
Setelah cukup lama, akhirnya Marko sampai di rumah, istri nya sudah menunggu nya, dan terlihat kesal .
"Mas, kamu kemaja aja sih"tanya istri nya itu.
"Aku ada urusan"jawab nya singkat.
"Sibuk terus beberapa hari ini, heran deh!!"ucap perempuan itu heran.
"Beneran Lita saya sayang ku, aku benar-benar ada urusan "ucap nya meyakinkan , istrinya yang bernama Lita Sahara biasa di panggalil Lita.
"Oke , aku percaya, tapi awas ya mas kalau kamu bohong dan macem-macem, kalau ketahuan ada yang macem-macem, selurh aset yan ku berikan sama kamu, akan aku ambil dan kamu bakalan aku usir"ancam Lita pada Marko, karena bahwa sesungguhnya Lita lah yang kaya,bukan Marko.
"Iya sayang, jangan kuatir, udah deh jangan cemberut gitu, entar cantik nya ilang"rayu Marko sambil menyentuh pipi Lita, hingga membuat Lita akhirnya tersenyum.
"Ayo kita ke kamar"ajak Marko.
****
Sementara itu Karina sedang memijit bahu bu Aminah yang terasa pegal.
"Nah iya disitu enak, pijit lagi di sebelah nya"ucap bu Aminah.
"Ma kalau sering pegal-pegal sebaiknya mama jangan banyak bergerak , kurangi aktivitas yang berat, mama kan gak muda lagi"saran Karina, namun bu Aminah memberi jawaban menohok.
"Maksud kamu mama sudah tua!! begitu!! mama ini masih kuat meski gak muda lagi"ucap bu Aminah menang sendiri, mendengar jawaban bu Aminah , Karina mengiyakan saja, karena jika ia bicara , nanti malah salah di artikan oleh mertua nya itu.
"Kania mana"Tanya bu Aminah.
"Kania ada ma, lagi buat PR sama Raka"Jawab karina.
"Oh, trus si Diana kok gak kedengaran suara nangis nya, mana dia??"Tanya bu Aminah perihal Diana.
"Diana lagi tidur ma"jawab bu Karina.
"Baguslah kalau begitu"jawab bu Aminah.
"Pijit sebelah sini "ucap bu Aminah.
"Iya ma"jawab Karina.
"Enak juga pijitan kamu, ternyata bisa,pijit juga kamu"ucap bu Aminah memuji Karina.
"Aku dulu sering pijit ibu aku ma,jadi udah biasa"kata Karina.
"Ngomong, ngomong kamu.."belum selesai bu Aminah bicara , terdengar suara Diana yang menangis, rupanya Diana sudah bangun.
"Ma, Diana nangis, aku lihat dia ya ma"ucap Karina langsung lari begitu saja.
"Hei Karina!!! hufh anak itu selalu saja menganggu ku "ucap bu Aminah kesal.
***
Di kamar Diana.
Karina langsung mengambil Diana dan menggendongnya, ia menenangkan Diana yang masih menangis.
"Cup, cup, anak bunda sayang"ucap Karina pada bayi Diana.
"Diana sayang, udah ya nangis nya , bunda ajak Diana keluar ya lihat bunga? mau!!"ucap Karina.
Seolah mengerti perkataan Karina, bayi Diana berhenti menangis dan tersenyum.
"Yaudah ayo kita lihat bunga"ucap Karina.
__ADS_1
***
Salma menelpon Marko, namun tidak di respon.
"Kok gak di angkat sih"ucap Salma.
Marko sebenarnya sudah tahu kalau Salma yang menelpon, tapi dia tidak bisa mengangkat nya sekaran karena dia sedang ada dengan istri nya.Namun Lita tau kalau handphone Marko berbunyi terus, ia pun menegur Marko.
"Mas, handphone kamu bunyi terus, angkat tuh siapa tau penting"ucap Lita.
"Sudah sayang gak penting kok, yang penting itu aku bisa menghabiskan waktu berdua sama kamu"ucap Marko.
"Ih kamu bisa aja deh"jawab Lita tersenyum.
Kembali ke Salma, ia tampak geram dengan Marko yang tidak mau mengangkat telepon nya.
"Pasti masih di rumah istri nya"ucap Salma.
"Aku tunggu aja deh, dia pasti bakalan kesini, aku mau nagih janji dia , kapan nikahin aku"ucap Salma.
***
Malam nya, Lita sedang tidur, ini kesempatan Marko untuk pergi diam-diam menemui Salma, ia pun berangkat menuju ke rumah yang tempat Salma tinggal.
Sesampai nya disana, Salma memasang wajah cemberut.
"Jangan cemberut dong, aku kan udah datang kesini"ucap Marko.
"Kamu tu kok gak angkat telpon dari aku"ucap Salma kesal.
"He ya maaf sayang, tadi aku gak bisa angkat karena ada istri aku, entar ketahuan kan bahaya??"
"Mas aku mau nagih janji kamu, kapan kamu mau nikahin aku "ucap Salma to the point.
"Maksud kamu apa mas"jawa Salma.
"Udah mau nikah atau gak , anggap kita itu suami istri saja, kita kan tinggal bersama ,meski aku harus bisa membagi waktu sama kamu dan istri aku, udahlah jangan kamu persoalkan masalah ini, nikmati saja kemewahan yang aku berikan ke kamu "jelas Marko. hingga membuat Salma berpikir dan terus berpikir,dan akhirnya ia pun tak memasalahkan soal perihal pernikahan tersebut asal ia saat bisa menikmati kekayaan yang di berikan oleh Marko.
"Oke aku gak permasalah kan, by the way ,yuk makan, aku masakin buat kamu masakan yang spesial"Ajak Salma.
"Emang kamu bisa masak!!"jawab Marko ragu.
"Kamu meragukan aku ya, aku udah bisa masak ya smenjak aku hidup susah bareng mas Tama, kadang kalau gak suka masakan mas Tama aku belajar sendiri, dan akhirnya bisa"jelas Salma.
"Sudah, jangan sebut nama dia, sekarang kan kamu udah sama aku"kata Marko yang tidak suka Salma,masih menyebut mantan suami nya itu.
"Hehe iya sayang, ayo kita ke meja makan"ajak Salma pada Marko.
Sesampainya di meja makan, Salma membukakan tudung saji.
"Taraaa, nasi gorang spesial ala Salma"ucap Salma.Marko pun tertawa , hingga membuat Salma bingung.
"Kenapa sayang, kamu gak suka"
"Aku kira tadi kamu masak apa ternyata cuma nasi goreng"
"Iya tapi cicip dulu rasanya pasti enak"
"Iya aku cicipin"
Marko mencoba mencicipi nasi goreng buatan Salma, yang menurut nya lumayan, Salma pun senang, Marko menyukai nya.
"Rasa nya lumayan lah enak"
__ADS_1
"Tuh kan udah di bilangin pasti enak"
"Iya, sayang nanti kayak kemarin lagi ya, aku belum puas nih, rasanya punya kamu lebih menggigit dari punya istri kamu"
"Oh ya, aku senang kamu puas, kalau gitu mau berapa ronde pun aku jabanin buat kamu"
"bener ya"
"Iya masa aku bohong sih"
****
Malam nya bu Aminah,pak Edi, Raka, Kania, dan Karina juga bayi Diana sedang berkumpul semua di ruang keluarga kecuali Adit yang belum pulang, Raka dan Kania nampak asyik menonton televisi, sedang kan Karina sambil memangku bayi Diana,tampak sedang mengobrol dengan bu Aminah dan pak Edi.
"Pah apa obat papa masih ada"tanya Karina.
"Masih , kamu jangan khawatir"ucap pak Edi.
"Tidak pah, kalau udah habis biar Karina lagi yang beli"ucap Karina.
"Sudah Karina, papa gak mau merepotkan mu, papa suruh pak Yono beli nya kalau habis nanti"
"Oh baiklah pa kalau begitu"
"Papa gak mau repotin kamu,sekarang kan kamu ngurus Diana"
"Hehe iya pa"
"Iya mau aja si Karina ini ngurus anak orang"celetuk bu Aminah.
"Sudah ma, jangan pernah di bahas lagi, papa gak mau dengar nya"tegas pak Edi.
"Iya pa iya."jawab bu Aminah.
"Ngomong-ngomong kamu kapan sih kasih cucu sama mama dan papa"tanya bu Aminah.
"Nanti ma, lagian si Diana masih kecil juga kasihan"
"Ya gak papalah , kalau sudah rejeki nya gimana???"
"He iya gak nolak sih ma"
Lama berbincang -bincang dengan kedua mertua nya, Karina merasa agak pusing, ia pun memegangi kepala nya. Pak Edi pun menanyai nya kenapa?
"Kenapa Karina"ucap pak Edi.
"Gak tau pa,kepala Karina agak pusing, dan mual"
"Yasudah kamu istirahat, biar Diana papa yang jaga"
Karina merasa mual sekali dan ia bergegas ke kamar mandi.
"Dia mau muntah"ucap bu Aminah.
"Cepat bu susul dia"
"Ya pa"
Bu Aminah menyus Karina yang masih masih merasakan mual dan muntah-muntah, hingga bu Aminah mengatakan hal yang membuat Karina kaget.
"Mama rasa kamu hamil"ucap bu Aminah.
"Apa!!! aku hamil"jawab Karina kaget .
__ADS_1
Jangan lupa like, coment, subscribe dan vote ya, mohon maaf kalau up nya lama ya para readers. sekian, terimakasih😊