
Zahra menangis, ia tak menyangka bahwa akan di hukum seperti ini, ia berdoa semoga Salma membukakan pintu tersebut dan memaafkan nya.
"Ya Allah, semoga mama maafin Zahra dan gak ngurung Zahra lagi"kata nya sambil menangis.
***
"Uh rasakan , bikin kesel aja tuh anak, ada aja kelakuan nya "kata Salma mengomel.
"Itu hukuman buat dia karena udah bikin aku kesal, dah lah aku mau pergi aja lama-lama aku bisa stress kalau di rumah ,lebih baik aku ke kafe aja sekarang"kata Salma, ia memutuskan pergi ke kafe untuk menenangkan pikiran nya yang kesal karena ulah anak sambung nya itu.
Sesampai cafe, dia menikmati scangkir kopi disana. Ia merasa sangat rilex sekali. Namun tak sengaja kedua teman nya melihat Salma duduk sendirian. Mereka pun menghampiri Salma.
"Hai Salma "kata salah seorang teman nya.
"Kalian "kata Salma.
"Ketemu lagi kita ya"ucap teman nya satu lagi.
"Kalian ngikutin aku ya, kok bisa kebetulan ketemu terus"ucap Salma heran.
"Jangan GR dulu ya kita gak ngikutin kamu, kebetulan aja ketemu"ucap teman nya.Salma tidak menyahut ucapan nya, dia masih asyik menikmati kopi.
Sementara itu Kania dan Raka nampak bermain , Karina sedang duduk rebahan sambil memainkan ponsel nya. Tiba-tiba ponsel nya berdering, panggilan masuk dari Adit. Ia kemudian mengangkat nya.
"Hallo mas, oh iya mas, iya"kata Karina sambil memutuskan panggilan telpon dari Adit.
"Ada apa bunda"tanya Kania.
"Gak sayang , ini ayah gak pulang malam ini"kata Karina.
"Loh ayah kemana emang nya"tanya Kania.
"Ayah ada kerjaan sayang, kemungkinan besok ayah pulang"kata Karina.
"Kania bakalan rindu ayah"ujar Kania.
"Ayah gak akan lama sayang, kan besok udah pulang"
"Iya bunda"jawab Kania.
***
Tama pulang cepat dari kerja nya, dia masuk ke dalam, nampak sepi sekali.
"Kemana Salma dan Zahra "tanya Tama bingung.
"Mungkin Salma mengajak Zahra keluar"tebak Tama , ia pun bergegas pergi ke kamar nya untuk mengganti baju, melewati kamar Zahra, ia bingung kenapa kamar Zahra di kunci.Ia pun mengintip dari celah pintu , terlihat Zahra sedang tidur di lantai.
"Itu Zahra ada di dalam, tapi kenapa di kunci kamar nya"Tama bingung sejenak lalu mengambil kunci cadangan kemudian membuka pintu tersebut.
Ia membangunkan Zahra yang sedang tidur di lantai.
__ADS_1
"Sayang , bangun"kata Tama.
Kemudian Zahra terbangun dari tidurnya, ia terkejut mendapati papa "nya sudah ada di kamar nya.
"Ayah, kenapa papa bisa masuk ke kamar ini"tanya Zahra.
"Harus nya papa bertanya sama kamu, kenapa kamu ada di dalam sedangkan kamar kamu di kunci"tanya balik Tama pada Zahra yang hanya diam membisu, dia takut kalau sampai Tama tau kalau Salma lah yang sudah mengurung nya di kamar.
"Sayang kenapa diam, ayo bicara sama papa"kata Tama.
"Tidak apa-apa pa"Zahra terpaksa berbohong pada Tama.
"Ini pasti ulah Salma, siapa lagi kalau bukan dia"batin Tama, ia menerka kalau semua itu ulah dari Salma.
"Mama kemana sayang"tanya Tama.
"Aku gak tau pa"Jawab Zahra.
"Dia pasti pergi keluar , awas saja kalau pulang"kata Tama dalam hati.
"Ya sudah sayang, kamu cuci muka dulu ya , kamu sudah makan"tanya Tama.
"Belum pa"jawab Zahra.
"Kamu cuci muka ya, habis itu kita makan"
"Iya pa".
***
Tok.. Tok..tok
Seorang mengetuk pintu, Tama membukakan pintu, ternyata itu adalah Salma yang baru pulang.
"Dari mana saja kamu"tanya Tama.
"Loh mas, udah pulang ya, biasanya kan mas pulang larut"kata Salma.
"Aku pulang cepat "jawab Tama.
"Oh "kata Salma, ia pun bergegas pergi meningglkan Tama, namun Tama mencegah nya.
"Tunggu, aku perlu bicara dengan kamu"kata Tama.
"Kenapa mas"tanya Salma.
"Apa kamu yang mengurung Zahra di kamar"ucap Tama. Salma menghela napas nya, ia berkata jujur memang dia yang melakukannya.
"Iya mas, aku yang kurung dia, soalnya dia itu udah bikin aku kesel banget tadi"jawab Salma.
"Perkara apa sih sampai kamu tega kurung dia, kamu gak kasihan sama Zahra, dia itu anak mu juga walaupun kamu bukan mama nya"kata Tama menaikkan suara nya.
__ADS_1
" aku tu kesal aja Zahra itu ceroboh masa bedak ku sampai hancur gitu, mana kaca nya pecah lagi, bedak itu kan penting buat aku, mana mah lagi"jawab Salma.
"Cuma karena bedak kamu tega melakukan itu sama anak ku , kamu jahat"kata Tama marah.
"Mas tolong mas jangan marah gitu dong, yang penting kan sekarang gak apa-apa kan, gak ada sesuatu terjadi sama dia kan"ujar Salma.
"Tetap saja kamu sudah keterlaluan"jawab Tama marah kemudian pergi meninggalkan Salma.
Salma menghela napas, ia menduga kalau Zahra sudah mengadu pada Tama.
"Pasti ini Zahra yang ngadu sama mas Tama awas aja nanti"batin Salma kesal.
***
Di situasi lain, Karina nampak sedang menemani Kania dan Raka yang sedang belajar.
"Bunda, besok ayah pulang pagi, siang ,sore , atau malam, atau tengah malam"tanya Kania panjang.
"Lengkap banget sayang, bunda kurang tau, yang pasti besok ayah pulang"jawab Karina.
"Oh semoga aja ayah pulangnya gak malam-malam banget, supaya Kania bisa peluk ayah,soalnya Kania kangen sama ayah"ucap Kania.
"Hehe semoga saja sayang"jawab Karina.
"Kakak bisa gak jawab ini"kata Raka.
"Kamu ini, malah tanya kakak , maka nya belajar Raka, gimana nanti ada ulangan semester akhir gak bisa jawab, mau gak naik kelas"kata Karina.
"Gak mau lah kak, jangan sampai gak naik kelas, kan malu"jawab Raka.
"Itu kamu tau, udah kamu jawab sendiri"
"Iya deh iya, orang aku cuma tanya doang"ketus Raka.
"Apa kata kamu"Karina mendengar ucapan Raka itu.
"Gak kak, hehe ini , oh iya ada nyamuk gigit aku, aduh gatel banget"ucap Raka mengelak.
"Oh, yaudah lanjutin belajarnya"perintah Karina.
"Siap bos"jawab Raka sambil hormat kepada Karina.
****
Salma masuk ke dalam kamar, ada Tama disana, ia pun mendekati Tama.
"Mas"kata Salma.Namun Tama tak menjawab, Salma tahu kalau Tama masih marah kepada nya.
"Udah mas, jangan marah gitu "kata Salma.
Tama masih saja diam, dia pun memutuskan pergi meninggalkan Salma.
__ADS_1
"Mas mau kemana"kata Salma menarik tangan Tama, namun Tama melepaskan tangan Salma.
"Aku mau tidur di ruang tamu saja"kata Tama berlalu pergi meninggalkan Salma.