
Dia pun memutuskan untuk tidak makan lagi, dan kembali ke kamar nya.
"Bosen banget sih, di rumah terus,pengen keluar tapi gak ada uang, kapan coba aki bisa kayak dulu lagi, pergi sesuka hati, kantong berisi , bisa beli ini,beli itu"Omel Salma sendiri.
"Aku mau keluar aja deh sekitaran sini, dari pada bete sendirian"ucap nya , ia pun bergegas keluar rumah. Ia berjalan di sekitaran rumah kemudian berjalan di pinggir jalan sambil menikmati pemandangan sekitaran sini. Tiba-tiba ada dua orang pria yang menghampiri Salma.
"Halo neng, kok sendirian aja"kata salah seorang pria tersebut.
"Iya neng cantik, mendingan kita temenin kamu aja ya mau gak"jawab seorang pria satu nya lagi. Salma menolak mereka.
"Gak mau, pergi kalian??"gertak Salma.
"Aduh neng jangan galak-galak gitu deh mau ya ikut abang"kata pria itu.
"Gak mau, kok kalian maksa sih"ucap Salma melawan.
"Wah berani ngelawan juga ni perempuan"gertak salah seorang pria itu. Mereka mencoba menyentuh Salma, namun Salma melawan.
"Jangan sentuh aku, atau aku teriak"ancam Salma pada kedua pria itu.
"Hahaha silahkan teriak minta tolong , tidak ada orang mau menolongmu, ayo kamu harus ikut kita"ucap salah seorang pria itu sambil menarik tangan Salma.
"Tolong, tolongggg!!!!"teriak Salma yang ketakutan.
"Haha kan aku sudah bilang tidak ada orang yang menolong kamu"
"Mendingan kamu ikut kita"
"Gak mau, lepasin"Salma terus melawan tapi apalah daya , ia hanya seorang wanita yang lemah dibandingkan tenaga seorang pria.
"Lepasin aku, tolonggg"teriak Salma ketakutan.
"Ayo neng kita habiskan waktu bersama siang ini"
Tiba-tiba dari belakang, seorang pria menendang pria yang memegang tangan Salma, hingga ia jatuh tersungkur, namun satu orang pria lagi ingin meninju pria penolong itu, namun dengan sigap, ia mendaratkan lebih dulu meninju ke kepala pria itu, lalu dia pun tersungkur bersama dengan rekannya. Sementara itu Salma bersembunyi dibalik pekarangan bunga. Merasa mereka telah kalah, akhir nya mereka pun kabur.
"Lebih baik kita kabur, ayo"ucap pria itu kepada rekannya.
Orang yang menolong Salma itu memanggil Salma yang sedang bersembunyi.
"Kamu boleh keluar sekarang"
Akhirnya Salma keluar dari tempat persembunyian nya, betapa terkejutnya Salma ternyata pria yang menolongnya itu adalah Marko.
"Marko"ucap Salma.
"Salma"jawab nya.
Salma tersenyum kepada Marko dan mengucapkan terimakasih pada nya.
"Makasih ya Marko kamu sudah menolongku"kata Salma.
"Ya sama-sama"jawab Marko dengan wajah datar.
Marko pun pamit pergi kepada Salma, namun Salma mencegahnya.
__ADS_1
"Marko"kata Salma.
"Apa lagi"jawab nya.
"Kamu sombong banget sih"ucap Salma.
"Maaf bukan aku sombong, tapi aku tidak mau berurusan sama kamu, nanti suami kamu marah"kata Marko.
Salma memerhatikan Marko, dan mendapat ide kalau dia harus dekat lagi dengan Marko.
"Aku harus dekati Marko, dia kan tajir, aku bosan hidup,miskin bersama dengan mas Tama, cukup satu tahun ini aku menderita"batin Salma.
"Marko sebenarnya aku masih sayang sama kamu"ucap Salma.
"Sudah, buang rasa sayang mu, itu tidak pantas untukku"
"Ini beneran Marko, aku serius, aku sudah gak betah lagi sama mas Tama, dia sudah membuat hidupku menderita"kata nya pada Marko.
"Kasihan sekali kamu"ucap Marko.
"Iya, Marko aku sayang sama kamu, aku akan meninggalkan mas Tama demi kamu, karena aku gak mau lagi sama dia"
"Sayang bukan kah kita cuma menjalin hubungan singkat, tidak mungkin rasa sayang mu besar untuk ku , jangan bicara omong kosong Salma"
"Tidak aku serius"
"Baiklah jika benar kamu sayang dengan ku, buktikan pada ku , tinggal kan suami mu itu demi aku"
"Baik lah, akan aku buktikan, kalau kamu tidak percaya, datanglah besok ke rumah jelek ini , aku akan mengatakan kepada nya di hadapan mu biar kamu puas"
"Ok aku akan kesini besok"
***
Besok pagi nya, Tama bersiap pergi bekerja, sedangkan Salma terlihat sangat cemas , takut Marko tidak datang kesini. Melihat Salma begitu, Tama menegurnya.
"Salma kamu kenapa"tanya Tama.
"Aku tidak apa-apa, cuma lagi nunggu seseorang"jawab Salma santai.
"Seseorang?? siapa??"tanya Tama bingung.
"Mas tunggu aja sebentar, dia bakalan datang"jawab Salma.
Akhirnya pucuk di cinta, ulam pun tiba, Marko benar-benar datang dan menemui mereka berdua. Tama terkejut ternyata orang yang Salma tunggu itu adalah Marko, selingkuhan Salma dulu.Tama pun menanyakan kepada Marko, apa maksud dan tujuan, dia datang ke rumahnya.Marko menyuruh Salma untuk mengatakan yang kemarin yang Salma janjikan.Akhirnya Salma mengatakannya pada Tama.
"Mas, aku to the point aja ya, aku gak bisa sama kamu lagi mas, aku gak mau hidup menderita kayak gini, jadi aku minta kita pisah, aku akan hidup bersama dengan Marko"ucap Salma.
Mendengar Ucapan Salma itu, hati Tama begitu hancur, rasa nya sakit sekali. Rasa nya ia ingin menangis terlihat dari mata nya yang berkaca-kaca. Sementara itu Marko merasa senang dan puas karena ia dibela oleh Salma.
"Tega sekali kamu Salma, lima tahun kita bersama dan membangun rumah tangga bersama, dan ini semudah nya kamu minta pisah"kata Tama.
"Sudah mas, aku sudah gak tahan hidup sama kamu, hidup susah aku gak bisa mas, mungkin dengan Marko ,hidup ku akan lebih baik"jawab Salma.
Plakk
__ADS_1
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Salma, hingga Salma meringis kesakitan.
"Dasar wanita m***e , ku kira kamu akan tulus cinta dan sayang kepada ku nyata nya aku salah, kamu cuma mau enak saja, di pikiran mu cuma uang, uang , dan uang "ucap Tama murka.
"Terserah apa kata mu, aku sudah bosen hidup susah, ayo sayang kita tinggal kan dia"ucap Salma mengajak Marko, sementara itu Marko senang dan puas melihat Tama.
"Silah kan pergi kalau itu memang kemauan mu Salma, aku tidak akan menghalangi mu, aku doakan semoga kamu bahagia dengan dia"kata Tama.
Tanpa menghiraukan perkataan Tama,Marko dan Salma pun pergi meninggalkan Tama. Zahra pun keluar , ternyata Zahra diam-diam mengintip mereka bertiga tadi. Ia pun menghampiri Tama.
"Pa, kenapa mama pergi tinggalin kita"tanya Zahra.
"Sudah ya Zahra, yang pasti papa yang akan tinggalin Zahra, karena kamu satu-satu nya harta berharga nya papa"ucap Tama menangis.Melihat ayahnya menangis , Zahra menyeka air mata Tama.
"Papa jangan nangis, papa harus kuat"
"Iya nak, kamu benar papa harus kuat, yasudah kalau begitu ayo papa antar kamu kesekolah"
"Iya pa"
****
Sementara itu di kediaman rumah Adit, Karina nampak kewalahan karena bayi Diana rewel, ia pun terus menggendong bayi Diana, dan benar saja ternyata bayi Diana demam.
"Ya ampun sayang, kamu demam"ucap Karina.
Ia pun bergegas membawa Diana ke dokter, namun bu Aminah datang menghampiri nya.
"Ada apa Karina kamu kok cemas sekali"tanya bu Aminah.
"Ini ma Diana rewel banget ternyata dia demam, badan nya panas banget"
"Hem pantesan nangis melulu, cepat bawa dia ke dokter, ibu gak tahan dengar dia menangis, rasa nya kuping ibu sakit dengar nya"
"Iya ma"
Karina pun membawa bayi Diana berobat ke dokter dengan di antar oleh pak Yono. Sementara itu bu Aminah bergegas ke meja makan, karena ia merasa lapar. Bu Aminah pun makan, tiba-tiba Raka menghampiri bu Aminah yang sedang asyik makan.
"Eh omah"kata Raka.
"Ada apa"tanya bu Aminah pada Raka.
"Hehe Raka boleh kan minta pisang itu "kata Raka sambil menunjukkan pisang didepan bu Aminah.
"Ya ambil aja"ucap bu Aminah.
"Hehe makasih omah"
Raka mengambil satu pisang , kemudian pergi, ia pun membuka pisang nya, dan memakan nya, namun ia tak sengaja membuang kulit pisang itu di lantai, lalu ia pun pergi.
Setelah selesai makan, bu Aminah kembali menuju kamar nya, namun tak lama berjalan, ia pun terjatuh.
"Aw"teriak bu Aminah, ia tampak memegangi pinggang nya yang sakit
Bik Minem pun melihat nya, dan kaget lalu menghampiri bu Aminah.
__ADS_1
"Ya ampun, nyonya besar"
Jangan lupa like, comment,subscribe dan vote ya, terimakasih 😊