
Alex menatap kesal dengan gadis yang sekarang mengikutinya sampai kerumah kakaknya, Andrea dan Sean.
“lo kenapa sih ngikuti gue mulu. Ga ada kerjaan ya lho!” ujar Alex kesal setangah mati
“aku memang ga punya kerjaannya, kan aku siswi yang sedang memperjuangkan cinta” jawab gadis itu sambil cengengesan membuat Alex bertambah kesal saja.
“ga usah masuk! pulang sana!”
Namun gadis yang mengikuti Alex sampai kerumah Sean bukanlah gadis biasa yang sekali dua kali diusir akan pergi. Gadis itu menyelonong masuk tampa memperdulikan tatapan kesal Alex.
“eh siapa?” tanya Andrea terkejut karena melihat gadis kira-kira seusia adiknya menyelonong masuk kedalam rumahnya.
“siapa ya?” tanya gadis itu balik membuat Andrea tertawa garing, yang benar memang Andrea yang bertanya namun kenapa gadis ini malah bertanya balik.
“lo bar-bar benget sih. Udah pulang sana” usir Alex mendekati Andrea.
“Siapa?” tanya Andrea pada Alex
“ga kenal kak” jawab Alex santai lalu meletakan tasnya diatas meja dan duduk setelah menghidupkan televisi. .
“kak Lyin belum datang?”
“belum, sebentar lagi mungkin”
“oh, jadi kakak cantik ini calon kakak ipar nya Cessa. Salam kenal kan namaku Cessa” ujar gadis yang bernama Cessa itu mengenalkan diri dengan tingkah yang malu-malu membuatnya mendapat tatapan tanpa minat dari Alex.
“tamu kamu cantik Lex, Cessa pacar Alex?” tanya Andrea membawa Cessa duduk disampingnya.
“BUKAN!” jawab Alex cepat membuat Cessa menyengir kuda pada Andrea.
__ADS_1
“belum kak, masih calon” jawab Cessa membenarkan kalimat Alex. Andrea mengangguk-anggukan kepalanya.
“kemaren mami buat cup cake, ambil sana!” perintah Andrea membuat Alex langsung berdiri, mau tidak mau Alex harus mau dari pada ia ditendang keluar. Hari ini Alex berencana latihan memanah bersama Lyin karena Alex sudah tidak sabaran ingin memanah kehutan maksudnya berburu.
“dimakan Cess, buatan calon mami kamu” ujar Andrea membuat Cessa tersenyum malu lalu mencicipi cup cake buatan ibu mertua.
“ternyata calon kakak ipar ga nyeremin, Cessa udah sering kebanyang kalo misalnya ketemu kakak galak, eh ternyata kelewat baik” ujar Cessa disela makannya.
“kok kamu mau sama Alex? Ga ada cowok lain ya disekolah selain Alex?” tanya Andrea membuat Alex mengangkat sebelah alisnya.
“banyak kok kak, Cuma ya gitu Alex doang yang bisa buat jantung Cessa berdetak ga karuan, hihi”
“lebay!” komentar Alex namun tidak melunturkan senyum Cessa.
“cewek cantik ga boleh dianggurin lho Lex, ntar nyesal”
“bodoh amat kak!”
“calon adik ipar, sayang”
“oh,”
“Cessa kak”
“Sean”
Tidak lama kemudian Lyin datang bersama dengan Dave lalu menghampiri mereka.
“hai kak aku Cessa, calon pacar nya Alex. Salam kenal ya kakak-kakak” ujar Cessa mengenalkan diri sebelum ditanya ‘siapa’.
__ADS_1
“Lyin” jawab Lyin tersenyum gemas melihat Cessa yang sedang bersemangat dalam mengejar cinta.
“Dave”
“kak, ayo” ujar Alex bangkit dari duduknya dan menghampiri Lyin.
“kemana?” tanya Cessa ikut berdiri
“bukan urusan lo, mending pulang sana dicari bokap baru rasa!”
“aku udah izin kok sama ayah”
“kami mau latihan, mau ikut?”
“kakak!”
“biarkan saja sih Lex, itung-itung pendekatan” ujar Andrea
“Kak Dhea!”
Cessa yang sudah tidak tahu malu itu menggandeng tangan Lyin
“ayo kak” ujar nya membuat Lyin tersenyum dan menganggukan kepalanya.
“bodoh amat lah” komentar Alex berjalan lebih dulu keruang latihan,
Andrea, Sean, dan Dave hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kegigihan Cessa yang ditolak mentah-mentah oleh Alex.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
__ADS_1
To be continue,