Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 18


__ADS_3

"Kamu tidak apa-apa"kata Adit cemas.


"Aku tidak apa-apa mas, cuma sakit sedikit kok"


"Ayo ikut aku"Adit menarik tangan Karina.


"Mau kemana mas"


"Kita obatin luka kamu"


"Tapi ini cuma luka kecil, gak papa kok mas, lagian aku belum selesai motong sayuran nya"


"Tidak apa nyonya, biar bibik yang terusin"Ucap bik Minem.


"Yaudah kalo gitu"ucap Karina.


***


Adit memberikan obat merah ke jari Karina menggunakan cotton bud, Karina tampak menahan perih akibat luka nya.


"Kamu tahan ya, aku akan balut luka kamu"dia mengambil plester dan menempelkan nya ke jari Karina yang luka.


"Nah udah selesai"kata nya, Karina sangat tersentuh melihat sikap Adit yang sangat perhatian dengan nya.


"Makasih ya mas"kata Karina tersenyum, Adit pun membalas nya juga dengan senyuman.


"Iya sama-sama"kata Adit.


"Yaudah mas, kalo gitu aku mau lanjutin masak nya"


"Udah gak usah, entar kamu kenapa-napa lagi"


"Mas gak usah khawatir, kali ini aku akan hati-hati, lagian aku masak makanan spesial buat mas, pasti mas laper kan"ucap Karina.


"Oh gitu ya, yaudah kamu terusin masak nya bareng bibik, aku akan tunggu "ucap Adit.


"Kalo gitu aku ke belakang dulu ya mas"


"Iya silahkan"


***


Karina dan bibik pun menyelesaikan tugas  mereka untuk memasak makanan kesukaan Adit. Setelah menelan waktu yang cukup lama, kedua masakan sudah siap untuk di hidang kan. Karina memanggil Kania dan Adit untuk makan siang bersama.


"Wah kayak nya ,enak sekali ya ayah"kata Kania.


"Iya sayang"kata Adit.


"Ayo mas di makan, ini ada sop sama ayam kecap pedas manis kesukaan mas "


"Kok kamu tau sih makanan kesukaan ku"tanya Adit


"Iya aku tadi nanya sama Kania"jawab Karina.


"Iya yah , bunda tadi tanya sama aku"ucap nya.


"Yaudah ayo kita makan"ajak Adit.


Karina melihat ekspresi Adit pada saat memakan masakannya.

__ADS_1


"Enak"Kata Adit.


Bik Minem pun memberi tahu bahwa yang memasak sepenuh nya itu Karina bukan bik Minem, dia hanya membantu Karina saja.


"Itu masakan buatan nyonya tuan"kata bik Minem.


"Oh enak, serius ini beneran enak"puji Adit pada Karina.


"Iya yah, aku setuju sama ayah, masakan bunda memang enak dan paling the best deh pokoknya"puji Kania juga.


"Kalian bisa aja, makasih ya aku senang kalian suka masakan ini"ucap Karina.


"Harusnya kita yah Kania yang makasih karena udah di buatin masakan yang enak kayak begini kan"ucap Adit.


"Iya ayah betul"kata Adit.


"Iya iya, yaudah ayo kita makan, bik Minem ayo makan sama kita"ajak Karina.


"Tidak usah nyonya"kata bik Minem merasa tidak enak.


"Bik Minem gak usah gak enakan gitu, ayo makan sama kita"ajak Adit.


"Yaudah deh kalo begitu"kata bik Minem.


***


Zahra mengelap air mata nya, ia akan bicara kepada Tama, supaya tidak lagi bertengkar dengan Salma. 


"Aku harus bicara sama papa nanti kalo dia udah pulang kerja"ucap nya.


***


Hari mulai larut malam, Zahra masih menunggu Tama yang belum pulang. Dia menunggu Tama di ruang tamu.


"Eh anak papa kok belum tidur sih"tanya Tama.


"Zahra sengaja kok tungguin papa"kata Zahra.


"Memang nya kenapa"


"Ayo ikut aku pah"Zahra menarik tangan Tama dan membawa nya ke kamar, tampak ada Salma yang sedang duduk disana.


"Ayo pa, masuk"ucap Zahra.


Salma dan Tama hanya melihat dengan tatapan bingung, apa yang di lakukan Zahra untuk mereka.


"Ma , pah. Zahra mohon kalian jangan marahan lagi, jangan bertengkar lagi, Zahra sedih kalo kalian terus kayak gini, jangan karena aku kalian jadi marahan terus"ucap Zahra sambil menangis.


"Sayang , kamu bicara apa, kamu gak ada kaitan dengan masalah ini, kamu jangan nangis ya"ucap Tama mengelap air mata putri kecil nya itu.


"Aku gak akan nangis lagi kok kalau kalian baikan "ucap Zahra. Salma hanya diam seribu bahasa, dia tak tahu harus berbuat apa sekarang.


"Ma, pa"Zahra memegang tangan Salma kemudian memegang tangan Tama, lalu Zahra menyatukan tangan mereka.


"Aku mohon sama kalian, jangan bertengkar lagi ya, kalian harus akur"kata Zahra tersenyum ke arah Salma dan juga Tama. Mereka saling menatap satu sama lain.


"Aku rasa Zahra benar mas, kita gak boleh terus-terusan kayak gini"ucap Salma.


"Ya kamu benar Salma, maafin aku ya"kata Tama.

__ADS_1


"Gak mas aku yang harus nya minta maaf, karena ini memang salah ku"kata Salma.


"Hore jadi sekarang mama dan papa gak marahan lagi"jawab Zahra senang.


"Iya sayang kitq janji sama kamu, kalau kita gak akan kayak begini lagi"kata Tama yang juga di setujui oleh Salma.


"Janji ya "kata Zahra.


"Iya sayang".Kata Salma.


"Ayo udah  malam, kamu tidur ya"kata Tama.


"Ya tapi aku mau di bacain dongeng sama mama dan papa"


"Yaudah nanti mama bacain dongeng buat kamu, ayo sekarang kita kamar kamu"ucap Salma.


Zahra senang sekali melihat kedua orang tuanya tidak bertengkar lagi dan dia berharap semoga mereka tetap akur dan menjadi keluarga yang bahagia.


***


Sementara di kamar, Adit dan Karina bersiap untuk tidur. 


"Selamat tidur mas"kata Karina kemudian ia pergi ke tempat nya untu tidur tapi Adit mencegah nya.


"Tunggu"kata Adit


"Ada apa mas"tanya Karina.


Adit memegang tangan Karina kemudian mencium nya. Karina terkejut melihatnya.


"Mulai sekarang kamu tidak boleh tidur disana"Kata Adit.


"Kenapa mas"jawab Karina polos.


"Kok tanya kenapa, kamu itu istri aku, jadi sekarang kamu bisa tidur dengan ku disini"ucap Adit.


Karina tidak berkata apa-apa sekarang, yang pasti yang ia rasakan bahagia sekali, akhir nya Adit bisa menerima nya sebagai istri. Mereka berbaring di kasur yang sama, tampak Karina sedikit canggung dan gemetar, Adit kemudian mencium kening dan pipi Karina, dan memeluk Karina. Kemudian Adit membuka kancing baju Karina, melihat hal itu Karina pasrah malam ini apa yang akan lakukan kepadanya.


***


Kesokan harinya, Adit bersiap untuk pergi bekerja, tampak Karina sedang memasang dasi nya, namun pada saat memasang nya  ke leher Adit merasa sakit karena lehernya serasa tercekik.


"Maaf ya mas"kata Karina.


Adit menghela napas nya.


"Ya gakpapa kok"


"Nah selesai"


"Gimana aku udah ganteng belom"


"Iya ganteng kok"


"Yaudah aku berangkat dulu, muah"Adit  mencium pipi Karina yang membuat Karina terkejut dan malu hingga memerah kedua pipi nya itu. 


Setelah memastikan Adit sudah berangkat, Karina bergegas pergi ke belakang namun panggilan telepon menghentikan langkah nya. Dia pun mengangkat nya.


"Hallo"

__ADS_1


"Oh iya"


"Apa?"


__ADS_2