
Andrea sedang memaikan ponselnya selagi ia sendiran didalam kamar karena sekarang Sean sedang bekerja. Andrea membuka sosial medianya melihat-lihat apakah ada yang baru, mata Andrea berbinar ketika melihat ada novel terlari disalah satu iklan yang lewat disosial medianya.
Andrea sangat tertarik dengan novel itu, Andrea melihat jam baru pukul 9 pagi. Sean pasti masih belum selesai bekerja tentu saja karena masih terlalu pagi untuk selesai bekerja.
Andrea menganggti pakaianya dan memakai bedak tipis dan lipsblam nya, Andrea mengambil tas kecilnya dan ponselnya.
Andrea mengetik sesuatu dan mengirimnya pada Lyin, lalu keluar dari kamar dan berjalan menuju kantor Sean.
Andrea tersenyum lebar ketika membuka kantor Sean lalu menghampiri Sean, Andrea menunjukan ponselnya pada Sean lebih tepat nya Andrea menunjukan novel diponselnya.
“baiklah, ayo kita ketoko buku. Aku temani” ujar Sean bangkit dari duduknya dan bersiap mengambil jasnya. Andrea menggelengkan kepalanya membuat Sean mengerutkan keningnya.
“jangan kamu disini saja...”
“tapi sayang...”
“aku perginya dengan Lyin, aku sudah mengirim pesan Lyin” potong Andrea membuat Sean cemberut, Andrea memutar bola matanya dengan malas lalu mencium bibir Sean didepan pegawai dan itu berhasil membuat Sean tersenyum.
“aku pergi ya”
“iya sayang, nanti aku menyusul” jawab Sean membuat Andrea menganggukan kepala dan tersenyum pada Sean. Hanya Dave yang tidak terpengaruh dengan pemandangan antara Sean dan Andrea sedangkan yang lainnya ada yang malu sendir, ada yang gemas, dan ada yang iri dengan pasangan serasi itu.
Sean sebenarnya tidak rela jika Andrea pergi sendirian tapi ia kembali berpikir untuk memberi Andrea sedikit ruang untuk pergi keluar. Sean kembali melanjutkan pekerjaannya setelah Andrea keluar dari kantornya, toh Sean masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan.
Andrea sampai ketoko buku lebih dari Lyin, tadi Andrea mendapat balasan dari Lyin jika mereka bertemu langsung ditoko buku saja karena Lyin masih ada kelas.
Andrea berkeliling mencari novel yang tadi sangat ia inginkan, tidak butuh waktu lama untuk Andrea menemukan novel yang ia inginkah karena novel itu berada dirak utama. Dideratan novel bestseller.
Andrea kembali berkeliling mencari novel bergenre horor dan misteri, tahu lah Andrea sangat menyukai kedua genre itu dibandingkan dengan genre yang romantis.
Ada buku yang menarik perhatian Andrea ‘hal yang romantis yang dilakukan pasangan suami istri’ Andrea tersenyum lalu mengambil itu juga.
“kak, maaf lama dosennya keluar nya lama tadi” jelas Lyin menghampiri Andrea, Andrea menganggukan kepalanya.
“tidak apa-apa, kakak baru sampai juga kok”
“buku apa kak?”
“oh, ini novel terbaru dari penulis favorit kakak. Bacalah cerita nya seru” jawab Andrea membuat Lyin mengambil novel yang sama seperti Andrea.
“yang ini kak?”
“iya”
Lyin membaca sipnosis dibelakang novel dan ia tersenyum, benar apa yang dikatakan Andrea menarik.
“sipnosis nya saja sudah menarik kak, tapi series kan kak?”
“iya, ini udah series yang ke 8. Baca dari awal biar tahu jalan ceritanya”
“oke kak, makasih infonya. Hehe”
“eh, ga usah beli. Pinjam punya kakak aja, kau baca series 1 sampai 7. Nanti kalau kakak udah selesai baca yang 8 kakak pinjamin”
“boleh kak?”
__ADS_1
“iya boleh, jadi sekarang mending cari novel yang lain saja”
“oke doki kakak”
Lyin mengembangkan senyumnya lalu mencari novel yang menarik minatnya, Lyin dan Andrea kembali berkeliling terpisah.
Andrea hanya berkeliling saja mencuci matanya dengan mencari novel tapi tidak minat membeli karena awalnya Andrea memang hanya ingin membeli novel dari penulis favoritnya.
Lyin menghampiri Andrea ada 11 novel ditangannya membuat Andrea hanya geleng-geleng kepalanya.
“sudah? Masih ada yang dicari?” tanya Andrea membuat Lyin menggelengkan kepalanya.
“tidak kak, ini saja”
“oke, gabungkan saja dengan kakak”
“makasih kak”
“iya”
Setelah membayar novel Lyin dan Andrea keluar dari toko buku, Lyin menoleh pada Andrea yang hanya memegang plastik kecil berbeda dengan dirinya yang plastiknya lebih besar.
“kakak kesini benar-benar cuma mau beli novel yang itu kak?”
“hm” jawab Andrea sambil tersenyum
“tadi kesini naik apa?” tanya Andrea
“gojek kak, hehe”
“siap oke kakak”
“eh kita mampir makan dulu tapi ya kak”
“oke”
Sedangkan dikantor Sean sangat suntuk, ia terus melihat ponselnya ingin menelpon Andrea.
“oke pekerjaan selesai, kalian bisa kembali kekantor” ujar Sean membuat Dave melotot namun detik kemudian ia sudah biasa saja.
“mau ikut tidak?” tanya Sean membuat Dave hanya menganggukan kepalanya lalu mengikuti Sean dari belakang.
“biar aku yang bawa mobil bos” ujar Dave membuat Sean menganggukan kepalanya dan memberikan kunci mobilnya pada Dave.
Lyin dan Andrea sedang duduk dicafe didekat toko buku sambil menunggu pesanan mereka, Andrea membuka bungkusan novelnya tadi lalu mulai membaca prolog.
“Dhea!” panggil seseorang membuat Andrea mencari asal suara yang baru saja memanggilnya.
“IBOB!” teriak Andrea lalu memeluk Boby teman masa kecilnya, dulu ia dan Boby pernah satu komplek dan berteman namun beberapa tahun kemudian Boby pindah ke Jerman.
“bagaimana kabarmu? Kapan kau kembali?” tanya Andrea sambil memeluk Boby erat,
“aku baik, aku sudah satu minggu disini”
“im really miss u so bad, dude!”
__ADS_1
“me too, darling”
“ehem!” ujar Sean membuat Andrea langsung melepaskan pelukannya dari Boby.
“sudah sampai?” tanya Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya dan menatap tajam pada Boby.
“Bob, kenalkan ini suamiku. Sayang kenalkan ini Boby teman ku” ujar Andrea yang sangat paham dengan tatapan tajam Sean.
“kau sudah menikah?”
“iya, ini suamiku. Adik ipar serta suaminya”
“waw Dhe kau benar-benar penuh kejutan seperti kembang api”
“yes that am i”
“aku Boby teman Dhea”
“Sean suami Dhea”
“Lyin”
“Dave”
“aku rasa aku harus pergi sekarang, aku akan sering menghubungimu Dhe”
“yes sure”
“bye”
Senyum Sean langsung menghilang ketika Andrea mengatakn yes sure pada Boby, Andrea tersenyum pada Sean.
“jangan khawatir, cintaku hanya untukmu” ujar Andrea mencium pipi kanan Sean.
“aku tahu itu” jawab Sean kembali tersenyum.
“ayo pulang Lyin sepertinya kita jadi obat nyamuk disini” ujar Dave menarik Lyin.
“ayo kak”
“pergi saja” jawab Sean cuek membuat Lyin dan Dave kembali duduk.
“tidak seru sekali”
“memangnya aku badut”
“terserah kak”
Andrea hanya tertawa mendengar percakapan ini, Andrea suka.
“aku mencintaimu”
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,
__ADS_1