Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 9


__ADS_3

Keesokan hari nya Kania di perbolehkan pulang oleh dokter, tapi meskipun begitu dia belum di perbolehkan untuk melakukan aktivitas.


"Bun aku mau main, bosen di tempat tidur terus"keluh Kania.


"Gak sayang kamu harus istirahat dulu kamu baru aja pulang dari rumah sakit, ingat gak apa kata dokter?"ucap Karina.


"Em iya bun"jawab nya.


"Yaudah ,sekarang kamu makan , bunda suapin ya"


Kania mengangguk setuju. Lalu Adit masuk ke dalam kamar Kania.


"Sayang"sapa Adit.


"Iya ayah"jawab nya.


"Kamu istirahat aja dulu hari ini gak boleh kemana-mana ya"ucap Adit.


"Iya ayah"jawab nya.


Sementara Adit dan Karina berada di kamar Kania. Tiba-tiba sesorang datang dan mengetuk pintu.


Tok..tok..tok


Bik Minem dengan membukkakan pintu tersebut, dan mendapati ada seorang pria yang berbadan besar tinggi di hadapannya.Pria itu bertanya kepada bik Minem.


"Apakah benar ini rumah bapak Aditya"ucap nya.


"Iya benar pak"jawab bik Minem.


"Saya ada keperluan dengan nya, ada yang mau saya bicarakan "ucap pria itu.


kalau gitu silahkan masuk"kata Bik minem mempersilahkan pria itu masuk kemudian pria itu duduk.


Bik langsung memberitahukan kepada Adit , bahwa ada orang yang ingin menemui nya. Bik Minem bergegas ke kamar Kania.


"Permisi tuan"ucap bik Minem.


"Ada apa bik"jawab Adit.


"Begini tuan ada seseorang yang mau ketemu dengan tuan, kata nya ada yang ingin dia bicarakan sama tuan"jelas bik Minem.


"Baik lah aku akan kesana"ucap nya. Dia pun menuju ruang tamu untuk menemui sesorang tersebut.


"Ada perlu apa ya"tanya Adit.


"Apa benar kamu adalah ayah dari anak kecil yang tertabrak hari itu"


"Iya benar, memang kenapa"tanya Adit balik.

__ADS_1


"Begini orang yang menabrak anak kamu adalah saya, jadi saya kesini ingin meminta maaf"kata nya. Mendengar penjelasan pria itu Adit menjadi marah pada pria itu.


"Oh jadi kamu menabrak anak ku"Adit menarik kerah baju pria itu sehingga ia menjadi takut.


"Maaf kan aku , benar-benar tidak sengaja"ucap nya 


"Alasan saja, ayo ikut aku ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mu"ucap Adit yang masih mencengkram kerah baju pria itu.


Karina mendegar suara keributan ,dia segera mengecek sumber suara itu. Di lihat nya Adit marah sambil mencengkram Kerah baju pria itu, Karina segera memisahkan mereka berdua.


"Mas, mas ,cukup mas ,ada apa ini"ucap Karina.


"Kamu lihat dia adalah orang yang menabrak Kania hari itu"ucap Adit emosi.


"Kamu"ucap Karina dan pria itu secara bersamaan.


"Oh jadi kalian sudah saling kenal"Ucap Adit.


"Iya mas, dia itu pernah nolong aku pas aku kena jambret waktu itu"ucap Karina.


"Oh begitu, tapi aku tidak peduli hal itu pokok nya aku akan jebloskan dia ke penjara sekarang juga, berani nya dia buat celaka sama Kania"ucap Adit.


"Jangan, tolong maaf kan aku, aku akan melakukan apapun asalkan jangan penjarakan aku, kasian istri dan anak ku, kalau aku sampai di penjara"ucap nya berusaha membujuk Adit agar bisa memaafkan dia dan mengurungkan niat nya untuk memasukkan nya ke penjara. Adit masih saja tidak mau memaafkan pria itu lalu Karina mencoba membela pria itu.


"Mas sebaiknya kamu maafkan dia, setidak nya dia sudah kesini dan mengakui kesalahan nya"kata Karina membela pria itu.Adit tak habis pikir dengan Karina yang membela pria itu.


"Apa karena dia sudah menolong jadi aku juga harus memaafkan nya , itu tidak akan terjadi"kata Adit.


Mendengar keributan disana, Kania jadi penasaran dan menemui mereka.


"Ayah , bunda kenapa berisik sekali"ucap nya kemudian dia menoleh ke arah pria itu.


"Om baik, om kan yang nolongin bunda waktu kena jambret"kata Kania.


Adit memberi tahu bahwa yang menabrak Kania adalah pria yang di panggil om oleh Kania.


"Kania , om itu yang sudah menabrak kamu"kata Adit.


"Apa! kenapa om menabrak ku"tanya Kania.


"Maaf kan om Kania, om waktu itu sedang banyak masalah,jadi om kurang fokus menyetir,setelah om tahu bahwa om telah menabrak seorang anak yang ternyata kamu, om takut dan mencoba kabur, tapi semenjak kejadian itu om jadi kepikiran dan merasa bersalah, sehingga om mencari tahu rumah kamu untuk meminta maaf"jelas pria itu.


Kania tersenyum ke arah pria itu.


"Kania maafin kok, om udah mengakui kesalahan om, Kania percaya om orang yang baik, lagian om juga kan yang menolong bunda waktu itu"jawab Kania. 


Karina yang mendengar perkataan Kania, tersenyum bangga pada Kania, yang mau memaafkan kesalahan pria itu. Sementara Adit mengurung kan niat nya untuk memenjarakan pria itu.


"Makasih ya Kania udah maafin om"kata pria itu.

__ADS_1


"Iya om sama-sama"jawab Kania.


"Oh iya, nama om siapa"tanya Kania.


"Nama om Aditama, Kania bisa panggil om Tama"jawab pria itu yang bernama Tama.


"Oh , om tinggal dimana, trus tinggal sama siapa"tanya Kania lagi.


"Om tinggal cukup jauh dari sini, sama istri dan anak om, dia kayaknya seumuran sama Kania"jawab Tama.


"Kalau gitu kenalin dong Kania sama Anak om,biar Kania punya temen"kata Kania.


"Iya nanti om kenalin"jawab nya.


Kania tersenyum kepada Tama, kemudian dia berpamitan kepada mereka bertiga.


"Kalau begitu, om pulang dulu ya Kania, nanti kalau ada waktu om bakalan kesini sama istri dan anak om"kata Tama.


"Iya om"jawab Kania.


Pria yang bernama Tama itu pun pulang, lalu Karina menghampiri Kania.


"Anak bunda hebat ya, bunda bangga banget sama Kania,  punya hati yang tulus mau memaafkan orang lain"ucap Karina 


"Iya bun makasih, bukan nya bunda pernah bilang kalau kita itu harus saling memaafkan, kalau kita salah kita harus minta maaf, kalau orang minta maaf kita harus maafin orang itu"jelas Kania.


"Iya pinter anak bunda"ucap Karina tersenyum.


"Ayah juga bangga sama Kania"ucap Adit memeluk Kania.


Kania tersenyum tanpa membalas ucapan Adit, sementara Karina bahagia melihat mereka.


Kania melepaskan pelukan Adit.


"Ayah, bunda, Kania jadi laper"ucap Kania y"ang memegangi perut nya.


"Sama dong ayah juga laper"jawab Adit.


"Yasudah kita ayo kita makan"ucap Karina mengajak Adit dan Kania makan bersama.


***


Tama sampai di rumah nya, ia masuk ke dalam rumah , namun di hadang oleh seorang wanita.


"Dari mana aja kamu mas, udah dua hari gak pulang-pulang , aku kira gak akan ingat rumah"tanya wanita itu.


"Iya maaf , aku ke kamar dulu ya, capek"ucap Tama yang meninggalkan wanita itu namun di tangan nya di pegang  wanita itu.


"Mas, mas tama, tunggu dulu dong aku belum selesai bicara"ucap wanita itu,Tama melepaskan tangan wanita itu dan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Huh dasar, awas kamu mas"ancam wanita itu yang sangat kesal dengan Tama.


__ADS_2