
"Karina"ucap pria itu yang juga kaget melihat Karina.
"Hanan , aku gak percaya bisa ketemu kamu, kita udah lama loh gak ketemu"kata Karina.
"Iya Karin, terakhir pas kita ambil ijazah SMA kan"ucap Hanan. Rupanya Hanan ini adalah teman semasa sekolah Karina dulu. Mereka memang sangat akrab.
"Apa kabar kamu"Tanya Hanan.
"Baik nan, kamu"jawab Karina.
"Seperti yang kamu lihat, baik juga"jawab nya.
"Oh ya kamu beli obat ini siapa yang sakit, ibu sama bapak kamu"tanya Hanan.Mendengar Hanab menyebut nama orang tua nya, Karina jadi sedih.
"Kamu kok sedih "kata Hanan.
"Ibu sama bapak ku udah meninggal nan"kata Karina.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun maaf ya Karina jadi bikin kamu sedih"kata Hanan.
"Gak papa kok, obat ini papa ku"ucap Karina.
"Kamu udah di angkat anak sama orang "tanya Hanan.
"Bukan Hanan, ini buat mertua aku"Kata karina. Mendengar hal itu, Hanan terkejut.
"Apa kamu sudah menikah"
"Iya nan"
"Habis lah sudah harapan ku , aku berharap kamu masih sendiri, jadi aku bisa mendekati kamu, aku sudah lama suka sama kamu tapi aku tidak berani mengungkapkan nya"batin Hanan, hingga membuat Karina heran.
"Hanan"panggil Karina.Lalu Hanan pun tersadar.
"Iya Karina"jawab nya.
"Kamu kenapa"Kata karina.
"Gapapa kok"ucap nya.
"Kalau gitu aku pamit pulang dulu ya,pasti mama sama papa nungguin"Kata Karina.
"Mau aku anter "kata Hanan.
"Gak usah , ada sopir ku yang antar, kalau gitu aku,pulang dulu"Kata Karina.
"Ya hati-hati"jawab Hanan.
****
Bu Aminah dan pak Edi mencemaskan Karina yang belum juga pulang.
"Aduh kok Karina belum pulang-pulang juga ya, mama jadi khawatir"kata bu Aminah.
"Iya ma , papa juga mencemaskan dia"kata pak Edi.
Raka dan Kania melihat mereka berdua lalu menghampiri nya.
"Opah oma mana bunda"Kata Kania.
"Bunda kamu beli sesuatu tapi belum pulan juga"kata bu Aminah.
__ADS_1
"Gimana kalo oma telepon kak Karina aja"kata Raka.
Bu Aminah mencoba menelpon Karina tapi tidak angkat.
"Gak di angkat lagi"kata bu Aminah.
"Apa kita susul dia ke apotek"kata pak Edi.
"Benar juga"kata bu Aminah.
Mereka pun bergegas menyusul Karina, namun Karina baru saja sampai.Bu Aminah menghela napas lega begitu pun juga pak Edi.
"Syukur lah Karina,mama mencemaskan kamu"kata bu Aminah.
"Iya maaf ya ma jadi nunggu lama"kata Karina.
"Mama dan papa kira terjadi sesuatu sama kamu"kata bu Aminah.
"Gak ma, ini obat buat papa"kata Karina sambil memberikan obat yang ia beli tadi di apotek.
"Makasih Karina"kata pak Edi.
"Tidak perlu berterimakasih pa, aku senang kalau aku bisa membantu apalagi kan papa kan mertua ku"kata Karina.Mendengar perkataan Karina, pak Edi tersenyum.
***
Sementara itu malam hari nya, Salma nampak asyik mengobrol dengan seseorang lewat handphone. Rupanya itu adalah Marko yang baru ia kenal kemarin. Sudah larut, akhirnya Tama pun pulang dan masuk ke dalam kamar, mengetahui hal itu Salma langsung mematikan panggilan tersebut , hingga membuat Marko heran.
"Kok di putus sih"kata Marko.
"Hem mungkin abis batre kali ya, gapapa deh"ucap nya.
Sementara itu kembali ke Salma, sengaja ia sembunyikan handphone nya di saku celananya agar tak ketahuan Tama, kalau dia tadi menelpon seorang pria. Dalam hati nya berpikir bisa gawat kalau Tama mengetahui hal ini.
"Em aku belum ngantuk mas, dan sengaja nungguin kamu"ucap Salma.
"Udah gak usah nunggu aku segala, tidur aja gapapa sayang entar kamu sakit lagi kalau tidur kelewat malam"kata Tama.
"Gak kok mas"jawab Salma
"Yaudah ayo kita tidur"ucap Tama.
"Iya mas"jawab Salma.
Sama hal nya , Karina dan Adit juga bersiap untuk tidur. Tak lupa mereka mengucapkan selamat malam. Namun entah kenapa Adit tak bisa tidur malam ini, kepala nya terasa pusing sekali.Dia mencoba memijat kening nya itu, Karina pun melihat nya dan bertanya pada Adit.
"Mas kenapa"Tanya Karina.
"Gak tau pusing sekali kepala ku"jawab Adit.
"Sini biar aku pijat"Kata Karina sambil memijat kening , hingga tengkuk leher nya.
"Perut ku juga sakit"kata Adit.
"Jangan-jangan mas masuk angin lagi"kata Karina.
"Tolong sayang, sakit banget"kata Adit meringis kesakitan.
"Yaudah aku kerokin mau ya"kata Karina, mendengar kata kerokan Adit menolak.
"Gak mau , sakit"kata Adit.
__ADS_1
"Ya di tahan mas biar angin nya keluar"kata Karina.
"Aku gak pernah di kerokin tapi pernah liat orang di kerokin , aku jadi ngeri"kata Adit takut.
"Pokoknya mas gak boleh nolak ya, ini demi kebaikan mas juga. Tunggu ya aku bawa minyak angin sama kerokannya"kata Karina langsung bergegas mencari kedua benda itu.
"Sayang gak usah , aku udah enakan nih"ucap Adit berbohong karena dia takut di kerok.
Karina kembali dengan membawa kedua benda tersebut. Dia menyuruh Adit untuk membukakan baju nya.
"Buka mas bajunya"perintah Karina.
"Tapi pasti sakit"kata nya
"Gak aku kerokin nya pelan-pelan"ucap Karina.
"Yaudah deh janji yah"kata Adit pasrah.
Karina pun langsung mengerik punggung Adit , ternyata Adit memang terkena masuk angin, nampak merah semua, dia meringis kesakitan dan mencoba berkata pada Karina berhenti untuk mengerik nya.
"Cukup sayang, sakit"ucap nya.
"Tanggung mas, ini merah semua ni"kata Karina yang masih asyik mengerik Adit.
"Kata kamu mau pelan-pelan tadi"ketus Adit pada Karina.
"Ya ini udah pelan-pelan, mas nya aja yang cengeng"jawab Karina.
"Cengeng, aku gak cengeng, orang ini sakit"kata Adit yang mengomeli Karina.
"Udah mas diem aja , jangan ngomel terus, ini dikit lagi selesai"kata Karina.
Setelah menunggu dan menahan sakit nya di kerik oleh Karina, akhirnya selesai juga, Adit menghela napas lega.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga"Kata Adit.
"Gimana mas udah enakan gak"kata Karina.
"Lumayan sih tapi aku ngerasa kayak di gebukin orang satu kampung tau gak"kata Adit
Karina terkekeh mendengar ucapan Adit dan mengatakan suaminya itu terlalu berlebihan.
"Yaudah mas sini aku pijitin kepala kamu "kata Karina.
Karina pun memijat kepala Adit dan memberikan minyak angin ke perut Adit, tak lupa juga Karina menyuruh Adit untuk minum obat. Setelah satu jam lamanya, akhirnya perut dan kepala Adit sudah sembuh.
"Udah enakan juga perut ku"kata Adit.
"Syukurlah mas"jawab Adit
"Ternyata manjur juga di kerok"kata Adit
"Kan aku bilang juga apa"kata Karina.
"Hehe makasih ya sayang, kamu memang istri yang baik dan peduli banget sama suami"kata Adit memuji Karina.
"Gak perlu makasih mas, itu memang sudah jadi tugas ku juga bisa membantu kamu yang lagi kesulitan"kata Karina.
Adit tersenyum pada Karina dan mencium kening istri nya itu.
"Aku beruntung sekali punya istri seperti kamu"kata Adit, mendengar itu Karina hanya tersenyum namun dalam hati nya ia bahagia akhirnya Adit dapat menerimanya sebagai seorang istri.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment ya, salam dari saya si penulis amatir