
Tiba-tiba dering ponsel milik Karina pun berbunyi, terlihat di layar handphone itu adalah Adit yang menelpon nya, langsung ia pun mengangkatnya. Adit menjelaskan kepada Karina bahwa dia sudah menabrak sseorang dan sekarang sedang di rumah sakit, Karina sudah menduga pasti akan terjadi sesuatu pada Adit. ia pun mematikan ponselnya, kemudian memberitahu kedua mertua nya itu.
***
Sesampai nya di rumah sakit, terlihat Adit sedang menunggu di luar, ia sangat cemas dan panik.
"Mas"panggil Karina.
"Karina"jawab Adit.
Karina beserta bu Aminah dan pak Edi pun duduk di sebelah Adit.
"Bagaimana bisa terjadi begini dit"ucap pak Edi.
"Ini adalah kecerobohan ku pa, aku merasa sangat bersalah, mengingat dia terluka cukup parah"jelas Adit.
"Apa? parah!!! gimana ini pak"ucap bu Aminah panik.
"Sudah ma, kita tenang dulu sampai dokter keluar memberitahu kita"ucap Karina.
"Aku sudah menghubungi pihak keluarga nya, mereka akan kesini, aku tak tahu harus bilang apa dengan keluarga nya, mereka pasti sangat marah"ucap Adit.
"Sudah mas, kamu tenang dulu ya"ucap Karina mengelus pelan pundak suaminya itu.
Benar saja, keluarga pihak korban yang di tabrak Adit sudah datang, tampak seorang wanita sedang mengandung yakni istri nya, dan kedua orang tua nya. Adit menghampiri mereka dan meminta maaf. Namun Adit malah dapat perlakuan kasar dari mereka.
"Maaf, maaf, kamu sudah menabrak anak saya, lihat sekarang keadaan anak saya bagaimana?"Marah ibu nya kepada Adit. Sementara itu Adit hanya terdiam menunduk karena kesalahan nya. Tak tinggal diam Karina pun mencoba untuk menenangkan situasi.
"Maaf mbak, bu, pak, maaf kan kesalahan suami saya,suami saya sudah ceroboh dan lalai, tapi untuk sekarang kita tunggu dokter keluar dulu untuk memastikannya"ucap Karina.
"Dia benar bu"kata si bapak korban itu.
"Bapak gimana sih, malah belain mereka, lihat anak kita nasib nya gimana"ketus ibu itu.
Sementara itu istri nya hanya bisa menangis sambil mengelus perut nya yang sudah besar karena sudah hamil tua.
"Mas jangan tinggalin kami mas, gimana dengan anak kita, kasian mas"kata nya meneteskan air mata nya.
__ADS_1
Karina pilu melihatnya, ia pun meneteskan air mata nya.
"Kita berdoa saja ya semoga suami mu baik-baik saja"ucap Karina pada wanita itu yang tidak merespon apa yang di bicarakan oleh Karina, ia masih saja menangisi suami nya itu.
Setelah menunggu cukup lama, dokter pun keluar dan memberitahu semua nya.
"Gimana dok"ucap ibu nya itu penasaran.
Dokter menghela napas dan mencoba mengatakan yang sebenarnya.
"Mohon maaf semua nya, pasien tidak bisa di selamatkan mengingat luka yang cukup parah di bagian kepala nya"ucap dokter.
Seketika itu istri korban pun pingsan mendengarnya. Sedang kan ibu dan bapak korban terisak meratapi anak nya yang sudah meninggal. Adit sangat menyesal dan bersalah, ia mencoba meminta maaf lagi kepada ibu dan bapak korban.
"Pak, bu maaf kan saya pak, tolong"
"Kamu sudah menghilang kan nyawa anak saya, kamu sangat jahat"murka ibu itu pada Adit.
"Kita harus laporkan dia ke polisi pak biar dia di penjara"
"Jangan bu, saya mohon"kata Adit memohon.
"Alhamdulillah kamu sadar"ucap Karina.
Dia pun bertanya pada kedua mertua nya tentang keadaan suami nya itu.
"Bu, pak gimana keadaan mas Anang"kata nya, ternyata si korban itu bernama Anang.
Ibu itu pun menghela napas dab berbicara pada menantu nya.
"Anang telah meninggal Dila"kata ibu itu pada nya yang bernama Dila.
"Inalilaiwaina ilaihi rojiun,mas Anang meninggal"
"Ya Allah ini yang aku takutkan sekarang kenyataan nya nyata, gimana nasib anak ku"kata Dila sambil menangis.
"Semua ini gara-gara lelaki itu, kita harus laporkan dia ke polisi, biar dia di penjara, karena telah menghilangkan nyawa Anang"kata ibu itu murka.
__ADS_1
"Bu saya mohon jangan polisikan suami saya"kata Karina membela suami nya itu. Sedang kan Adit tak bisa berbuat apa-apa melainkan pasrah sekarang.
"Tolong bu, pak, saya akan berikan uang yang banyak sebagai bentuk rasa kesalahan kami"kata Bu Aminah.
"Apa!! kalian pikir nyawa Anak saya bisa di tukar oleh uang begitu"ucap ibu itu jadi tambah emosi.
"Bu, kami menyesal dan merasa bersalah, memang nyawa itu gak bisa di bayar, tapi ibu dengar baik-baik , maut kita tidak tau datang nya, mungkin ini takdir yang harus kalian terima, dia meninggal sudah takdir yang Maha Kuasa melalui mas Adit perantara nya"kata Karina mencoba menjelaskan pada ibu Anang itu. Namun ibu itu tidak memberikan jawaban apapun pada Karina. Lalu Istri Anang memberanikan diri untuk berbicara.
"Aku tahu pahit dan sakit rasanya di tinggalkan orang yang aku cintai, aku tahu betapa sedih nya anak ku kalau dia besar nanti dia tahu kalau ayah nya udah gak ada, tapi mendengar perkataan istri nya bu, pak, aku tersadar, maut atau ajal itu siapa yang tahu, mungkin mas Anang sudah waktu nya di panggil sama Allah, terlebih lagi tiga hari yang lalu dia bicara sama aku, kalau dia akan pergi jauh dan jangan menghawatirkan nya karena dia akan baik-baik saja "ucap Dila.
"Ternyata kamu sudah punya firasat pada Anang"kata Ibu itu.
"Iya bu,"jawab Dila.
Karina , Adit, bu Aminah dan pak Edi sedih mendengar pernyataan Dila tersebut.
"Untuk kalian semua, aku akan memaafkan kesalahan pak Adit dan tidak akan mempolisikan nya"kata Dila.
"Apa?? tidak segampang itu Dila"ucap ibu itu.
"Bu sudah lah kita harus ikhlas, Anang memang sudah waktu nya di panggil sama yang maha kuasa"kata si bapak itu.
"Baiklah mau tak mau saya harus ikhlas kan anak saya, tapi dalam hati saya, saya sakit sekali, beruntung lah kalian menantu saya memaafkan kalian"kata ibu itu yang terpaksa memaafkan Adit salah satu nya.
"Tapi saya minta sama kalian, Dila ini sekarang hidup seorang diri tanpa suami, jadi saya minta buat kalian terutama kamu Adit, untuk membiayai Dila saat lahiran nanti, saya dan suami saja cuma hidup pas-pasan gak bisa menolong Dila"kata ibu itu.
"Tapi bu"kata Dila.
"Dila sebelumnya aku terimakasih karena telah memaafkan ku, ibu , bapak aku tahu kalian belum ikhlas menerima semua ini, tapi kalau ibu tadi berpinta seperti itu, saya akan penuhi, saya akan tanggung semua biaya lahiran Dila nanti"kata Adit.
"Makasih pak Adit"kata Dila.
"Jangan berterimakasih, ini kesalahanku, akan ku tanggung apapun kebutuhan mu"kata Adit.
"Kalian memang baik"kata Dila.
"Tidak kamu yang hati nya baik, karena kamu ikhlas memaafkan suami saya, terima kasih ya"ucap Karina tersenyum, mendengar hal itu Dila hanya menganggukan kepala nya .
__ADS_1
Jangan lupa like, comment, subscribe, dan vote ya, mohon maaf kalau masih banyak typo bertebaran , sekian terimakasih😊