
Alex duduk dibandara sambil memainkan ponselnya, pagi tadi ia dibangunkan maminya untuk menjemput papi dibandara. Sebenarnya Alez sangat malas, tapi Alex tidak bisa berkata-kata lain selain menuruti maminya untuk menjemput papi.
Kryukk...kryuk..
Alex bahkan belum sarapan tadi, perutnya tidak bisa diajak kompromi. Alex mengecek jam tangannya masih ada waktu 20 menit lagi, jadilah Alex memutuskan untuk mencari sarapan terdahulu.
Alex membeli roti dan juga kopi panas, semenjak sering bergadang main game Alex jadi menyukai kopi.
Mata Alex menyipit ketika melihat cewek yang sangat familiar dimatanya, mata Alex semakin menyipit ketika cewek itu tersenyum pada cowok didepannya sekarang.
‘ck, katanya cinta sama gue. Ternyata bukan sama gue aja’ batin Alex pada dirinya sendiri dan melanjutkan sarapannya.
Alex melemparkan kesal roti yang masih ada setengah lagi kedalam tempat sampah, tidak tahu ia merasa terganggu.
Alex bangkit dari duduknya, sepertinya Alex memang harus menghampiri Cessa dan juga cowok yang Alex sendiri tidak tahu. Iya Cewek yang Alex lihat sampai menyipitkan matanya adalah Cessa, gadis yang selama ini mengejar-ngejar dirinya. Alex tidak kegeeran atau apa tapi memang Cessa mengejar-ngejar dirinya. Tapi, lihatlah sekarang gadis itu malah tertawa renyah dengan cowok yang Alex tidak tahu, tapi Alex menduga kalau cowok itu adalah gebetan dari Cessa.
__ADS_1
‘jangan-jangan dia punya banyak gebetan lagi’ batin Alex lagi dan terus melangkah mendekati Cessa dan seorang cowok.
“mau kemana kamu?” tanya Vino membuat langkah Alex terhenti, lalu menghadap papinya.
“udah sampai pi?” tanya Alex balik membuat Vino menganggukan kepalanya.
“kamu mau cek in? Pergi kemana?” tanya Vino terlampau penasaran karena ia melihat Alex hendak pergi ketempat cek in.
“ga kemana-mana. Langsung pulang kan pi” ujar Alex sambil mengambil alih koper milik papinya.
Sepanjang perjalanan Alex hanya diam, pikirannya masih berada dibandra dimana ia melihat Cessa dengan cowok lain.
“kamu ngomong apa dek?” tanya Vino membuat Alex langsung sadar lalu menggeleng kepalanya.
“ga ada pi, papi salah dengar mungkin” jawab Alex, Vino mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
“papi tidur ya dek, nanti kalau udah sampai rumah bangunin papi”
“iya pi”
Alex mengacak rambutnya dengan tangan kirinya, Alex sudah tidak ingin memikirkan Cessa dengan cowok itu tapi entah kenapa mereka berdua masih berkeliarkan bebas dikepalanya.
‘ga usah lo peduliin Lex, bagus dong kalau dia udah punya cowok’
‘tapi katanya kan dia suka sama gue, ga konsisten banget sih’
‘lo cemburu’
Alex menggelengkan kepalanya, lalu mengambil botol air mineral disebelahnya lalu meminumnya. Sepertinya Alex mengalami dihidrasi. Alex mengambil nafas dalam-dalam lalu mengerluarkan nya secara perlahan. Alex mulai mengendarai mobilnya dengan rilex dan mencoba mengalihkan pikiranya pada game terbaru yang akan keluar minggu depan.
“kenapa sih elo masih ada dikepala gue! Salah gue apa! Pergi ga lo!” ujar Alex sambil geleng-geleng kepala lalu melihat papinya dibelakang, masih tidur.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
To be continue,