Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 40


__ADS_3

"Aduh sakit"ucap Kania meringis kesakitan, kening nya berdarah , ia pun menangis .


Bu Aminah, pak Edi , dan Raka menghampiri Kania dan pak Edi segera menggendong nya ke kamar Kania. Sementara itu tinggalah Raka dan bu Aminah. Beliau memarahi Raka yang sudah buat celaka Kania, cucu nya itu.


"Ini semua gara-gara kamu, lihat cucu saya jadi celaka"ucap bu Aminah murka.


"Maaf omah, Raka benar-benar gak sengaja"jawab Raka ketakutan.


"Maaf-maaf, awas aja ya kalau Kania kenapa-napa kamu yang saya salahkan "ancam bu Aminah kepada Raka yang tertunduk takut.Bu Aminah pun segera menyusul Kania di kamar nya.


Raka merasa bersalah atas kejadian tersebut, lantas Karina melihat adik nya itu yang terlihat aneh sikap nya terkesan tidak bersemangat, ia pun menghampiri Raka.


"Raka kamu kenapa, kayak gak bersemangat gitu"tanya Karina.


Raka tidak mau menjawab, dia takut kalau kakak nya tau dia telah mencelakai Kania, Karina akan memarahi nya.


"Hei Raka, kakak tanya kamu kenapa"ucap Karina.


"Gak ada kok kak"ucap nya gugup.


"Kayak nya ada yang kamu sembunyikan, cepat beri tahu kakak"desak Karina.


"Gak ada kak"ucap nya lagi.


"Raka"ucap Karina dengan suara nada tinggi.


Raka pun menceritakan sebenarnya , kalau Kania celaka gara-gara dia.


"Tapi kakak jangan marah ya"


"Iya apa dulu"


"Sebenarnya Kania jatuh trus kepala kejedot pintu, gara-gara aku kak"


"Apa!!! kok bisa"


"Kami tadi lagi main kejar-kejaran"


"Raka kamu itu ya kakak tu udah mewanti-wanti sama kamu jangan ajak Kania main kejar-kejara nanti jatuh, kamu gak dengerin omongan kakak sih"


"Ya maaf kak, Raka gak sengaja"


"Sekarang Kania dimana"


"Dia di kamar nya sama omah dan opah "


"Waduh gawat ni mama pasti marah besar, tapi aku harus lihat keadaan Kania"Batin Karina, ia pun meninggal kan Raka, dan menuju kamar Kania.


Sesampai nya, Kania masih saja menangis, tapi kening nya sudah diobati oleh nenek dan kakeknya.


"Kania sayang"ucap Karina memeluk Kania.


"Bunda"jawab nya


"Udah jangan nangis ya sayang"kata Karina, hingga bu Aminah pun angkat bicara.


"Gimana gak nangis coba cucu ku jatuh kepalanya kejedot pintu sampai berdarah begitu, itu semua gara-gara adik kamu!!"omel bu Aminah pada Karina.


"Maafkan adik saya ya ma, dia tidak sengaja melakukan ini"jawab Karina.


"Tidak sengaja, dia itu memang jadi biang masalah, lihat dulu dia sudah mencelakan saya dan sekarang kania"ucap bu Aminah lagi.


"Iya ma, Karina yang mewakili Raka meminta maaf ma atas kelakuan adik saya"ucap Karina.

__ADS_1


"Tolong ya kamu ajarin sama adik kamu, biar dia gak buat masalah lagi dirumah ini"kata bu Aminah.


"Iya ma, saya pastikan Raka tidak akan mengulangi nya lagi"jawab Karina.


Setelah selesai menerima ocehan dari ibu mertua nya, Karina mencari Raka, yang ternyata dia sedang duduk di kamar nya.


"Raka"kata Karina.


"Kak aku mohon maafin aku ya"kata Raka takut.


"Ayo ikut kakak sekarang!!"Karina menarik tangan Raka dan membawa nya ke kamar Kania untuk minta maaf.


"Cepat kamu minta maaf sama Kania"perintah Kania, yang di saksikan juga bu Aminah dan pak Edi.


"Maafin aku ya Kania, tolong maafin aku "ucap Raka memohon.


"Kak Raka gak salah kok, aku yang gak hati-hati"ucap Kania.


"Tetap saja Kania dia salah"ucap bu Aminah.


"Gak omah, Kak Raka gak salah"Tegas Kania pada Bu Aminah, beliau pun mengalah dan mengiyakan perkataan cucu nya, beliau terpaksa melakukan nya agar Kania senang.


"Iya Kania, yaudah kamu istirahat ya, omah sama opah pergi dulu"


"Ok omah"


Raka mendekati Kania dan berterimakasih pada nya.


"Makasih ya kania, kamu memang baik"ucap Raka.


"Kan aku bilang memang kak Raka gak salah , kenapa kak Raka terima kasih sama aku"


"Hehe"ucap Raka tertawa.


***


Lima bulan kemudian, Karina dan Adit senang setelah di periksa dokter tadi bahwa Karina sedang mengandung anak laki-laki.


"Alhamdulillah sayang, akhirnya keinginan ku tercapai"ucap Adit sangat senang.


"Iya sayang ,aku bahagia banget"jawab Karina sambil tersenyum.


"Mama dan papa pasti senang tau kabar ini, ayo kita beritahu mereka"ajak Adit.


Mereka memberi tahu bu Aminah dan pak Edi, mereka sangat senang sekali, terlebih lagi bu Aminah , dia memang mendambakan cucu laki-laki.


"Alhamdulillah akhirnya nanti aku punya cucu laki-laki"ucap bu Aminah bahagia.


"Iya ma"jawab Karina.


"Karina pokoknya kamu jaga baik-baik cucu ku ya"


"Iya ma, itu pasti"


"Mama gak sabar deh pengen gendong cucu ku "


"Adit juga gak sabar juga ma"


"Pokoknya kitq doakan saja Karina dan bayi yang di kandung sehat, dan di lancarkan di hari persalinan nanti"ucap pak Edi.


"Aamiin"ucap mereka bersamaan.


***

__ADS_1


Sementara itu Lita merasa semakin mencurigai suami nya itu, karena Marko sekarang tingkah laku nya mencurigakan menurut nya, dia takut kalau Marko memang benar berselingkuh dengan wanita lain.


"Semakin hari , semakin aneh deh tingkah mas Marko, makin kesini aku makin curiga sama dia,terlebih lagi aku lihat di baju nya ada noda lipstik"ucap Lita.


"Aku harus cari tau, aku harus ikuti setiap gerak-gerik dia tapi secara diam-diam"


Marko pun pulang ke rumah, Lita seolah bersikap tak ada apa-apa dan bersikap biasa saja. Marko terlihat membawa martabak kesukaan Lita.


"Sayang"sapa Marko.


"Iya mas"jawab Lita.


"Ini aku bawa martabak manis kesukaan kamu"


"Oh iya sayang makasih"


"Iya sayang"


"Rupanya dia menyogok ku dengan ini, tunggu saja mas aku akan menguak kebohongan kamu"batin Lita.


Tiba-tiba ponsel marko berbunyi.Lita pun menanyai Marko.


"Dari siapa mas"tanya Lita.


"Dari rekan kerja yang mau ketemu urusan kantor sayang , em yaudah deh aku kayak nya gak bisa temenin kamu , gak apa-apa kan sayang"


"Gak apa-apa kok sayang, pergilah"


"Yaudah aku pergi ya, bye"


"Bye"


"Kamu bukan ketemu rekan kerja kamu mas, pasti kamu menemui selingkuhan mu itu, awas ya mas, aku akan ikutin kamu diam-diam"


Marko berangkat menggunakan mobil, disusul dari belakang Lita yang mengendarai mobil sendiri. Lita harus hati-hati agar Marko tidak tahu, kalau dia mengikuti nya dari belakang. Sesampainya di rumah Salma, Marko pun memasuki rumah itu.


"Oh ini dia rumah wanita itu"ucap Lita.


Salma pun menyambut kedatangan Marko dengan pelukan.


"Sayang aku kanget banget sama kamu"


"Iya sayang sama,aku juga kangen banget sama kamu"


Lita melihat mereka bermesraan itu dari balik kaca ruang tamu, dia sangat sakit hati dan kecewa.


"Yaudah sayang, kita ke kamar yuk"ajak Salma.


"Ayo"jawab Marko.


Namun pada saat ingin melangkah kan kaki, tiba-tiba , seseorang mengetuk pintu.


Tok...tok...tok


"Kayak nya ada tamu deh mas"kata Salma.


"Iya siapa ya, yang tau sama kamu kan cuma aku"jawab Marko bingung.


"Kita buka aja mas"


Salma pun membuka pintu, dan betapa terkejut nya Marko setelah tau orang yang bertamu ke rumah Salma adalah istri nya.


"Lita"kata Marko kaget.

__ADS_1


jangan lupa like, comment, subscribe dan vote ya para readers, terimakasih😊


__ADS_2