Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 29


__ADS_3

Di hari pemakaman Anang, semua keluarga Adit menghadiri dan para pelayat lain nya. Tampak Dila tegar menghadapi situasi ini, perlahan tanah mulai menimbun liang kubur suami nya itu, sementara ibu mertua nya nampak masih terpukul atas kepergian Anang anak nya. Setelah selesai di makamkan semua orang bergegas pulang ke rumah masing-masing, tinggalah Dila dan keluarga Adit.


"Mas, aku pulang dulu,kamu jangan khawatir aku bisa jaga diri ku dan calon anak kita , aku harap kamu bahagia disana mas"kata Dila sambil mengusap nisan suaminya itu.


"Anang, aku janji aku akan menjaga Dila dan calon anak mu, akan ku tanggung semua kebutuhan mereka, Anang, semoga kamu bahagia disana aamiin"batin Adit


****


Disisi lain Salma sedang asyik berkencan dengan Marko mengingat mereka sudah menjadi sepasang kekasih.


"Sayang aku mau ke mall"kata Salma.


"Ke mall, ayo kalau gitu, kemana aja pokok nya aku turutin"jawab Marko.


"Kalau aku beli baju, tas boleh"kata Salma.


"Ya boleh dong, pokoknya terserah kamu mau beli apa"kata Marko.


"Beneran , aku makin sayang deh sama kamu"kata Salma genit.


"Apa sih yang gak buat kamu"jawab Marko.


***


Sementara itu larut malam, Tama menantikan kepulangan Salma, namun Salma tak kunjung menampakkkan batang hidung nya.


"Kemana dia, larut malam begini belum pulang"kata Tama sedikit cemas.


Lalu terdengar suara orang mengetuk pinta.


"Pa"ternyata itu adalah Zahra, ia pun membukakan pintu.


"Kenapa sayang"kata Tama.


"Pa aku gak bisa tidur"kata Zahra.


"Yaudah papa temenin kami di kamar ya biar kamu bisa tidur"


Zahra menganggguk setuju, lalu mereka bergegas ke kamar Zahra.


"Pa mama kemana pa"tanya Zahra.


"Papa juga gak tau, larut malam gini belum pulang"kata Tama.


"Jangan jangan mama di"belum selesai zahra bicara, Tama memotong pembicaraannya.


"Sudah mama bakalan pulang, kita tunggu aja "


"Iya pa"


Setelah memastikan Zahra tertidur, Tama mencoba menghubungi nomor handphone Salma namun tak diangkat oleh Salma.Namun tiba-tiba Salma pun pulang menuju kamar dengan langkah gontai dan sempoyongan. Tama yang melihat nya terkejut, ada apa sebenarnya dengan Salma.


"Sayang kamu kenapa"tanya Tama.


"Aku gak papa kok, cuma pusing aja"kata Salma


Mencium bau nafas Salma, Tama yakin kalau Salma dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


"Kamu mabuk"tanya Tama.


"Haha mabuk, gak kok mas aku cuma "belum selesai Salma bicara, Tama yang mengambil alih pembicaraan itu.


"Sudah kamu memang sedang mabuk, kenapa kamu lakukan ini Salma , kenapa"kata Tama yang terlihat kesal.


Salma tak menanggapi suaminya itu ia menghempaskan diri nya ke kasur dan tertidur pulas. Melihat Salma tertidur, Tama tak tega membayangkan nya, ia akan menanyai Salma besok.


***


Esok nya, Tama mencoba membangunkan Salma, namun Salma belum kunjung beranjak dari tempat tidur. Tama menunggu Salma hingga ia benar-benar bangun. Salma pun terbangun. ia pun melihat kalau Tama sedang mengamati nya.


"Loh mas, kamu gak kerja"kata Salma.


"Sudah jangan bertanya, harus nya aku yang bertanya sama kamu, dari mana aja kamu semalam"kata Tama.


"Aku dari em ya biasa mas, nongkrong sama temen"jawab Salma agak gugup.


"Nongkrong sama teman sampai mabuk gitu"kata Tama.


"Kok mas bisa tau ya aku mabuk"batin Salma.


"Aku tahu karena semalam mulutmu bau alkohol"


Salma tak menjawab pertanyaan dari Tama itu dia tak bisa mengelak lagi dan takut kalau Tama tahu kalau dia semalam mabuk-mabukkan di club bersama dengan Marko.


"Kenapa tak menjawab, jawab Salma"gertak Tama.


"Jawab"gertak nya Lagi.


"Aku hanya ingin senang-senang mas, itu aja"


"Udah mas, aku mau bahas lagi, aku mau ke kamar mandi, biar otak fresh kalau udah mandi"ucap Salma pergi meninggalkan Tama.


"Salma selalu mengalihkan dan memotong pembicaraanku , aku semakin curiga kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu dari ku, aku harus cari tahu"batin Tama.


***


Karina dan Adit sedang di rumah Dila. Mereka sedang mengobrol di ruang tamu.


"Oh ya aku lupa, biar ku buatkan kalian teh"kata Dila.


"Sudah tidak usah Dila"ucap Karina.


"Loh kenapa? bukannya tamu itu harus di jamu kan"ujar Dila.


"Iya memang, tapi tidak usah repot-repot ya, kamu sebaiknya jangan banyak bergerak, kamu sudah hamil tua ,banyakin istirahat"kata Karina.


"Oh begitu, ya sudah"jawab Dila.


"Kamu di rumah ini tinggal sama siapa"kata Adit.


"Cuma berdua sama mas Anang pak"kata Dila.


"Gak usah panggil pak ya, panggil saya mas aja"kata Adit.


"Iya mas"jawab nya.

__ADS_1


"Jadi sekarang kamu tinggal sendiri dong"kata Karina.


"Iya mbak"jawab Dila.


"Dengan kamu hamil seperti ini alangkah baiknya kamu ada temannya"kata Karina.


"Ya gimana lagi mbak, gak papa kok kalau aku sendiri disini lagian di sekitar sini juga ada tetangga"kata Dila.


"Iya juga sih , tapi kalau kamu gak keberatan nih kamu tinggal aja di rumah kami ya kan Karina"ucap Adit. Karina mengangguk setuju.


"Tidak usah mas, aku tidak mau merepotkan kalian"ucap Dila tidak enak.


"Sama sekali tak merepotkan kita ya mas"kata Karina.


"Karina benar"Kata Adit.


"Sudah tidak usah, aku akan baik-baik saja disini"ucap Dila yang terus menolak.


Karena terus di tolak oleh Dila, mereka mengurungkan niat untuk mengajaknya pulang ke rumah, tapi Karina dan Adit berpesan pada Dila agar senantiasa menjaga diri nya baik-baik, dan kalau ada sesuatu yang tidak bisa ia lakukan, bisa menghubungi mereka berdua kapan pun.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu Dila, assalamualaikum"kata Karina.


"Walaikumsalam , hati-hati jawab Dila.


***


Sementara itu Tama mengamati gelagat Salma, dalam hati nya dia ingin mengikuti Salma yang pasti dia akan keluar. Salma meraih ponsel nya dan sedang mengetik, membuat semakin curiga Tama kepada nya.


"Mas aku keluar dulu ya"kata Salma.


"Mau kemana"tanya Tama.


"Biasa mas, keluar sama temen aja"kata Salma.


"Oh baiklah kalau begitu"ucap Tama.


"Yaudah aku pergi dulu mas, bye"kata Salma.


Tama memiki ide kalau dia harus mengikuti istri nya itu. Tampak Salma sedang mengobrol dengan pak Bejo.


"Pak Bejo"teriak Salma.


"Iya nyonya"sahut pak Bejo


"Mana kunci mobil, biar aku yang bawa mobil"


"Apa?? biar saya aja nyonya yang antar nyonya kemana"


"Gak mau, aku mau bawa mobil sendiri, cepetan mana kunci mobil nya, lama amat sih tinggal kasih aja"kata Salma yang terlihat kesal pada supir nya itu. pak Bejo pun menyerahkan kunci mobil kepada Salma.Segera lah Salma bergegas pergi menyetir mobil sendiru.Dari kejauhan, Tama mengamati Salma dan mengikuti nya.


Dering ponsel Salma berdering, ia pun mengangkatnya.


"Hallo, sayang iya tunggu aja ya"kata Salma sambil menyetir.


Dari belakang ,mobil Tama mengikuti mobil Salma. Dalam hati Tama, hendak pergi kemana istrinya itu. Sampai pada akhirnya Salma memarkirkan mobil nya di sebuah caffe. Ia pun berjalan menuju caffe, terlihat ia sedang duduk dengan seorang pria.


"Siapa pria itu"ucap Tama yang melihat dari Salma bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal itu.

__ADS_1


jangan lupa like, comment, subscribe, dan vote ya. sekian terimakasih 😊


__ADS_2