
Aku bakal up lagi ntar malam, 4 bab an so ditunggu yađź’š
Andrea misuh-misuh karena mangga mudanya dibuang oleh Sean ketong sampah,
“sayang maaf, aku membuangnya karena mangga muda itu sudah hampir sebulan didalam kulkas” ujar Sean membuat nya mendapat tatapan tajam dari Andrea.
“TETAP SAJA KENAPA MANGGA NYA DIBUANG! MEMANGNYA SALAH KALAU MANGGA-MANGGA ITU ADA DIDALAM KULKAS!” teriak Andrea membuat jadi serba salah sekarang.
“maafkan aku sayang, mangga itu sudah bewarna kecolaklatan”
“KECOKLATAN? ALASAN SAJA! POKOKNYA AKU TIDAK MAU TAU MANGGAKU HARUS ADA DIDALAM KULKAS LAGI” Teriak Andrea lagi kemudian masuk kedalam kamar dan mengunci nya rapat-rapat.
Sean mengacak rambutnya frustasi bukan karena Andrea memintanya mencarikan mangga muda tapi karena istrinya sekarang sedang marah padanya.
Sean mengetuk pintu kamar dengan pelan, takut nanti istrinya akan kembali marah padanya.
“AKU TIDAK MAU BICARA DENGANMU SAMPAI MANGGA MUDAKU ADA! 10 MENIT!”
Sean menghela nafas, padahal Sean hanya ingin mengambil kunci mobilnya tapi Sean urungkan karena mendengar teriakan Andrea yang menggelegar.
Mata Sean berbinar ketika melihat ada motor digarasi, dengan cepat Sean menghampiri asisten rumah tangganya.
“bisa minta tolong” ujar Sean kembali mendatarkan wajahnya.
__ADS_1
“bisa tuan”
“pinjam motormu, aku ingin pergi sebentar mencari mangga muda” ujar Sean membuat asistren rumah tangga itu tersenyum lalu memberikan kunci motornya.
Sean langsung berjalan pergi meninggalkan taman belakang, Asisten rumah tangga itu tersenyum melihat tuannya yang baru saja pergi. Tadi ia tidak sengaja mendengar tuan dan nyonya itu bertengkar karena mangga mudanya dibuang olehh Sean.
Sebelum Sean keluar dari komplek mata Elangnya melihat ada pohon mangga yang baru saja berbuah. Sean menghela nafas lega lalu turun dari motor.
Sean sudah memencet bel berkali-kali namun pemilik rumah tidak juga kunjung keluar, membuat Sean kesal karena waktunya semakin berkurang sekarang.
Sean sudah bersiap untuk melompati pagar namun urung karena ia sudah mendapatkan gonggongan anjing penjaga rumah.
Sean mengacak rambutnya pelan lalu mengambil batu didekatnya, batu yang tidak terlalu runcing hanya saja jika Sean melemparnya sangat kencang maka lehar anjing itu akan bocor.
Sean kembali memencet bel dengan berulang-ulang hingga pemilik rumah seorang wanita paru baya keluar. Sean menghela nafas lega sambil melihat jam tangannya.
“siapa? ada apa ya?”
“saya Sean. Saya ingin membeli mangga muda untuk istri saya yang sedang mengidam” jawab Sean membuat pemilik rumah membukakan pagar untuk Sean.
“silahkan masuk, ambil mangga muda untuk istrimu”
“terima kasih” ujar Sean lalu memanjat pohon mangga dengan cepat. Sean mengambil mangga muda sepuluh buah.
__ADS_1
Ketika Sean ingin mengeluarkan uangnya wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya.
“tidak usah, saya iklas apalagi untuk istrimu yang sedang mengidam”
“sekali lagi terima kasih, saya permisi”
“iya sama-sama”
Sean masuk kedalam rumah dengan senyum yang merekah,
“SAYANG AKU BAWA MANGGA MUDA LANGSUNG DARI POHONNYA” teriak Sean membuat Andrea langsung keluar dari kamar dan mendatangi Sean.
“terima kasih sayang”
“sama-sama sayang, maaf karena...”
“tidak apa-apa sayang, lagian mangganya juga sudah tidak layak dimakan. Hehe.”
“jangan dibuka dulu sayang, nanti kalau mau makan baru dibuka. Nanti warna nya berubah”
“iya sayang”
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
__ADS_1
To be continue,