Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 Part 6 : Kantor Sean pindah di Rumah


__ADS_3

Hari ini kantor Sean telah selesai dibuat, yap kantor Sean pindah kerumah. Sean tidak akan pergi kekantor karena jika ada pekerjaan atau meeting pegawai nya akan kerumah. Bukan apa-apa, Sean melakukan semua ini karena ia tidak mau meninggalkan Andrea barang sebentar sekali pun.


Lalu meeting dengan klien? Klien harus datang kerumah Sean juga tidak ada terkecuali sama sekali. Mungkin Sean datang kekantor sesekali saja selebihnya ia menganggur dirumah, he is a bos. Sebenarnya Sean tidak benar-benar menganggur karena ia tetap bekerja dirumah hanya saja sedikit lebih santai dan ditemani oleh Andrea, istrinya.


“sayang, aku lapar” ujar Andrea sambil menggandeng tangan Sean yang masih memandangi kantor barunya.


“baiklah sayang, mau makan apa?” tanya Sean sambil mengembangkan senyumnya.


“pizza!” sorak Andrea kelewat senang membuat Sean mengacak gemas rambut istrinya.


“kamu akan mendapatnya segera sayang”


Andrea duduk sambil memeluk tangan kekar Sean sekarang mereka sedang menonton berita sambil menunggu pizza. Andrea menggerutu kesal karena Pizza nya lama sekali datang.


“sebentar lagi sayang, sabar ya” ujar Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya namun bibirnya masih cemberut.


Sean menundukan kepalanya lalu mencium gemas bibir yang cemberut itu, gemas sekali Sean.


Tidak lama kemudian Pizza datang dan dengan sekejab Andrea langsung tersenyum senang lalu memakan pizza nya ditemani oleh Sean. Sean tentu saja tahu istrinya ini sangat menyukai pizza.

__ADS_1


“berarti kamu tidak berangkat kekantor sayang?” tanya Andrea disela makannya. Sean menggelengkan kepalanya.


“kekantor dong yang, kantor aku udah pindah kerumah”


“maksud aku, kamu ga berangkat keperusahaan?” tanya Andrea lagi sambil memutar bola matanya dengan malas.


“tidak”


“kenapa?”


“kan sudah pindah kerumah sayang” ujar Sean mencuri pizza yang sedang dipegang oleh Andrea.


“maksud...”


Andrea mengelus perutnya potongan pizza habis dengannya, Sean? Hanya sepotong sisa nya dihabiskan oleh istrinya itu. Jadi wajar saja sekarang Andrea kekenyangan.


“aku bantu dekor meja kerja kamu ya” ujar Andrea membuat Sean menganggukan kepalanya, senang Sean dibantu oleh Andrea karena jika itu Sean yang mendekornya hanya ada komputer saja.


Andrea meletakan foto pernikahannya dengan Sean diatas meja serta foto mereka bulan madu disebelahnya. Andrea tersenyum puas karena sudah mendekor meja Sean, sama seperti semula hanya saja tempat pena Sean sekarang lebih unyu lagi ditambah ada foto mereka berdua terpajang disana. Sean mencium kening Andrea lalu tersenyum sangat indah,

__ADS_1


“jangan tersenyum!” ujar Andrea membuat Sean mengerutkan keningnya,


“hah?”


“jangan tersenyum seperti itu dengan orang lain!” Sean mengerti apa yang dimaksud istrinya ini.


“senyum kamu yang seperti ini hanya untukku, wanita lain tidak boleh melihatnya” ujar Andrea memperingati Sean.


“iya sayang, senyum ini hanya untukmu seorang”


“bagus”


“gemas sekali, istrinya siapa ini?” tanya Sean membuat Andrea menggembangkan senyumnya.


“istrinya tetangga” jawab Andrea asal,


“jangan bicara sembarangan, kamu istri aku”


“itu tau, haha”

__ADS_1


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,


__ADS_2