
Sebelumnya, aku mau ungkapin makasih banyak-banyak sama masukan kalian yang ditulis dikolom komentar. Itu sangat membantu Mawar dalam kelanjutan cerita, sekali lagi makasih.
Untuk sekarang bahagia-bahagia dulu tanpa konflik, tenang aja konfliknya bukan karena orang ke 3. Ngeri ui, haha.
Oke, happy reading cintaku.
Andrea bangun dari tidur nya dengan mata yang bengkak dan merah efek menangis malam tadi, padahal Andrea menangis tidak sampai 20 menitan tapi matanya bisa jadi mengerikan seperti ini. Andrea menutup wajahnya dengan kedua tangannya ketika melihat Sean membuka matanya.
“jangan dilihat, aku jelek sekali” ujar Andrea membuat Sean terkekeh.
“kamu cantik sayang”
“mataku seperti zombie”ujar Andrea sambil menggelengkan kepalanya, Sean kembali terkekeh. Sean tidak pernah bercanda dengan perkataannya Andrea memang cantik dengan apapun bentuknya.
“mau kemana?” tanya Sean ketika Andrea bangkit dari tempat tidur,
“mau mandi!” jawab Andrea membuat Sean bersiap menyusul Andrea.
“mandi berdua sayang!”
“NO!!”
“ayolah sayang, aku akan membantu menggosok belakangmu”
__ADS_1
“jangan coba-coba ya!” ancam Andrea membuat Sean kembali terkekeh, Andrea cemberut lalu mengunci pintu kamar mandi. Andrea melihat dirinya didepan cermin. Mata merah dan bengkak, hidung merah, pipi bengkak, bagus sekali Dhea kau sangat jelek sekarang. Seperti ituk buruk rupa.
Andrea sudah mandi dan keluar menemukan Sean kembali tertidur, Andrea menghela nafas pelan lalu tersenyum.
Andrea memasak ingin memasak sarapan, namun ketika Andrea ingin memasak asisten rumah tangganya sudah membuatkan sarapan.
“terima kasih bik”
“nyonya ini seperti sedang bersama siapa saja berterima kasih, sudah tugas bibik atuh memasak sarapan dan beberes rumah” jawab asiten rumah tangga membuat Andrea tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
“saya permisi nyonya, mau lanjut beberes”
“iya bik”
“sayang, bangun sarapan”
Sean langsung membuka matanya lalu tersenyum pada istri cantiknya, Sean bangkit lalu mencium sekilas bibir Andrea lalu masuk kedalam kamar mandi.
“selamat pagi sayang, aku mencintaimu” katanya sebelum benar-benar masuk kedalam kamar mandi membuat Andrea tersenyum cerah.
“aku juga mencintaimu, sayang”
Bagi Sean dan Andrea mengucapkan cinta satu sama lain itu seperti sudah kebiasaan, mungkin ada yang mengatakan “kenapa harus mengucapkan cinta setiap harinya, kalau memang cinta kenapa tidak seperti mencintai, bukan kah cinta itu perasaan yang ditunjukan setiap hari?”
__ADS_1
Mereka tidak peduli, bagi mereka cinta mereka tetaplah cinta, toh apa salahnya mengungkapkan cinta satu sama lain? Tidak salah bukan? Tidak berdosa bukan?
Setelah sarapan pagi Andrea dan Sean mendekor kamar calon anak mereka nanti yang akan lahir dalam hitungan bulan. Ah, Andrea dan Sean sungguh tidak sabar untuk menantikan calon buah hati mereka.
“sayang” panggil Sean membuat Andrea menoleh lalu mendatangi Sean.
“sudah pas belum?” tanya Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya,
“belum, kekiri sedikit”
Sean menganggukan kepalanya lalu menggeser foto Andrea dan Sean yang berukuran tidak terlalu besar didinding kamar anak mereka.
“Sudah sayang?”
“sudah,” jawab Andrea membuat Sean turun dari kursi dan melihat hasilnya, Foto Sean sedang memeluk Andrea yang berperut tidak terlalu buncit itu terpajang rapi didinding. Dua hari yang lalu Sean mengundang fotografer untuk mengambil foto mereka.
Andrea mengelilingin pandangannya diseluruh penjuru kamar, sangat indah. Kamar yang bewarna netral jadi kalau nanti anak mereka lahir perempuan atau laki-laki kamar ini akan sangat cocok.
“kau suka sayang?”
“sangat, sangat, sangat suka sayang”
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
__ADS_1
To be continue,