Terpaksa Menikah Dengan Duda

Terpaksa Menikah Dengan Duda
TMDD BAB 6


__ADS_3

Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti, muncul sesosok pria keluar dari mobil nya, kemudian dia lari mengejar jambret itu.Dia terus berlari, ternyata jambret, belum jauh, dia pun berteriak.


"Hei jambret, berenti gak lo"mendengar suara itu si tukang jambret mempercepat lajunya, karena tidak memperhati kan jalan dan terburu-buru, si jambret akhirnya jatuh tersungkur.Pria itu tersenyum sinis, melihat si jambret itu.


"Mau kemana lagi kamu ya"ucap pria itu.


"Ampun bang , ampun"kata nya bersimpuh di hadapan pria itu.


"Sini tas nya, maka nya jadi orang jangan suka jambret, mau aku panggil polisi buat tangkap kamu"ucap pria itu.


"Jangan bang, ampun, ini ambil aja"dia memberikan tas curian nya itu kepada pria itu dan langsung kabur begitu saja.


Pria itu pun berlari sambil membawa tas milik Karina, berharap si pemilik tas,masih ada di tempat kejadian. Benar saja, mereka masih ada.Dia memberikan tas itu kepada Karina.


"Ini tas kamu"ucap nya.


"Terima kasih bang"jawab Karina.Pria itu tak menjawab apa-apa. Karina lalu mengecek isi tas nya yang masih utuh, dia mengambil dompet, kemudian memberikan uang sebagai tanda terima kasih telah menolong nya.Namun, pria itu menolak.


"Tidak, aku tidak mau menerima uang ini, aku menolong mu karena ikhlas, simpan saja "Ucap nya. Karina menjadi tertegun, ternyata masih ada orang baik yang menolong tanpa mengharap imbalan.


"Sekali lagi terimakasih"ucap Karina, pria itu langsung pergi, tanpa memperdulikan Karina yang sangat berterimakasih pada nya.


"Wau om itu keren banget ya kak"kata Kania.


"Iya Kania, alhamdulillah tas kakak akhirnya gak jadi di jambret"kata Raka.


"Iya bunda juga kagum sama pria itu, dia orang yang baik, menolong tanpa meminta imbalan, Kania nanti juga gitu ya, kalau nolong orang , gak boleh pamrih, menolong orang harus ikhlas ya nak"nasihat Karina pada anak nya itu.


"Bener banget tu, aku setuju sama kakak "kata Raka.


"Iya bun "jawab Kania.


"Yau dah kita ke mobil kita kali aja pak Yono udah ketemu bengkel di arah sini, kita tunggu disitu saja"ucap Karina mengajak Kania dan Raka.


Pada saat mereka berjalan, ada mobil yang berhenti di arah mereka, ternyata itu adalah pak Yono.


"Sudah ketemu bengkel nya pak"tanya Karina.


"Sudah nyonya, ini juga sudah di ganti ban nya"jawab pak Yono.


"Alhamdulillah, ayo Kania , Raka , kita pulang"ajak Karina.


"Iya bun"kata Kania.


Sampai di rumah, Adit sudah menunggu di ruang tamu, dia khawatir karena mereka lama sekali. Lalu kemudian mereka bertiga masuk.


"Dari mana saja, kenapa lama sekali"tanya Adit.


"Maaf mas, tadi ban mobil nya bocor,"jawab Karina.


"Kalian membuat aku khawatir saja, aku takut Kania kenapa-napa"ucap nya.


"Kania gak apa-apa kok ayah, justru bunda"kata Kania.

__ADS_1


"Memang apa yang terjadi"jawab nya penasaran.


"Bunda tadi kena jambret pa, tapi untung aja ada om ganteng yang nolongin bunda"ucap Kania.


"Oh bagus lah kalau begitu"ucap nya cuek, karena dia memang tidak peduli terhadap Karina, dia hanya memikirkan keselamatan anak nya.


"Yaudah, kita masuk yuk"


***


Pagi nya, Kania dan Raka sudah siap pergi kesekolah. 


"Sudah siap pergi nyonya kecil"kata pak Yono pada Kania.


"Iya dong kita udah siap"jawab nya.


"Kalau gitu ayo kita pergi"kata pak Yono.


"Bunda aku pergi sekeloh dulu ya "Kania berpamitan pada Karina begitu juga dengan Raka.


"Iya Kania, dan Raka, hati-hati "ucap Karina.


"Dah bunda"


"Dah sayang"Karina melambaikan tangan ke arah mereka yang siap berangkat.


***


"Loh mas, kenapa balik lagi ke rumah"tanya Karina.


"Tidak apa-apa "jawab nya cuek.


"Apa ada yang ketinggalan"tanya Karina lagi.


"Diam kamu, gak usah banyak tanya, itu urusan kamu"ucap nya bergegas pergi meninggalkan Karina, dia langsung pergi menuju kamar.


"Ini dia"ucap nya mengambil sebuah berkas yang penting,kemudian keluar kamar.Karina melihat Adit dari kejauhan.


"Sudah ku duga, pasti ada yang ketinggalan, mas Adit, mas Adit"ucap nya menggelengkan kepala nya.


Tiba-tiba, dering ponsel Karina berbunyi, ada pesan whatsapp masuk. Dia mengecek nya, ternyata dari Nadia, sahabat nya semasa kecil nya di desa dulu, yang sudah lama pindah dari desa nya.


"Assalamualaikum, Karin ,apa kabar"~Nadia


"Walaikumsalam, baik Nad, kalau kamu gimana"~Karina.


"Alhamdulillah, baik juga, kita vc aja ya,soal nya aku kangen banget sama kamu"~Nadia.


"Ok"~Karina.


Mereka pun bervideo callan. 


"Wah Karina ternyata kamu gak berubah ya, masih cantik aja"~Nadia.

__ADS_1


"Ah kamu bisa aja, by the way , kamu lagi ngapain, tumben pagi gini vc, kamu gak kuliah"~Karina.


"Aku baru lulus, sekarang lagi di rumah"~Nadia.


"Wei pengangguran, ayo cari kerja"~Karina


"Hehe iya ini lagi nunggu panggilan juga ke terima atau gak"~Nadia.


"Bagus lah kalo gitu"~Karina.


"By the way, aku jadi pengen ke desa, pengen ketemu kamu"~Nadia.


"Aku gak di desa lagi"~Karina.


"Loh emang kamu dimana sekarang"~Nadia.


"Aku tinggal di kota"~Karina.


"Oh, jadi kamu sama, orang tua kamu udah pindah toh"~Nadia.


"Gak, aku ikut suami aku di kota"~Karina.


"Loh, udah nikah ya, kok gak undang aku, walaupun jauh kan aku bisa menyempetin waktu buat datang di pernikahan kamu"~Nadia.


"Iya maaf ya"~Karina.


"He gak apa lah, semoga pernikahan kamu sakinah, mawaddah, warrahmah"~Nadia.


"Aamiin makasih ya"~Karina.


"Sama-sama, by the way, jadi orang tua kamu sama Raka, tinggal di desa dong"~Nadia.


Karina terdiam sejenak mendengar kata orang tua yang di lontarkan oleh Nadia, membuat dia sedih.


"Kamu kok sedih, kenapa"~Nadia.


"Orang tua ku udah meninggal Nad, belum lama ini"~Karina.


"Innalillahi wainnailaihi rojiun, aku turut berduka cita atas meninggalnya orang tua kamu"~Nadia.


"Iya"~Karina.


"Maaf ya, aku jadi buat kamu sedih "~Nadia.


"Iya, gak apa-apa kok, udah dulu ya kita sambung lagi nanti~Karina.


"Iya, kalau gitu , assalamualaikum"~Nadia.


"Walaikumsalam"~Karina.


Kemudian dia bergegas menuju kamar nya, dan membuka lemari kemudian mengambil frame foto ibu dan bapak nya.


"Ibu, bapak,Karina kangen banget sama ibu dan bapak, seandainya kalian masih ada, Karina gak akan sedih begini,sekarang Raka, udah tinggal sama aku,ibu dan bapak jangan khawatir, aku akan jaga Raka, dia adalah adik satu-satu nya yang punya, Ibu , bapak , seandainya kita bertemu, bahkan lewat mimpi pun tak apa, aku sangat rindu kalian"ucap Karina sambil menangis, memeluk frame foto orang tua nya.

__ADS_1


__ADS_2