
Bisa dikatakan Sean itu tidak bisa lepas dari Andrea, kemana pun Andrea pergi disana pasti ada Sean seperti sekarang Sean ikut dengan nya kebutik padahal Sean ada pekerjaan. Ada beberapa pagawai datang kerumah namun Sean mengusir mereka, Andrea marah pada Sean karena pekerjaan itu penting tapi Sean tetaplah Sean.
‘im a boss, take it easy baby” jawaban Sean hanya bisa membuat Andrea mengangguk-anggukan kepalanya.
Tidak ada yang berubah dari ruangannya, wajar saja karena Andrea memang sudah tidak pernah kebutik lagi. Semua urusan butik ia serahkan pada Sekar dan pegawai nya yang lainnya.
Sekarang Andrea, Sekar, Dewi, Sari, Jeni sedang mengobrol ria didalam ruangan Andrea sementara butik ditutup sementara. Mereka mengobrol sambil memakan cemilan yang dibelikan oleh Sean.
Sean tentu saja tidak ikut mengobrol karena mereka tentu saja tidak akan bisa mengobrol seperti orang biasa. Tahu sendiri Sean orang nya seperti apa. Sambil menunggu Andrea mengobrol Sean melihat-lihat foto-foto Andrea dari bayi hingga dewasa diatas meja kerja, ada juga foto dirinya disana membuat Sean mengembangkan senyumannnya.
“aku pulang ya, kalian juga bisa pulang. Lanjut kerja besok saja” ujar Andrea berdiri dari duduknya membuat pegawainya menganggukan kepalanya.
“terima kasih mbak sudah mampir”
“bilangin makasih juga sama suaminya mbak Dhea, makanannya enak”
__ADS_1
“sering-sering mampir Dhe”
Andrea menganggukan kepalanya lalu mengajak Sean pulang, Sean memeluk pinggang ramping Andrea tanpa tersenyum pada pegawai Andrea. Senyum memabukan Sean hanya milik Andrea.
Tujuan awal Andrea dan Sean memang awalnya pulang kerumah namun ditengah jalan Andrea tiba-tiba ingin makan es krim.
“kita mampir kekedai es krim ya sayang” pinta Andrea membuat Sean langsung menganggukan kepalanya dan mencari kedai es krim terdekat.
Setelah memarkirkan mobilnya Sean dan Andrea masuk kedalam kedai es krim, Sean berdiri disamping Andrea dan membiarkan istrinya memesan es krim yang diinginkan.
Tidak lama mereka duduk es krim yang diinginkan Andrea tiba, Andrea menatap es krimnya dengan mata berbinar membuat Sean mengacak gemas rambut Andrea.
Sean mengelap pinggir bibir Andrea membuat Andrea mematung sejenak menetralkan detak jantungnya lalu tersenyum pada Sean. Sean menjilat jarinya yang baru saja ia gunakan untuk mengelap sudut bibir Andrea
“jorok” komentar Andrea membuat Sean hanya tersenyum dan kembali menatap Andrea yang sedang memakan es krimnya dengan lahab.
__ADS_1
“mau lagi?” tanya Sean ketika es krim jumbo habis dalam sekejab mata, Andrea menggelengkan kepalanya.
“tidak sayang, ayo pulang” ujar Andrea berdiri membuat Sean menganggukan kepalanya.
“sebentar aku bayar dulu, kamu tunggu disini”
Setelah membayar Andrea dan Sean pulang kerumah, sudah banyak mobil yang terparkir didepan rumah mereka membuat Andrea menatap Sean.
“kerja yang benar, aku mau tidur siang. Oke sayang” ujar Andrea berbisik pada Sean, Sean cemberut namun detik kemudian ia menganggukan kepalanya.
“baiklah sayang,” jawab Sean mencium sekilas bibir Andrea membuat Andrea tersenyum pada Sean.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,
__ADS_1