
Karina terkejut mendengar apa yang orang bicarakan di dalam telepon.
"Papa sakit ma" ternyata yang menelpon itu adalah mama nya Adit yakni ibu Aminah.
"Ok , aku sama mas Adit akan kesana nanti soalnya Mas Adit masih kerja dan Kania juga belum pulang, tapi mama jangan khawatir nanti kami akan kesana"ucap Karina menutup telpon nya.
***
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi, Salma baru bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukanya kemudian sarapan. Sampai di meja makan. Dia melihat makanan yang ia tak mu memakan nya. Akhirnya dia memanggil bik ijah dengan suara yng keras.
"Bik , bibik"teriak Salma.
"Iya nyonya"kata bibik ijah mendekati Salma.
"Kok makanan gini sih, aku gak mau, masa gak tau makanan yang biasa aku makan kalo pagi gini"kata Salma kesal.
"Iya maaf nyonya, kan nyonya belum bangun jadi belum saya masak, bukankah nyonya pengen makanan yang masih hangat"kata bibik ijah.
"Yaudah kamu masak sana, aku mau mandi dulu, tapi ingat kalau aku sudah selesai mandi makanan nya harus sudah siap ya"kata Salma.
"Baik nyonya"jawab bik Ijah.
***
Karina tampak mengemas beberapa pakaian nya dan Adit juga Kania, karena mereka akan pergi ke desa hari ini. Dia melihat jam, ternyata sudah pukul sepuluh pagi lewat.
"Udah jam segini biasa nya Kania udah pulang"ucap nya.
"Bunda"terdengar suara orang yang memanggil nya sebutan bunda sudah pasti itu Kania. Ia pun menemui Kania.
"Sayang"kata Karina.
"Bunda, mau kemana kok pake baju bagus sih"
"Kita mau ke rumah opah sama oma di desa, soalnya opah sakit sayang"kata Karina.
"Oh gitu"jawab Karina.
"Yaudah, sekarang kamu ganti baju ya, bunda mau telpon ayah kamu"
"Ok bun"
Setelah memberi tahu Adit lewat telepon, Karina dan Kania menunggu Adit pulang.
"Kira-kira ayah lama gak sih bun"tanya Kania.
"Kita doa kan saja di jalanan gak macet jadi Kita
bisa cepat temui oma sama opah kamu"ucap Karina.
"Iya bun"
Setelah menunggu kira-kira tiga puluh menit lama nya, Akhirnya Adit pulang, langsung mereka berangkat untuk menemui orang tua Adit. Di perjalanan Adit bertanya pada Karina.
"Sayang, kapan mama telpon kamu"tanya Adit.
"Tadi pagi mas"kata Karina.
"Loh kok gak langsung beri tahu mas sih mas kan bisa pulang lebih cepat"kata Adit.
__ADS_1
"Iya memang, tapi kan Kania juga pasti mau ikut, jadi tunggu Kania pulang dulu"jawab Karina.
"Oh iya ya pasti putri kecil ini marah kalau gak di ajak"ucap Adit pada Kania.
"Iya dong masa aku gak di ajak. Aku kan kangen sama opah dan omah"ucap Kania.
"Iya sayang"ucap Karina.
Setelah melewati perjalanan yang cukup lama, akhirnya malam nya mereka sampai di rumah orang tua Adit. Mereka segera masuk dan menemui pak Danu yang sedang terbaring di kasur.
"Pa maafkan Adit baru sampai malam begini"kata Adit.
"Tidak apa-apa nak, papa hanya rindu dengan kalian"kata pak Edi.
"Papa kamu memang sering sakit, tapi gak mau di ajak ke rumah sakit, dan ini juga atas permintaan dia yang ingin kalian datang kesini, kata nya papa kangen sama kalian"kata bu Aminah.
"Loh kok papa gak mau di rawat di rumah sakit, kan supaya sembuh pa"kata Adit.
"Sudah papa tidak apa-apa namanya juga sudah tua sering sakit-sakitan yang terpenting kalian ada dsini, papa udah senang"kata pak Danu.
"Gimana kalo mama sama papa ikut kita aja ya kan mas, kan aku bisa membantu mama merawat papa"kata Karina.
"Karina benar ma, pa mau kan"kata Adit.
"Mama sih nurut papa aja sih, gimana pah"kata bu Aminah.
"Sudah papa gak enak jadi ngerepotin nanti"kata pak Edi.
"Sama sekali gak pa, malahan kami senang kalau papa sama mama tinggal sama kami"kata Karina.
"Iya opah, oma mau ya please"kata Kania memohon.
"Kalau begitu besok pagi kita berangkat"ucap Adit pada semuanya.
***
Jam menunjukkan pukul sebelas malam , Tama dan Salma bersiap-siap untuk tidur, namun mereka di kejutkan oleh teriakan Zahra. Mendengar hal itu mereka berdua bergegas ke kamar Zahra. Sesampai nya Zahra nampak ketakutan.
"Sayang kamu kenapa"kata Tama.
"Kamu mimpi ya "tanya Salma.
"Iya pa, ma aku mimpi buruk, aku takut"kata Zahra.
"Kamu jangan takut sayang, itu hanya mimpi"kata Tama.
"Tapi pa aku takut"ucap Zahra.
"Yaudah kalo kamu takut tidur disini, ayo tidur di kamar papa dan mama"kata Tama.
"Apa mas? Zahra tidur kamar kita, apa muat"kata Salma yang mulai tidak suka atas ide Tama itu.
"Muat kan kasur kita besar, cukup untuk bertiga"kata Zahra.
"Yaudah tapi untuk malam ini saja ya"ucap Salma terpaksa menyetujuinya.
"Ayo Zahra kita ke kamar papa dan mama"ajak Tama.
Zahra mengangguk setuju dan mengikuti Tama ke kamar, sementara Salma terlihat sebal sekali, dia tak bisa berbuat apa-apa malam ini selain menyetujui perkataan Tama. Dia menghela napas nya.
__ADS_1
"Dasar anak manja, tapi gak papa hanya untuk malam ini saja"batin Salma.
Sampai di kamar, Zahra tidur di tengah-tengah Tama dan Salma.
"Mereka sudah tidur semua"batin Salma.
Tiba-tiba Zahra yang tengah tidur memeluk Salma yang berada di sampingnya, sontak membuat Salma tak nyaman, dia melepaskan pelukan Zahra itu namun Zahra masih saja memeluk nya.
"Hufh nyebelin banget anak ini, aku ampe gak bisa gerak, bisa-bisa aku gak bisa tidur nyenyak malam ini gara-gara dia"batin Salma kesal.
***
Pagi telah tiba, matahari telah memancarkan cahaya, Adit, Karina, Kania dan kedua orang tua Adit siap-siap berangkat.
"Apa sudah siap semua"kata Adit.
"Sudah semua mas"Kata Karina.
"Yasudah waktu nya berangkat"kata Adit.
***
Sementara itu Salma, Adit, dan Zahra sedang sarapan, terlihat kalau Salma lesu sekali dan merasa ngantuk namun masih bisa menahannya.Tama melihat Salma heran kenapa dengan nya.
"Kamu kenapa Salma"tanya Tama.
"Gak papa mas"ucap Salma mencoba untuk bersikap sperti biasa.
"Kamu kayak lesu gitu"kata Tama.
"Gak papa mas, ayo kita makan"kata Salma.
Mereka pun melanjutkan sarapan nya.
"Hufh sebenarnya aku ngantuk banget, ini semua gara-gara Zahra, aku jadi gak bisa tidur tadi malam"batin Salma.
****
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhir nya mereka sampai di rumah Adit. Pak Edi dan bu Aminah sangat terkejut sekali melihat rumah Adit yang sangat mewah.
"Wah nak, ini rumah mu, bagus sekali"kata bu Aminah.
"Iya bu"jawab Adit
"Papa bangga kamu sekarang jadi orang yang sukses sekarang, lihat kamu sudah bisa beli rumah sebagus dan semewah ini"kata pak Edi.
"Ini juga berkat doa mama dan papa"kata Adit.
"Yasudah ayo kita semua masuk"ajak Karina.
Karina dan Adit menunjukkan kamar untuk pak Edi dan bu Aminah.
"Terima kasih ya kalian sudah ijinkan kami tinggal disini"kata bu Aminah.
"Mama gak perlu bilang begitu, kalian adalah anggota keluarga juga disini, kami senang kalau mama dan papa ada disini"ucap Karina sambil tersenyum.
***
Dalam kamar Salma berbaring di tempat tidur, dia lesu dan merasa sangat pusing. Lalu dia pun keluar dari kamarnya. Namun pada saat menuruni tangga, tiba-tiba pandangan nya jadi berkunang-kunang, dan akhirnya dia pun pingsan, untung saja bik ijah sigap menangkap tubuh Salma.
__ADS_1
"Nyonya, nyonya kenapa, tolong, tolong"teriak bik Ijah panik seraya minta tolong.