Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 17


__ADS_3

Keesokan hari nya, keadaan Adit sudah membaik, ia siap-siap beragkat bekerja.Karina melihat nya, dan menghampiri nya.


"Mas, udah kerja, apa sudah sembuh"kata Karina.


"Iya"jawab Adit singkat.


"Oh syukur lah kalau begitu"kata Karina tersenyum, ia segera pergi dari kamar namun di cegat oleh Adit.


"Tunggu"kata Adit.


"Ada apa mas"jawab Karina bingung.


"Makasih ya untuk yang kemarin"Kata Adit.


"Makasih, apa maksud mu mas, aku tidak paham"tanya Karina bingung .


"Em maksud ku makasih untuk yang kemarin karena kamu sudah merawat ku "kata Adit.


"Oh itu, tidak perlu terimakasih mas, itu sudah kewajiban ku sebagai istri"jawab Karina.


"Ya "jawab Adit singkat.


"Kalau begitu aku ke belakang dulu mas"


"Ya silahkan"


***


"Yes akhir nya aku sekolah juga hari ini"kata Raka senang.


Karina tidak sengaja lewat kamar nya , melihat Raka dan menghampiri.


"Wah adek kakak sekolah lagi"kata Karina.


"Ya kakak alhamdulillah aku bisa skolah , bosen ah di rumah"kata Raka.


"Ya tapi ingat kamu gak boleh buat masalah lagi ya di sekolah, belajar yang rajin"kata Karina.


"Siap bos"ucap Raka  memberi hormat pada Karina.


"Yasudah makan sana, Kania udah nungguin , abis tu berangkat"kata Karina.


"Iya kak"jawab Raka.


***


Zahra bersiap pergi ke sekolah, ia menuju ruang tamu, ia terkejut mengapa Tama tidur disana, ia mendekat dan membangunkan Tama.


"Papa, pa bangun"kata Zahra. Akhirnya Tama terbangun.


"Eh Zahra"kata Tama.


"Papa kok tidur disini"tanya Zahra.


"Em tidak apa-apa Zahra, di kamar panas jadi papa tidur dsini"Tama berbohong pada Zahra 


"Oh begitu, yaudah Zahra pergi sekolah ya pa"


"Ya sayang"jawab Tama.

__ADS_1


Setelah memastikan Zahra sudah berangkat, ia pun segera mandi untuk pergi ke kantor.Setelah selesai, ia bergegas pergi ke kantor.


***


Jam menunjukkan pukul 10 WIB, Salma baru bangun, ia masih duduk di tempat tidur seraya mengumpulkan nyawa nya.


"Udah jam segini aja"kata Salma.


"Aku mandi dulu deh"kata Salma bergegas ke kamar mandi


Setelah 30 menit mandi, ia bergegas ganti baju dan sarapan. Ia menyantap makanan yang telah terhidang. Lalu menanyakan kepada bik Ijah tentang Tama.


"Bik mas Tama kerja"tanya Salma.


"Iya nyonya"


"Oh iya"


"Yasudah nyonya bibik ke belakang dulu"


"Ok"


Tiba-tiba ponsel milik nya berbunyi, ia pun mengangkat nya. Ternyata itu dari teman nya yang ingin mengajak ia pergi, namun Salma menolak, dia tidak akan kemana-mana untuk hari ini. 


"Aku diem aja di rumah untuk satu hari ini, nanti kalau aku keluyuran lagi pasti mas Tama bakalan lebih marah lagi"kata nya, ia bergegas menuju kamar nya, berpapasan langsung dengan Zahra yang baru pulang dari sekolah.


Salma menarik tangan Zahra membuat Zahra,menjadi takut dan bingung.


"Kenapa ma"kata Zahra.


"Ini semua gara-gara kamu, kami sering bertengkar"ucap Salma kesal.


"Iya, semua karena kamu"kata Salma.


"Maaf ma, tapi Zahra benar-benar gak tau apa-apa"


"Diam, sekarang papa kamu jadi membenci ku"


"Ma aku"belum selesai Zahra bicara Salma memotong nya.


"Cukup Zahra, aku tidak mau dengar kamu bicara, sekarang pergi kamu"ucap Salma.


Zahra menangis kemudian pergi ke kamar nya.


***


Hari ini Adit pulang cepat dari biasa nya, ia pun bergegas ke mobil, di perjalanan ia memikirkan bagaimana cara berterimakasih kepada Karina karena sudah merawat nya. Ia teringat kalau wanita pasti suka dengan bunga, lalu ia pun berniat membeli buket bunga mawar putih untuk Karina. Selesai membayar, ia bergegas pulang ke rumah dan berharap Karina menyukai hadiah dari nya.


***


Karina sedang duduk sendiri di bangku taman, ia menikmati pemandangan bunga-bunga yang indah, apalagi bibit bunga yang ia tanam dulu sudah mulai tumbuh bermekaran dengan berbagai warna.  Lalu seorang pria menghampiri nya dengan menyembunyikan kedua tangan nya ke belakang, itu adalah Adit.


"Mas Adit, sudah pulang"tanya Karina.


"Iya,aku pulang cepat"jawab Adit.


"Oh"ucap Karina.


"Ini untuk mu"kata Adit seraya memberikan buket bunga itu kepada Karina.

__ADS_1


"Eh ini buat aku mas"ucap Karina bingung.


"Ya ini buat kamu, ayo ambilah"kata Adit.


Karina menerima buket bunga itu dari Adit.


"Makasih mas"kata Karina.


"Ya, kamu suka kan"tanya Adit.


"Iya mas, aku memang suka dengan bunga, tapi ngomong-ngomong kenapa mas memberikan bunga  ini untuk ku"tanya Karina yang bingung.


"Itu adalah ucapan terimakasih ku untuk kamu"kata Adit.


"Terimakasih untuk apa"


"Karena kamu sudah merawat ku kemarin"


"Oh begitu, kan sudah ku bilang itu memang sudah kewajiban ku mas sebagai seorang istri"


"Ya kamu terima saja ya"kata Adit tersenyum.


"Ya mas, kalo gitu aku ke kamar dulu ya"kata Karina, adit hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum pada Karina.


Karina merasa bahagia sekali, sampai di kamar dia jadi senyum-senyum sendiri.


"Apa mas Adit mulai membuka hati untuk aku ya, karena aku rasa sikap nya sekarang udah beda, ah sudahlah kalau begitu kan lebih bagus"batin Karina.


"Hari ini kan dia udah pulang, aku harus apa ya sekarang, oh ya aku masak aja , tapi mas Adit suka makan apa ya? Lebih baik aku tanya Kania."ucap Karina yang bergegas mencari Kania.


Ternyata Kania ada di kamar sedang mengerjakan PR nya, Karina memberanikan masuk ke dalam kamar Kania.


"Sayang"sapa Karina.


"Eh bunda"jawab Kania.


"Wah rajin sekali anak bunda, udah kerjain PR nya sendiri"puji Karina.


"Hehe iya dong ma"jawab Kania.


"Em bunda, Boleh nanya sesuatu gak"kata Karina.


"Nanya apa bunda"jawab Kania.


"Kira-kira makanan kesukaan ayah kamu apa ya, soalnya kan ayah kamu udah pulanh nih, jadi bunda mau masakin makanan yang enak buat ayah "


"Oh gitu, setau aku sih ayah suka sama sop ayam sama ayam kecap pedas manis"ucap Kania.


"Oh yaudah bunda mau masakin sekarang ya"


"Ya bun"


"Kamu terusin belajar nya ya"


"Siap bun"


***


Karina meminta bik Minem membantu nya agar cepat selesai. Dia memotong sayuran seperti wortel, kubis, kentang, dan  yang lain nya. Sedangkan bik Minem tugas nya memotong ayam nya menjadi beberapa bagian. Namun pada saat memotong sayuran selanjutnya, Karina taj sengaja mengiris jari nya, dan kebetulan juga Adit lewat .

__ADS_1


"Aw"ucap Karina kesakitan memegangi jari telunjuk nya yang berdarah. Langsung Adit mendekat pada Karina, dan menghisap jari Karina dengan mulut nya untuk membuat darah nya. Karina begitu terkejut melihat tindakan Adit kepada nya itu.


__ADS_2