
Dia pun teringat menghubungi pak Bejo, namun batre handphone nya mati.
"Uh mana hape mati lagi, apes banget sih'"ucap nya merasa kesal.
Ada kaleng botol minuman di hadapan nya, dia menendang botol itu hingga mengenai kaki nya.
"Aw, kaki ku sakit"kata Salma meringis kesakitan sambil memegangi kaki nya.
"Uh untung aja aku bisa jalan, sial dasar kaleng gila"teriak Salma Kesal
Sambil berjalan kaki, ada sebuah mobil berhenti.
"Salma "kata seorang pria.
"Mas Tama"jawab nya. Ternyata pria itu adalah suami nya, Tama.
"Ngapain kamu jalan kaki, ayo masuk"ucap Tama.
Salma pun masuk ke dalam mobil, ia menceritakan penyebab sampai dia berjalan kaki seperti ini, Tama tertawa mendengarnya, sehingga membuat Salma sedikit kesal.
"Uh mas jangan ketawain aku dong"kata Salma.
"Abis lucu sih, kamu itu lagi apes namanya" Tama masih tertawa.
"Mas Tama"mata Salma melotot ke arah Tama sehingga Tama berhenti tertawa.
"Iya deh ,aku gak ketawain kamu lagi"ucap Tama.
***
Adit pulang ke rumah, lalu Kania memberitahu Adit kalau Karina sedang sakit.
"Ayah , bunda sakit"kata Kania.
"Sakit apa sayang"jawab Adit.
Tanpa menjawab pertanyaan Adit, Kania menarik tangan Adit, dan membawa nya ke kamar , menemui Karina.
"Ini ayah, lihat "kata Kania menunjuk Karina yang sedang berbaring. Karina menyadari mereka.
"Kamu sakit apa"tanya Adit.
"Cuma kurang darah aja mas mungkin karena kurang tidur juga"jelas Karina.
"Oh pasti kamu gak tidur semalam gara-gara baca novel"kata Adit.
"He iya mas"
"Lain kali jangan begitu baca novel boleh tapi inget waktu, kalau sakit begini siapa yang khawatir kami juga yang khawatir"kata Adit menasihati.
"Iya mas, maaf"kata Karina.
__ADS_1
"Ayah jangan di omelin dong bunda ,kasian tau"ucap Kania .
"Ayah gak omelin , ayah cuma menasehati bunda kamu"
"Iya sayang ayah benar"
Kania pun keluar karena dia ingin bermain dengan Raka, tinggalah mereka berdua di kamar.
"Gimana keadaan mu"tanya Adit.
"Sudah lumayan baik mas, tadi sudah di periksa dokter"jawab Karina.
"Oh syukur lah kalo begitu"
Mendengar Adit bicara seperti itu kepada nya, Karina tersenyum karena Adit begitu perhatian dengan nya.
"Kamu jangan GR, jangan mentang-mentang aku bicara seperti Itu kamu anggap aku perhatian sama kamu "kata Adit.
"Iya mas"jawab Karina sedikit kecewa mendengar perkataan Adit.
"Yasudah, aku lapar, aku mau makan dulu"ucap nya.
"Iya mas"
***
Salma dan Tama sudah sampai di rumah. Mereka segera masuk ke dalam, Zahra menghampiri mereka berdua.
"Papa sama mama udah pulang akhirnya"Kata zahra senang.
"Iya pa"
"Yaudah , papa ke kamar dulu ya ,mau ganti baju "kata Tama.
"Iya pa"sahutnya
Zahra melihat barang belanjaan Salma yang cukup banyak.
"Ma belanja apa"ucap Zahra.
"Itu bukan urusan kamu "ucap Salma dengan nada ketus.
"Mama beliin buat aku gak"tanya Zahra.
"Ya enggak lah, ini buat mama semua, kalau kamu mau beli sendiri"kata Salma.
Mendengar hal itu, Zahra merasa kecewa, tapi dia tahu bahwa memang Salma selama ini tidak sayang dengannya, karena Zahra bukan anak dari Salma, melainkan anak bawaan dari Tama. Salma pun meninggalkan Zahra.
***
Salma menyusul Tama ke kamar. Sesampai di kamar, dia masih saja mengoceh tidak jelas sehingga Tama menegurnya.
__ADS_1
"Kenapa ngoceh gak jelas gitu"tanya Tama.
"Gak kok , gak ada apa-apa"ucap Salma langsung pura-pura sibuk membuka belanjan nya tadi.
"Banyak banget , perasaan baju kamu banyak sayang, jangan boros-boros sama uang"kata Tama menasehati Salma.
"Mas ni gimana aku tu bosen tau pake itu itu aja, pengen ganti dong, lagian kenapa sih gak boleh kalau aku shopping terus"ucap Salma sambil memanyunkan mulutnya, Tama mencubit pelan pipi Salma.
"Bukan begitu sayang, kamu boleh kok belanja apa aja, udah jangan cemberut kayak gitu, entar cantik nya ilang "mendengar hal itu Salma tersenyum sambil memeluk tubuh Tama.
"Makasih sayang"ucap Salma.
"Iya sayang"sahut Tama
***
Keesokan hari nya keadaan Karina sudah baik, ia membangunkan Kania dan Raka untuk berangkat ke sekolah, setelah itu mengantar mereka bersama pak Yono. Sampai di rumah, Karina sangat bosan sendirian di rumah, muncul ide di kepala nya , bahwa ia ingin membeli bibit bunga, dia ingin menanam bunga untuk mengisi waktu luang nya. Dia pun memanggil pak Yono lagi untuk mengantarnya tempat dimana bibit itu di jual.
"Pak tolong antar saya ya ke tempat jual bibit bunga"kata Karina.
"Baik nyonya"sahut pa Yono.
***
Sesampai nya disana, dia memilih bibit mana yang akan ia beli.
"Aku pilih bibit mana ya, oh ini aja bibit bunga mawar, bunga aglonema, sama bunga matahari kayak nya bagus deh, uh jadi bingung nih aku pilih beberapa kayak nya biar rame kan cantik kalau udah berbunga semua nantinya"kata nya, sekalian juga disana terdapat pula menjual pot dan pupuk nya, ia pun membeli kedua benda tersebut, dan bergegas membayar semua nya kepada si penjual. Setelah itu memutuskan pulang ke rumah, ia tak sabar menanam bunga-bunga tersebut.
***
Sesampai nya di rumah, dia pergi ke belakang rumah dan membawa bibit, pupuk, dan pot -pot nya. Ia pun mengambil tanah menggunakan sekop kecil dan memasukkan nya kedalam pot kemudian memasukkan bibit bunga tersebut, setelaj selesai ia menyiram semua bibit bunga tersebut.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga, semoga semua bunga nya tumbuh dengan subur nanti nya"kata Karina seraya membayang kan bunga-bunga nya akan tumbuh subur nan cantik. Lalu bik Minem menghampiri Karina.
"Nyonya nanem bunga ya"tanya bik Minem.
"Iya bik, sambil mengisi waktu luang saya bik dari pada bosen gak ada kerjaan lebih baik cari kesibukan ya udah nanem bunga aja"jawab Karina.
"Iya nyonya, bibik doakan semoga semua bunga yang nyonya tanem tumbuh subur dan cantik tentunya."kata bik minem mendoakan.
"Aamiin semoga saja ya bik"ucap Karina.
***
Disituasi lain nampak Salma sedang memarahi Zahra yang sudah memecahkan bedak nya hingga jadi hancur dan kaca nya pecah, Zahra tertunduk takut dengan Salma.
"Sudah ku peringatkan sama kamu ya kamu gak usah masuk ke kamar mama, lihat ni pecah semua kan"kata Salma kesal.
"Maaf kan zahra ma, Zahra gak sengaja, tadi Zahra mau ambil cat warna yang ketinggalan di meja mama, tapi gak sengaja tangan Zahra jatuhin bedak mama"kata Zahra.
"Alasan aja kamu, pokoknya kamu sekarang ikut mama, ayo"Salma menarik paksa Zahra ke luar dari kamarnya, menuju kamar Zahra , ia menyuruh Zahra masuk dan mengunci Zahra di kamar.
__ADS_1
"Ma buka ma, maafin Zahra"kata Zahra sambil menangis dari balik pintu.
"Itu hukuman buat kamu Zahra"kata Salma mengambil kunci kamar Zahra dan menyimpan di saku celana nya kemudian pergi meninggalkan Zahra sendirian di kamar.