
“aku hargai keputusanmu mr. Martadinata, kalau kau berubah pikiran ketahui lah tangan kami terbuka untukmu” ujar Mr. William berdiri sambil menjabat tangan Sean.
“terima kasih” jawab Sean mempersilahkan mr. William keluar dari rumahnya.
Tidak perlu berubah pikiran Sean tidak akan kembali lagi kedunia gelap aka kedunia mafia lagi, banyak sekali musuh yang akan ia hadapi nantinya belum lagi Sean ingin menjadi ayah yang baik dan menghentikan aktivitas bunuh membubuhnya
Andrea yang dari tadi duduk disebelah Sean menatap Sean senduh, bagaimana pun Andrea tidak ingin menghalangi apa yang sudah pernah ada dikehidupan Sean.
“sayang?” panggil Andrea membuat Sean menoleh pada Andrea lalu tersenyum.
“kenapa sayang?”
“benar tidak ingin kembali?” tanya Andrea pelan sambil menatap lekat-lekat kedua mata Sean.
“tidak akan pernah sayang” jawab Sean yakin dan tampa keraguan.
“tapi...”
“kenapa? Karena duniaku? Itu dulu sayang, sekarang dunia ku itu kamu dan calon anak kita selain itu tidak ada” potong Sean membawa Andrea kedalam pelukannya. Didalam pelukan Sean, Andrea tersenyum.
Sedangkan di parkiran Dave yang baru saja keluar dari mobilnya terhenti karena melihat sosok yang tidak asing, Mr. Wiliam. Kenapa dia kemari? Dave ingin menghampiri namun sayang mobil yang dikendarai mr. William sudah melaju pergi.
Dave mengangkat kedua bahunya, masih ada bos nya bukan. Dave masuk kedalam rumah bos nya dengan berkas dan tas kerja ditangannya.
__ADS_1
“SELAMAT MORNING!”teriak Dave karena rumah Sean sudah seperti rumah tak berpenghuni karena sepi,
“pagi den Dave, tuan Sean sudah diruangannya” ujar asisiten rumah tangga yang tergopoh-gopoh menyambut Dave.
“terima kasih mbok”
“iya den sama-sama. Kopi atau teh?”
“teh saja mbok, aku duluan ada kerja, biasa”
Dave masuk setelah mengetuk pintu, dan menemukan Sean sedang berkutat dengan pekerjaannya,
“boss, Mr. Wiliiam kenapa kemari?” tanya Dave duduk ditempatnya dan meletakan tas kerja dimejanya.
“jangan bilang Mr. William mengajak kembali?” tebak Dave lagi sebelum Sean menjawab pertanyaan Dave yang pertama.
“lalu apa jawabanmu bos?”
“tidak!” jawab Sean membuat Dave menganggukan kepalanya dan menghidupkan laptopnya. Benar sekali, sekali Sean memutuskan sesuatu maka Sean akan konsisten dengan apa yang ia pilih. Seperti sekarang Sean memilih meninggalkan dunia mafia dan Sean benar-benar meninggalkannya.
Andrea kemini market diujung gang sendirian karena Sean sedang sibuk bekerja, kenapa harus menunggu jika Andrea bisa pergi sendiri? Kemana hilangnya Andrea yang tangguh. Haha.
Andrea sampai di mini market dan mengambil beberapa es krim, karena stok dirumah sudah habis. Andrea suka es krim sangat suka apalagi semenjak kehamilannya.
__ADS_1
“pakai punya ku saja” ujar seseorang tepat dibelakang Andrea ketika Andrea akan membayar.
“Ibob?” panggil Andrea tidak percaya.
“yes!”
“terima kasih” ujar Andrea sambil tersenyum karena Boby membayar es krimnya.
“sama-sama Dhea”
“omong-omong kau tinggal dimana? Seperti kebetulan saja kita bertemu disini” tanya Andrea langsung
“aku tinggal dikomplek sebelah”
“benarkah? Bukannya kau...”
“aku sudah pindah kenegri tercinta, kenapa harus mencari uang di negri orang jika di negri sendiri bisa menghasilkan banyak uang”
“benar sekali, sekali lagi terima kasih Bob. Aku duluan”
“hati-hati Dhe”
“oke sip”
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
To be continue,