang tamu"


Tama pun bergegas ke ruang tamu untuk menemui kedua pria itu di susul dengan Salma.


"Maaf ada perlu apa ya dengan saya"ucap Tama.


"Sebenarnya kedatangan kami kesini ialah kami ha..."belum selesai bicara, Tama pun batuk.


"Uhuk..uhuk maaf pak silahkan lanjut kan bicara nya"


"Kedatangan kami kesini untuk menyita rumah ini"ucap salah seorang pria itu.


"Apa!!! rumah ini di sita pak"ucap Tama dan Salma bicara bersamaan dan kaget mendengar yang di sampaikan oleh kedua pria itu.

__ADS_1


jangan lupa like, comment, subscribe dan vote ya, terimakasih 😊


__ADS_2