
"Iya seperti nya kamu menunjukkan ciri-ciri hamil"kata bu Aminah.
"Masa sih bu??"ucap Karina tidak yakin.
"Coba kamu testpack, siapa tau memang kamu lagi hamil"
"Iya bu, sebentar aku kayak nya menyimpan nya di kamar"ucap Karina segera mengambil testpack di kamar nya, kemudian kembali ke kamar mandi lagi.
"Ini ma testpack nya"ucap Karina.
"Ya tunggu apalagi, cepat pakai"kata bu Aminah.
Karina masuk ke dalam kamar mandi.Bu Aminah menunggu di luar dan berharap kalau menantu nya itu benar-benar hamil, dia sangat mendambakan seorang cucu dari Karina.
"Semoga benar-benar hamil ya Allah"ucap bu Aminah penuh harap.
Karina pun membuka pintu kamar mandi, dan memberi tahu bu Aminah.
"Ma ini hasil nya"ucap Karina, ternyata benar Karina memang benar-benar, karena di testpack nya bertanda dua garis merah.Bu Aminah merasa senang sekali, akhir nya dia punya cucu lagi.
"Alhamdulillah karina, makasih ya,Adit pasti senang sekali dengar kabar ini"
"Hehe iya ma"
***
Bu Aminah memberitahu pak Edi bahwa Karina hamil.
"Pa Karina hamil pa"ucap bu Aminah.
"Syukurlah ma, papa senang dengar nya , bakalan nambah lagi cucu kita"kata pak Edi.
"Mama berharap sih Karina nanti lahirin bayi laki-laki, karena kan perempuan udah ada Kania"ucap bu Aminah.
"Laki atau perempuan sama saja ma"jawab pak Edi.
"Ya apa salah nya kan pa mama berharap pengen punya cucu laki-laki"
"He iya ma"
***
Jam menunjukkan pukul setenga dua belas, akhirnya Adit pun pulang, dan masuk ke dalam kamar, ia mendapati Karina yang belum tidur.
"Loh sayang kok belum tidur sih"kata Adit.
"Hehe sebenarnya aku mau kasih kejutan buat kamu"ucap Karina, hingga membuat Adit heran plus penasaran.
"Apa itu sayang"kata Adit ingin tahu.
"Taraaa!!!" Karina menunjukkan hasil testpack itu kepada Adit, sontak Adit pun senang melihat dua garis merah di testpack tersebut yang berartu Karina sedang mengandung anak nya.
"Kamu hamil sayang???alhamdulillah ya Allah terimakasih telah mengabulkan doa kami selama ini"ucap Adit senang san terharu.
"Iya mas alhamdulillah mas"ucap Karina senang.
"Sebaiknya besok kita ke dokter ya, untuk periksa kan kandungan kamu, biar besok aku temani"kata Adit.
__ADS_1
"Benar mas, kamu mau temani aku, terima kasih ya mas"jawab Karina.
"Iya sayang demi calon utun ini , mas akan selalu jaga dia dan kamu agar baik-baik saja"jawab Adit sambil tersenyum.
"Oh ya Kania,mama, papa dan Raka udah tau kamu hamil"
"Udah mas, mereka semua senang sekali"
"Syukurlah ya"
"Mungkin kalau Diana sudah besar dia pasti senang ya mas kalau dia bakalan punya adik"
"Iya sayang, yasudah kamu tidur ya, besok pagi kita ke dokter"kata Adit.
"Iya mas"
****
Pagi nya, Karina dan Adit siap-siap untuk pergi ke dokter. Sesampai nya di klinik, Karina masuk ke dalam ke dalam. Dokter pun memeriksa kandungan Karina, mulai dari memeriksa detak jantung nya dan melakukan usg untuk mengetahui usia kandungan Karina. Setelah selesai, dokter mengatakan kepada Adit dan Karina.
"Detak jantung nya normal, semua baik, usia kandungan ibu Karina masih muda yakni baru 6 minggu, jadi belum bisa kita memastikan jenis kelamin nya"kata dokter tersebut.
"Oh begitu ya dokter, jadi kapan kami bisa lihat jenis kelamin nya"tanya Adit.
"Biasa nya kalau sudah menginjak usia 4 bulan ke atas sudah bisa kita lihat jenis kelamin nya"
"Oh baik lah kalau begitu dok"ucap Adit.
"Bu Karina ini obat dan vitamin buat ibu jangan lupa di minum "kata dokter tersebut.
"Ya selamat pagi kembali"
***
Diperjalanan pulang, Karina nampak mengelus perut yang belum terlihat buncit, Adit melihat nya dan ikut mengelus perut Karina.
"Sehat terus ya sayang, ayah gak sabar deh pengen ketemu kami nanti"kata Adit. Mendengar ucapan Adit itu Karina tersenyum bahagia, akhirnya kebahagiaan mereka terasa lengkap rasanya.
"Aku berharap sih dedek utun ini laki-laki"pinta Adit.
"Mas laki atau perempuan sama saja"
"Iya mas tau tapi apa salah nya kan berharap ,siapa tau jadi kenyataan"
"Iya mas, tapi jangan terlalu berharap lebih mas, sedikasih nya sama Allah , Laki atau perempuan , semua anak itu anugerah"
"Hehe iya sayang"
***
Sementara itu Marko dan Salma terlihat sedang berada di sebuah restorant yang cukup mewah.Lalu datang lah seorang pramusaji menghampiri mereka.
"Maaf tuan dan nyonya, mau pesan apa"
tanya seorang pramusaji tersebut.
"Iya sebentar ya mbak, aku tanya pacar saya dulu"
__ADS_1
"Sayang kamu mau pesan makanan apa"
"Samain kamu aja"
"Oh yaudah mbak, samain aja kami berdua, aku pesan ini, ini dan sama minuman yang ini"ucap Salma menunjukkan menu yang ia pilih kepada pramusaji itu.
"Baiklah pesanan tuan dan nyonya akan segera di antar, mohon untuk menunggu sebentar"
"Iya"
***
Selesai makan, Salma mengajak Marko ke mall, rupanya ia ingin membeli baju dan sepatu.
"Sayang kita ke mall aja ya, aku pengen beli baju sama sepatu"
"Iya sayang, pokoknya akan aku turutin semua keiginan kamu"
"Hehe makasih sayang, aku makin sayang sama kamu"
"Kiss dulu dong"
Marko meminta Salma mencium pipi nya, Salma menuruti keinginan lelaki itu dan mencium pipi Marko.
"Hehe, yaudah ayo kita berangkat"ajak Marko,pada Salma.
"Iya ayo sayang"jawab Salma.
Sesampai disana, Salma tampak asyik memilih baju mana yang ia pilih sedangkan Marko dia menunggu.
"Ini cocok gak ya, kayak nya bagus nih , dan yang ini juga bagus, aku coba dulu deh "
Salma pun menjajal baju yang ia pilih dan memberi tahu Marko apakah cocok dengan nya atau tidak.
"Sayang lihat cocok gak !!!"ucap Salma.
Mata Marko terbelalak , ia terpanah melihat memakai baju dress selutut berwarna maroon, yang terlihat sangat cocok dengan nya dan anggun Salma memakai nya.
"Kamu cantik sekali sayang"puji Marko. Hingga membuat Salma merasa senang dan tersipu malu.
"Ah bisa aja kamu sayang, kalau gitu aku aku pilih baju ini sama ini deh kalau kata kamu cocok dan cantik aku yang memakai nya, tunggu sebentar ya sayang aku mau bayar baju-baju ini"ucap Salma pada Marko.
"Iya sayang, tenang aja kok aku akan setia nungguin kamu"ucap Marko.
"Huf gombal terus deh"kata Salma.
Selesai membayar mereka memutuskan untuk pulang.
"Gimana kamu puas hari ini"ucap Marko.
"Puas sayang , makasih ya sayang kamu udah luangin waktu buat aku "jawab Salma sambil memeluk Marko.
"Iya Sayang"jawab Marko, mereka masih dalam keadaan saling berpelukan, namun dari kejauhan Lita berjalan dan melihat mereka dari belakang, seperti nya Lita mengenali pria itu.
"Kok kayak mas Marko ya"batin Lita.
Jangan lupa like, comment, subscribe dan vote ya para readers😊makasih😊
__ADS_1