Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 14


__ADS_3

Pagi hari nya, Tama, Salma, dan Zahra menikmati sarapan nya. Tama masih belum menegur Salma, ia nampak begitu perhatian dengan putri kecil nya itu.


"Sayang, makan yang banyak, habis itu papa antar kamu ke sekolah ya"ucap Tama.


"Iya pa"jawab Zahra.


Salma hanya bisa diam mendengar percakapan mereka, dia ingin sekali menegur Tama tapi seperti nya Tama masih marah dengan nya.


"Aku harus cari cara agar mas Tama gak marah lagi sama aku, "batin Salma yang memikirkan cara agar Tama tak marah lagi dengan nya.


Setelah selesai makan , Tama mengantar Zahra ke sekolah, sementara Salma masih bingung cara apa yang ampuh supaya Tama memaafkan nya.


"Gimana cara nya ya"pikir nya, tiba-tiba muncul ide nya yang menurut nya ini akan berhasil.


"Oh ya aku suruh aja Zahra, pasti dia mau maafin aku, dia gak akan nolak kalau Zahra sudah bertindak"kata nya begitu optimis.


***


Karina sedang di belakang dapur mengecek keadaan bibit bunga yang ia tanam beberapa hari lalu, yang ternyata mulai tumbuh. Ia bergegas mengisi air untuk menyiram bunga itu, namun handphone nya berbunyi, ia pun segera mengecek siapa yang menelpon, ternyata nomor yang tidak di kenal,awal nya dia ragu mengangkat nya, namun dia memberanikan diri untuk mengangkat nya.


"Hallo, iya saya adalah kakaknya Raka, emang kenapa ya"


"Apa adik saya berantem sama siswa disana?baiklah saya akan segera kesana"ucap Karina mematikan ponsel nya.


Ia bergegas mencari pak Yono untuk mengantarnya ke sekolah nya Raka.


***


Sesampainya, Karina masuk ke ruang kepala sekolah, tampak adik nya sedang duduk berhadapan dengan kepala sekolah , ia tertunduk. Kepala sekolah itu menyuruh nya keluar dan mempersilahkan Karina duduk. Dia menjelaskan pada Karina bahwa Raka terlibat perkelahian di jam kelas sehingga membuat rekan kelahinya mengalami luka memar di bagian pelipis nya. Atas apa yang di buat oleh Raka di skors selama seminggu oleh pihak sekolah.


***


"Kakak benar kecewa sama kamu Raka"ucap Karina menatap Raka dengan wajah yang marah.


"Maaf kak , tapi memang dia yang salah, dia mengejekku anak yatim piatu, gak punya bapak sama ibu, aku naik pitam jadi aku hajar dia, biar tau rasa kak"kata Raka menjelaskan.


"Tetap saja Raka, kamu salah karena kamu menghajar nya,seharusnya kamu tidak melakukan itu, lihat sekarang kamu gak boleh sekolah selama seminggu ini, untung saja kamu tidak di keluarkan dari sekolah"ucap Karina.


"Iya kak, maaf"


***


Kali ini Salma mendekati Zahra yang sedag asyik menggambar.


"Zahra"sapa Salma.


"Iy ya ma"ucap Zahra sedikit takut, ia mengira kalau Salma masih marah dengan nya.


"Kok takut gitu sih, enggak mama mau ngomong sama kamu"

__ADS_1


"Ngomong apa ma"


"Mama maafin kamu kok soal kamu yang kemarin, tapi tolong bantu mama biar  papa gak marah sama mama ya, kan kalo Zahra yang ngomong pasti papa bakalan mau maafin mama"kata Salma , Zahra tersenyum , ia mau menuruti keinginan ibu sambung nya itu.


"Iya ma, nanti aku yang bujuk papa"jawab Zahra.


"Makasih ya "ucap nya yang langsung memeluk Zahra.


"Iya ma"jawab Zahra.


Dari belakang Zahra, Salma tersenyum sinis, usaha ini tidak akan gagal , Tama akan memaafkan nya lewat Zahra tentu nya.


**


Jam menunjukkan pukul 23.00 WIB,akhirnya Tama pulang , lalu masuk ke dalam. Nampak Zahra dan Salma menunggu nya di ruang tamu.


"Kalian"kata Tama.


"Kenapa belum tidur, Zahra apa yang kamu lakukan ini sudah malam"kata Tama.


"Papa , papa sayang Zahra gak"tanya Zahra. Tama tersenyum pada putri kecil nya itu.


"Ya sayang banget sama kamu , jangan di tanya lagi"ucap nya sambil mencubit lembut pipi Zahra yang tersenyum.


"Kalau papa sayang sama Zahra , papa maafin mama ya, papa gak boleh diemin mama, lagian itu salah Zahra juga yang gak hati-hati, mama juha udah maafin Zahra kok, jadi papa maafin mama ya"mohon Zahra pada Tama.


Salma menyimak obrolan mereka, berharap kalau Tama mau memaafkan nya. Sementara itu Tama sudah tahu bahwa Salma lah yang pasti membujuk Zahra agar aku bisa memaafkannya.


"Baiklah aku maafin kamu Salma, tapi perlu kamu ketahui bersikap baiklah pada Zahra, dia sangat sayang dengan kamu, aku harap kamu tidak mengulangi nya lagi"kata Tama pada Salma.


"Makasih mas, ya aku janji gak bakal begitu lagi "Salma senang akhirnya Tama memaafkan nya, Namun berat rasa nya untuk menyayangi Zahra tapi dia harus mencoba nya.


"Yaudah sekarang Zahra pergi tidur ya, udah malem"kata Tama.


"Iya pa"kata Zahra


"Sini biar mama antar kamu ke kamar"Salma mengantar Zahra ke kamar nya.


***


Di kamar


"Makasih ya Zahra, akhir nya papa maafin mama"kata Salma senang.


"Iya ma, aku senang kalau mama senang"ucap Zahra.


"Yaudah kamu tidur ya"kata Salma.


"Iya ma"

__ADS_1


***


Karina dan Kania tampak menunggu Adit yang belum kunjung pulang, yang membuat Kania khawatir begitupun dengan Karina.


"Bunda, kok ayah belum pulang"tanya Kania.


"Iya ya kata nya hari ini mau pulang, di tunggu siang, sore, sampe malem juga belum datang"jawab Karina bingung.


"Apa terjadi sesuatu sama ayah bun"tanya Kania lagi.


"Hush kamu jangan bicara kayak gitu Kania, kita doakan semoga ayah baik-baik saja , gak terjadi apa-apa ya"


"Hehe iya bun"


"Kalau Kania ngantuk ,Kania tIdur aja ya"ucap Karina.


"Enggak bun, aku mau nunggu ayah pulang"jawab Kania.


"Tapi ini dah malam sayang, besok kan mau sekolah"ujar Karina.


"Gak bun , pokoknya Kania mau nunggu ayah, boleh kan"pinta Kania.


"Yaudah sayang, kita tunggu aja ya"jawab Karina pada Kania yang hanya menganggukan kepala nya , tanda ia setuju.


Setelah lama nya  mereka menunggu, terdengar suara seorang mengetuk pintu, mereka langsung membuka nya, benar saja itu adalah Adit yang baru saja pulang dari kerja nya.


Kania langsung memeluk Adit, dia rindu dengan ayah nya itu.


"Ayah kenapa malam sekali pulang nya, Kania rindu ayah"kata Kania.


"Iya maaf sayang, ayah banyak kerjaan yang diselesaikan"ucap Adit. 


"Tapi ayah janji ya gak akan tinggalin Kania lagi"kata Kania.


"Bukan sperti itu sayang, ayah gak tinggalin Kania kok, ayah kan bekerja juga demi Kania juga "


"Iya ayah"


"Yasudah ayo pergi ke kamar kania ya sekarang, udah malam waktu nya Kania tidur"kata Karina.


"Iya bunda"jawab Kania.


***


Setelah memastikan Kania tidur, Adit dan Karina kembali ke kamar mereka. Tampak Adit sangat kelelahan.


"Mas capek ya, sini biar aku pijitin"kata Karina menawarkan diri.


"Tidak usah, aku tidak apa-apa jangan cemaskan aku, lebik baik kamu tidur sana"ucap Adit begitu ketus dengan Karina. 

__ADS_1


"Yaudah mas, aku tidur duluan ya"kata Karina, Namun Adit tak menghiraukan perkataan Karina, dia masih memijat sendiri tangan dan tengkuk leher nya yang terasa pegal.


__ADS_2