
"Liat dari topi nya kayak sih kayak mas Marko"ucap Lita yang masih mengamati karena Marko biasa memakai topi.
"Ah sudah banyak kok di luaran sana yang punya topi kayak mas Marko pakai. Lagian dia tidak akan pernah selingkuh di belakang ku mungkin mereka adalah sepasang kekasih yang lagi kasmaran"ucap Lita kemudian melanjutkan langkah nya pergi.
Salma melepaskan pelukan nya itu. Dan mereka pun pergi untuk pulang ke rumah.
Sesampai nya di rumah, Salma menyuruh Marko menunggu sebentar di ruang tamu, karena ia ingin menyimpan barang belanjaan nya tadi.
"Sayang kamu tunggu sebentar ya, aku mau bawa barang belanjaan ku ini ke kamar dulu"ucap Salma.
"Ok"jawab Marko singkat.
Tiba-tiba dering ponsel Marko berbunyi, tertanda di layar handphone Lita, atau istri Marko yang menelpon.Marko pun mengangkat nya.
"Hallo"
"Oh iya sayang.aku berangkat sekarang ya, kamu tunggu aja "kata Marko menutup sambungan handphone dari istri nya.
Salma mendengar percakapan Marko, ia tau pasti itu dari istri nya yang menyuruh nya pulang.
"Itu pasti istri kamu kan"kata Salma.
"Iya sayang, aku pulang dulu ya"jawab Marko.
"Kenapa sih kamu itu gak pernah punya waktu full buat aku"kata Salma sambil cemberut.
"Ya maaf sayang, tapi setidak nya aku masih bisa meluangkan waktu buat mu meski gak seharian full"kata Marko.
"Iya sih"jawab Salma.
"Untuk itu kamu jangan marah ya"kata Marko.
"Iya deh iya gak marah kok. yaudah kamu boleh pergi kok"jawab Salma sambil tersenyum.
"Yaudah aku pergi dulu, bye"
"Bye"
***
Sesampai nya di rumah, Marko masuk ke dalam rumah dan langsung di peluk oleh Lita dari belakang.
"Sayang aku kangen sama kamu"kata Lita.
"Baru di tinggal udah kangen"ledek Marko pada Lita. Hingga membuat Lita melepaskan pelukannya itu.
"Kata kamu baru, bagi aku lama tau"ucap nya ketus dan cemberut.
"Udah istri ku yang cantik ini gak boleh cemberut entar cantik nya ilang loh"ucap Marko.
__ADS_1
"Iya gak kok, oh ya mas, tadi aku ke mall liat orang yang mirip kayak kamu sama seorang wanita.Dia pakai topi persis kayak topi yang kamu pakai"jelas Lita. Hingga membuat Marko sedikit takut, ternyata ada Lita yang melihat dia dan Salma.
"Tapi aku pikir ya, gak mungkin itu kamu kan yang punya topi kayak kamu itu banyak pasti, terus gak mungkin juga kan kamu berani selingkuh di belakang aku"jelas Lita lagi.
"Iya sayang, pasti orang lain bukan aku, tidak mungkin aku berani menduakan kamu"ucap Marko.
"Iya maka nya itu aku selalu berpikir kamu itu sayang nya sama aku , gak ada yang lain kan?"ucap Lita.
"Iya sayang"jawab Marko.
"Uh selamat, untung aja Lita tidak memergoki ku dengan Salma, bisa gawat nih kalau dia tahu aku selingkuhin dia"batin Marko.
***
Sementara itu Tama terlihat melamun dikamar nya, hingga terlihat oleh Zahra, lalu Zahra menghampiri Tama.
"Papa"ucap Zahra. Hingga membuat Tama tersadar.
"Iya sayang"jawab Tama.
"Papa kenapa melamun gitu, ayah memikirkan mama ya"ucap Zahra.
"Tidak nak, papa tidak memikirkan apa-apa"jawab Tama bohong, sebenarnya Tama masih memikirkan Salma.
"Oh gitu, pa aku lapar , ayo kita makan sama-sama"ajak Zahra.
Di meja makan, Tama membuka tudung saji, terlihat ada sayur bening katu dan tempe goreng.Zahra mengambil nasi sendiri ke piring nya dan juga mengambil sayur dan tempe goreng tersebut, ia makan lahap sekali.
"Enak pa"kata Zahra.
"Syukur alhamdulillah kamu suka nak.Maafkan papa ya belum bisa kasih makanan yang enak seperti dulu"ucap Tama.
"Gak apa-apa pa, Zahra suka kok, lagian kata ibu guru kalo kita suka makan sayur, sangat bagus dan sehat"jawab Zahra.
"Iya sayang. Makasih ya kamu adalah orang satu-satu nya yang papa punya, dan yang paling ngerti papa"
"Iya papa, Zahra janji Zahra bakalan nurut sama papa, Zahra sayang sama papa"ucap Zahra sambil memeluk tubuh Tama.
"Iya sayang, papa juga sayang sama Zahra"Tama melepaskan pelukan Zahra, dan menyuruh nya untuk menghabiskan makanan nya.
"Ayo Zahra di habiskan makanan nya, gak boleh gak habis , entar jadi mubazir"
"Iya pa"
***
Sementara itu Karina karena hamil muda , ia selalu merasa mual , apa yang di makan nya selalu di muntahkan sehingga membuat dia lemas, di tambah lagi ia harus mengasuh bayi Diana yang lagi aktif-aktif nya, membuat dia kewalahan.Bu Aminah melihat Karina yang lesu dan menghampiri Karina.
"Karina, kalau sudah tahu kamu gak enak terus badan, mual gitu. Kamu gak usah ngasuh Diana"kata bu Aminah.
__ADS_1
"Gak apa-apa ma, kalau bukan Karina, siapa lagi yang jaga dan ngasuh Diana"jawab Karina.
"Karina mama cuma peringatkan saja, sebaiknya Diana kamu suruh bik Minem saja mengasuh nya, kamu gak boleh capek, nanti terjadi sesuatu dengan cucu saya yang kamu kandung , gimana??"jelas bu Aminah.
"Insyaallah Karina bisa kok ma"jawab Karina.
"Kamu ini ngeyel ya di bilangin, yasudah terserah kamu saja, tapi awas kalau nanti terjadi sesuatu dengan calon cucu ku"ucap bu Aminah ketus kemudian meninggalkan Karina yang sedang menjaga bayi Diana bermain.
Mendengar perkataan bu Aminah, Karina berpikir dia harus berhati-hati agar tidak mengecewakan ibu mertua nya. Dia tahu ibu mertua nya cerewet juga untuk kebaikan nya juga.
***
Bu Aminah terlihat kesal dan duduk di samping suami nya yang sedang membaca buku.
"Kesel banget mama sama Karina"ucap bu Aminah.
"Kenapa lagi ma"tanya pak Edi, menutup buku dan fokus ke istri nya itu.
"Itu Karina, di bilangin ngeyel, dia kan lagi hamil,gak boleh capek, masih aja mau ngasuh anak kecil itu"jelas bu Aminah.
"Maksud mama jaga Diana, ya gak apa-apa ma selagi dia gak keberatan , gak usah kuatir"jawab pak Edi santai.
"Gak kuatir gimana, dia itu lagi gak enak-enak nya pa, kalo lagi hamil muda kayak gitu masih suka mual, mana bisa fokus jaga anak itu. Mama gak mau terjadi sesuatu dengan cucu mama"kata bu Aminah.
"Ya kita berharap saja tidak ma, papa juga gak mau cucu papa kenapa-napa"jawab pak Edi.
Kemudian ada Kania yang berlari menghampiri nenek dan kakeknya.
"Omah , opah"sapa Kania.
"Eh cucu omah ,sini duduk sama omah"ajak bu Aminah pada Kania.
"Hehe gak deh omah, Kania lagi main kejar-kejaran sama kak Raka"kata Kania.
"Kania gak boleh main kejar-kejaran, apalagi di dalam rumah ya sayang"kaya bu Aminah pada Kania.
Kania hanya diam saja dan tidak menghiraukan nasehat nenek nya itu, mata nya melihat kesana-kemari, takut kalau Raka menemukan nya dan mengejarnya, dan benar saja Raka menemukan Kania, ia pun mengejar Kania, mereka kejar-kejaran mengelilingi bu Aminah dan pak Edi, hingga membuat mereka terganggu.
"Kania,cukup jangan kejar-kejaran disini"ucap bu Aminah pada Kania.
"Kejar aku, wek!! kak Raka cemen"ucap Karina meremehkan Raka.
Ia pun berlari menjauhi pak edi dan bu Aminah, lalu Raka pun mengejar nya. Namun sayang, Kania pun jatuh dan kepalanya terbentur pintu.Melihat itu Raka, bu Aminah dan pak Edi kaget.
"Kania"Kata Raka.
"Kania cucu ku"pekik bu Aminah juga pak Edi yang syok melihat cucunya itu.
Jangan lupa like, comment, subscribe dan vote ya para readers, salam dari author, terimakasih😊
__ADS_1