
Karina melepaskan tangan Hanan yang kini masih menyangga tubuhnya.
"Berani kamu pegang-pegang istri ku"kata Adit sambil menarik kerah baju Hanan, namun Karina mencoba menghentikannya.
"Mas udah cukup , ini cuma salah paham mas"kata Karina.
"Apa nya salah paham, jelas-jelas sudah ada di depan mata"kata Adit.
"Tenang dulu, aku hanya menolong Karina tadi yang mau jatuh karena lantai licin, itu saja"kata Hanan menjelaskan pada Adit.
"Benar begitu Karina"tanya Adit.
"Iya mas, kalau masih gak percaya tanya sama Kania"kata Karina.
Adit pun melihat ke arah Kania yang menganggukkan kepala nya yang berarti memang benar kalau Karina hampir saja terjatuh namun di tolong oleh Hanan.
Ia pun melepaskan tangan nya yang tadi menarik kerah baju Hanan.
"Aku minta maaf "kata Adit pada Hanan.
"Ya tidak apa-apa"kata Hanan .
"Mas ini adalah Hanan yang aku ceritain waktu itu, dia udah dua kali menolongku"Kata karina.
Mendengar perkataan Karina, Adit terkejut ia tidak tahu kalau itu Hanan yang di katakan Karina, yang dulu pernah menolong Karina dan sekarang ia malah ingin menghajarnya. Lalu Adit meminta maaf kembali dan mengucapkan terimakasih .
"Aku minta maaf lagi Hanan, dan terimakasih kamu dulu pernah menolong istriku"Kata Adit.
"Tidak perlu minta maaf Dit, sudah kewajiban setiap orang kan harus menolong sesama yang lagi kesulitan"ujar Hanan.
"Iya kamu benar"jawab Adit.
"Ayah ayo pulang"rengek Kania.
"Kalau begitu kami bertiga pulang dulu Hanan"kata Adit.
"Ya silahkan"jawab Hanan tersenyum.
***
Di dalam mobil, Adit sedang fokus menyetir dan Karina memangku Kania yang sedang tertidur. Adit mencoba membuka percakapan.
"Seharusnya aku tadi tidak gegabah main hajar aja, aku jadi malu setelah tau kalau itu adalah Hanan"Kata Adit.
"Iya mas, dia itu baik orang nya, dan alhamdulillah ya mas udah ketemu sama dia, kan mas sendiri waktu pengen banget ketemu sama dia"kata Karina.
__ADS_1
"Iya sayang"jawab Adit.
"Ngomong-ngomong kok mas sih yang jemput"kata Karina.
"Kenapa? Gak boleh ya kalau aku yang jemput"Kata adit.
"Ih bukan gitu mas, kan seharusnya pak Tono"Kata karina.
"Iya kan aku pulang cepet tadi liat pak Tono pengen jemput kalian,yaudah aku bilang ke dia aku aja yang jemput"kata Adit.
"Oh begitu"jawab Karina.
***
Jam menunjukkan pukul dua belas malam, Salma belum juga tertidur, ia masih memikirkan soal Marko yang menyatakan cinta kepada nya, ia bingung harus terima atau tidak. Di tengah kegundahan Salma, terdengar suara orang mengetuk pintu. Ia pun membukakan pintu itu yang ternyata adalah Tama yang baru saja pulang dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya.
"Akhir nya mas udah pulang"ucap Salma sambil tersenyum, namun Tama terlihat diam saja, tidak merespon ucapan Salma.
"Kenapa mas diam aja, mas ada masalah ya, ayo kasih tau aku siapa tau aku bisa bantu, mas, mas"ucap Salma pada Tama hingga membuat Tama marah.
"Kamu bisa diam gak sih"ucap Tama emosi.
"Lo kok mas marah sih aku kan cuma mau tau aja kenapa?"jawab Salma yang mulai ingin marah juga.
"Aku pusing, tolong jangan tanya-tanya aku lebih baik kamu tidur sana"ucap Tama yang masih kesal entah apa masalah yang terjadi padanya.
Tama tidak menjawab ucapan Salma hingga membuat Salma bertanya ada apa sebenarnya dengan suaminya itu.
"Mas Tama ini kenapa ya, pulang-pulang marah gak kayak biasa nya, apa dia ada masalah ya, ah bodo amat lah terserah dia, aku gak peduli"batin Salma.
Sementara itu Karina dan Adit bersiap untuk tidur, tak lupa mereka mengucapkan selamat malam satu sama lain.
"Good night honey, have a nice dream"kata Adit hingga membuat Karina senyum sumringah.
"Jago banget sih bahasa inggris nya"ucap Karina.
"Loh kok gak di jawab sih"kata Adit.
"Yaudah aku jawab ya, good night honey , have a nice dream too, love you"ucap Karina.
"Hehe love you too"jawab Adit.
Mereka pun akhirnya tertidur.
***
__ADS_1
Keesokan hari nya, Salma dan Tama masih belum bertegur sapa. Sengaja Salma tak menegurnya, takut nya dia tak kan di hiraukan oleh Tama. Sementara itu Tama bergegas pergi ke kantor tanpa pamit dengan Salma, hal itu membuat Salma merasa kesal atas sikap Tama pada nya. Pada saat inilah Salma teringat kalau Marko menunggu jawaban Salma apakah mau jadi pacarnya. Melihat situasi seperti ini, Tama kadang suka marah tak jelas dengannya, akhir nya Salma memutuskan untuk bertemu Marko pagi ini.
"Aku harus ketemuan sama Marko untuk kasih jawaban ke dia"ucap nya.
Ia meraih ponsel nya dan mencoba menghubungi Marko.
"Halo, aku mau ketemu sama kamu di taman"
****
Sesampai nya di taman. Marko sudah menunggu dan duduk di bangku taman, ia pun duduk di samping Marko.
"Aku hubungi kamu , karena aku mau ngomong sesuatu sama kamu"kata Salma.
"Soal yang itu ya gimana kamu mau"tanya Marko.
Salma menghela napas, dan mengatakan kepada Marko.
"Ya aku mau"ucap Salma.
"Yes, makasih ya "kata Marko senang lalu mengecup pipi Salma, seketika pipi Salma memerah dan dia tersipu malu.
"Jadi hari ini kamu jadi pacar aku"ucap nya senang. Salma hanya tersenyum Marko yang sangat senang karena sudah menerima nya sebagai pacar.
"Kita kan udah jadian, kalau gitu ayo kita nikmati kebersamaan kita kayak jalan-jalan gitu , terserah deh kamu mau jalan-jalan kemana,aku turutin semua"
"Oke, janji ya sesuai mau ku"ucap Salma.
***
Larut malam, Adit dalam perjalanan pulang, namun di tengah jalan karena terlalu lelah, ia tidak begitu fokus menyetir sampai akhirnya mobil nya menabrak pengendara sepeda motor. Ia pun kaget, dan keluar dari mobil kemudian menolong pengendara sepeda motor itu yang sudah tergelak di aspal dengan luka yang cukup parah. Adit panik dan berteriak minta tolong pada siapapun yang lewat, namun karena jalanan yang sepi dan di tambah lagi sudah larut malam, tidak ada yang bisa mendengar nya.
"Bagaimana ini, dia luka nya cukup parah"kata Adit.
"Tolong, tolong"teriak Adit lagi, sampai akhirnya ada sebuah mobil yang sudi keluar dan menolong Adit kemudian membawa pengendara sepeda motor itu ke rumah sakit.
***
Dirumah sakit, Adit menunggu di luar. Ia cemas sekali, takut kalau orang itu tak tertolong mengingat luka nya yang memang cukup parah. Ia berdoa tak henti-henti nya, ia mengaku ceroboh dan lalai.
***
Sementara itu Karina belum juga tidur, ia masih menunggu Adit pulang namun Adit belum kelihatan batang hidung nya.Ia cemas takut kalau terjadi sesuatu pada Adit.
"Mas Adit kemana sih, kok belum pulang juga"kata Karina cemas.
__ADS_1
jangan lupa like, comment, dan subscribe ya, terimakasih 😊