
“sayang?” panggil Sean pelan ketika mereka sudah akan tidur. Andrea membuka matanya dan menatap Sean, iya Andrea baru ingin tidur.
“apa?”
“besok ada pembukaan hotel di Sumatra” ujar Sean membuat Andrea menatap Sean dalam-dalam.
“lalu?”
“hah? Aku pikir kita tidak perlu kesana...”
“lalu kenapa tidak bersiap-siap cinta ku” potong Andrea mengabaikan Sean yang tidak ingin datang.
“tapi..”
“kenapa? Karena aku sedang mengandung?”
“bukan begitu sayang, aku tidak mau kamu kelelahan” ujar Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya.
“aku wanita kuat kalau kamu mau tau, siapa yang nekat sedang hamil masuk kedalam hutan hanya untuk menemuimu, aku” ucap Andrea membuat Sean meringis. Benar sekali, dan itu membuat Sean kembali menyesal.
__ADS_1
Andrea bangkit dari tidurnya dan membuka lemari besar lalu mengeluarkan koper besar untuk menampung pakaian mereka berdua.
“berapa hari kira-kira disana nanti nya sayang?” tanya Andrea sambil memasukan pakaian kedalam koper.
“2 sampai 3 hari sayang” jawab Sean menghampiri Andrea, hanya menghampiri Andrea karena semua pakiannya untuk Sumatra Andrea yang menyiapkan dan Sean percaya pada pilihan istrinya.
“sayang sebenarnya tidak perlu membawa baju, kita bisa beli ketika sampai disana” ujar Sean membuatnya mendapat tatapan tajam dari Andrea.
“boros, jangan biasakan! Harus melihat kebutuhan dan situasi sekarang ini, tidak boleh berlebihan” ujar Andrea membuat Sean mengangguk menurut.
Andrea menutup koper dan meletakannya didekat meja rias, Andrea mengajak Sean untuk tidur.
Pagi harinya Dave bersorak senang karena tidak perlu pergi ke Sumatra untuk pembukaan Hotel dan Resort meninggalkan Lyin sendirian.
“untuk kali ini kau memang yang terbaik Dhe!” ujar Dave ingin memeluk Andrea namun ditahan oleh Sean.
“selangkah maju, kupotong tanganmu!” ujar Sean membuat gerakan Dave langsung terhenti. Melihat itu Andrea langsung memeluk Dave membuat Sean melotot.
“bukan salahku bos!” ujar Dave sambil menyengir kuda dan menyembunyikan kedua tangannya kebelakang.
__ADS_1
“sayang!” panggil Sean kesal membuat Andrea tertawa gemas.
“Dave kan adik iparku!” ujar Andrea membuat Sean cemberut.
“tetap saja dia pria, sayang!” ujar Sean membuat Dave geleng-geleng, cemburunya itu astaga.
“ayo berangkat!” ujar Andrea membiarkan Sean yang cemberut karena tidak terima Andrea memeluk Dave.
“awas kau! Pulang dari Sumatra ku potong badanmu!” ancam Sean membuat Andrea menjewer telinga Sean. Sebenarnya percuma saja karena Sean tidak merasakan sakit.
“tidak akan lagi, aku janji sayangku, cintaku” ujar Andrea membuat senyum Sean kembali terbit. Andrea hanya bisa geleng-geleng kepala atas tingkah suaminya.
Sepeninggalnya Sean dan Andrea, Dave kembali bersorak karena ia tidak jadi pergi ke Sumatra. Dave kembali pulang dengan menenteng kopernya yang sekarang terasa ringan. Tidak terbayang bagi Dave pergi ke Sumatra sendirian dan meninggalkan Lyin yang sedang sibuk dengan uas dikampusnya. Bagaimana pun Lyin butuh dukungannya agar bisa menjawab uas dengan benar. Dave terus mengembangkan senyumnya sampai dirumahnya. Tidak lupa Dave mengirim pesan pada Lyin jika ia tidak jadi pergi.
To My Love : sayang! Aku tidak jadi pergi ke Sumatra! Aku mencintaimu, with love.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
To be continue,
__ADS_1