Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 25


__ADS_3

"Karina"ucap Hanan, ya itu adalah Karina yang juga membeli buku di toko yang sama dengan Hanan.


"Hanan, kita ketemu lagi"kata Karina.


"Iya yah aneh tiap ketemu tabrakan mulu"ucap Hanan.


"Hehe aku juga bingung, untung bukan tabrakan mobil sama motor bisa gawat tu"kata Karina.


"Bener banget, oh ya kamu kesini beli buku juga"tanya Hanan.


"Iya aku hobi baca buku terutama novel"kata Karina.


"Sama dong , aku juga suka "jawab Hanan.


"Oh gitu, yaudah aku pulang dulu ya"ucap Karina berpamitan kepada Hanan, namun pada saat menyebrang ada sepeda motor melaju sangat kencang, Hanan berlari menghentikan Karina, ia menarik tangan Karina, sehingga mereka jatuh di pinggir jalan.


"Kamu gak apa-apa Karina"ucap Hanan cemas.


"Gak papa kok"jawab Karina mencoba berdiri sendiri namun lutut nya luka.


"Lutut kamu luka"kata Hanan.


"Iya tapi gak apa-apa kok"jawab Karina.


"Serius"ucap Hanan.


"Iya"jawab Karina.


Karina pun berusaha menghubungi pak Tono lewat handphone untuk menjemputnya, namun pak Tono tidak merespon panggilannya.


"Pak Tono kok gak angkat sih"ucap Karina.


Hanan pun berpikir untuk mengantar Karina. Namun Karina menolak.


"Apa mau aku antar Karina"kata Hanan


"Tidak usah, aku tunggu aja paling bentar lagi pak Tono jemput"kata Karina.


"Tapi lutut kamu berdarah harus segera di obatin, ayo biar aku antar ke rumah mu, apa salah nya kan aku bantu kamu"kata Hanan.


"Tapi"Karina bingung sebenarnya dia takut kalau sampai Adit tahu dia dengan pria lain pasti Adit akan marah, tapi disisi lain Karina juga tidak enak dengan Hanan yang ingin sekali mengantar nya.


"Aku tahu Karina , apa yang kamu pikirkan, tenang saja aku tak macam-macam, sesudah aku mengantarmu, aku akan pulang"ucap Hanan.Mendengar perkataan Hanan itu Karina pun setuju.


"Iya deh "ucap Karina.


Sementara itu Salma bersiap untuk pulang ke rumah setelah mentraktir kedua temannya itu. Ia menelpon pak Bejo untuk menjemputnya, namun tidak di angkat, yang membuat kesal.


"Kemana sih pak Bejo"kata kesal sambil mematikan ponsel nya.


"Aku pesen ojek online aja deh, bisa lumutan kalo nunggu pak Bejo jemput"kata nya


Ia pun pulang menggunakan ojek online. Di perjalanan dia selalu terbayang sosok Marko yang menurutnya memang tipe nya itu. Dan berharap kedua temannya dapat menjaga rahasia nya agar tak ketahuan oleh Tama. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan, akhirnya Salma sampai di rumah. ia kemudian masuk ke dalam dan ada Zahra yang menghampiri nya.


"Mama dari mana"kata Zahra.

__ADS_1


"Keluar lah, masa di rumah aja bosen"kata Salma.


"Ma ayo temenin aku kerjain PR yuk"pinta Zahra.


"Kamu kerjain aja sendiri, kamu gak lihat mama baru pulang"ucap Salma ketus.


"Tapi ma"belum selesai Zahra bicara, Salma memotongnya.


"Nggak ada tapi-tapian, mama mau ke kamar dulu, mama capek, ngerti"ucap Salma meninggalkan Zahra.


"Kapan sih mama mau turutin mau ku, aku juga pengen mama bisa sayang sama aku"batin Zahra.


Kembali ke Karina yang sudah sampai di rumahnya bersama dengan Hanan. Mereka kemudian masuk ke rumah dan bu Aminah pun melihat mereka berdua , beliau juga melihat kalau lutut Karina luka, lalu beliau menghampiri mereka.


"Karina, kamu kenapa"tanya bu Aminah.


"Ini ma Karina tadi hampir terserempet motor, untung aja Hanan yang selamatin"jawab Karina.


"Oh begitu, terimakasih ya kamu sudah menolong menantu saya"kata bu Aminah pada Hanan.


"Iya bu"jawab Hanan.


"Hanan ini teman semasa sekolah Karina ma"Kata Karina.


"Oh begitu, sekali terimakasih ya nak Hanan "kata bu Aminah lagi.


"Iya bu, kalau begitu saya pamit pulang dulu"ucap Hanan


"Iya"ucap bu Aminah.


Karina memegangi lutut nya yang luka. Bu Aminah pun segera mengobati luka Karina.


"Makasih ya ma"kata Karina.


"Iya sama-sama"jawab bu Aminah.


"Kalau gitu Karina ke kamar dulu ya ma"ucap Karina.


"Iya silahkan"jawab bu Aminah.


***


Karina berjalan menuju kamar, namun langkahnya terhenti oleh Kania juga Raka.


"Bun lutut bunda kenapa? bunda jatuh ya"tanya Kania.


"Iya kak kenapa"ucap Raka.


"Ini cuma luka aja dikit, tadi kakak hampir aja kena serempet motor, untung aja ada orang yang nolongin"kata Karina.


"Emang siapa yang nolongin bunda"Tanya Kania.


"Teman bunda sayang"kata Karina.


"Coba aja aku ketemu sama teman bunda aku akan ucapin makasih udah nolongin bunda ku"kata Kania.

__ADS_1


"Iya Raka juga sama kayak Kania, Raka bakalan makasih banyak sama teman kakak"kata Raka.


"Tadi dia ada disini cuma udah pulang"kata Karina.


"Ya kita telat dong ya kak Raka, kita gak tau kalau dia kesini"kata Kania.


Karina hanya tersenyum mendengar perkataan Kania itu.


"Bunda ke kamar dulu ya"Kata karina.


"Ok bun"jawab Kania.


***


Malam mulai larut seperti biasa Salma sedang asyik telponan dengan Marko. Ia merasa senang dan tertawa mendengar ucapan Marko lewat handphone.


"Lucu banget sih, aku gak bisa nahan tawa tau"ucap nya sambil tertawa.


Sementara itu Tama sudah pulang , ia bergegas masuk ke dalam kamar nya. Namun tidak sengaja , Tama mendengar di dalam kamar, Salma sedang mengobrol di kamar.


"Kamu bisa aja deh"kata Salma.


Merasa penasaran, Tama membuka pintu ,dan seketika Salma terkejut refleks handphone nya pun jatuh ke lantai.


"Mas bikin kaget aja"kata Salma.


"Kamu bicara sama siapa"tanya Adit.


Salma tampak gugup dan mengelak kalau dia sedang bicara dengan temannya lewat handphone.


"Emm aku, aku telponan sama teman aku mas"jawab Salma.


"Oh gitu"ucap Tama, ia pun segera mengambil handphone Salma jatuh,namun dengan cepat Salma mengambilnya. Kemudian tersenyum kepada Tama.


"Mas pasti capek, ayo kita tidur ya"kata Salma mengalihkan pembicaraan.


Tama sedikit heran, sebenar nya kenapa Salma tingkah nya aneh sekali. Tapi karena merasa lelah sekali, ia pun memutuskan untuk tidur.Salma pun menghela napas lega, akhirnya dia tidak ketahuan kalau dia sedang menelepon Marko.


Sedangkan Marko heran kepada Salma yang sering mematikan ponsel nya pada saat mengobrol dengannya.


***


Kembali pada Karina yang belum tidur, ia masih menunggu Adit pulang. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Adit pulang dan masuk ke dalam kamar.


"Mas"ucap Karina.


Adit tersenyum melihat Karina, namun Adit terkejut melihat ke arah lutut Karina, ia pun menghampiri Karina dan menanyainya.


"Sayang kenapa dengan lutut kamu"kata Adit cemas.


"Cerita nya panjang mas, tadi aku hampir aja di serempet motor, tapi untung nya aku gak papa kok cuma lutut ini aja yang luka"kata Karina.


"Syukurlah, mas khawatir banget sama kamu"jawab Adit.


"Untung nya aku di selamatin sama seseorang mas"kata Karina.

__ADS_1


"Seseorang ? siapa dia"ucap Adit penasaran


Jangan lupa like dan comment ya, mohon maaf kalau banyak typo nya maklum saya masih pemula. sekian dari saya. terimakasih 😊


__ADS_2