
Semua keluarga ikut bahagia atas kehamilan Andrea, Vino yang sedang ada perjalanan bisinis kejepang langsung pulang untuk menemui putrinya yang sekarang sedang mengandung. Disinilah Vino sekarang duduk diruang tamu rumah Andrea sambil memeluk putri kesayanganya. Tidak menyangka putrinya yang masih kecil dimatanya ini akan melahirkan. Perasaan Vino baru kemarin ia melihat Andrea yang baru lahir sekarang putrinya sudah besar ternyata.
Sandra maminya memasak makan malam khusus dibantu dengan Amel, bukan nya keluarga pihak Andrea saja yang datang tapi dari Sean juga.
Makan malam diruang makan menjadi ramai dan menyenangkan,
“Alex bakal jadi Uncle muda dong” ujar Alex membuat Andrea menatap datar pada Alex.
“kau bukanya sudah menjadi uncle?” tanya Andrea membuat Alex menganggukan kepalanya, ia melupakan kakak pertamanya sekarang yang sedang di paris dengan keluarganya.
“iya ya, lupa kalau aku masih punya abang” guman Alex membuat Andrea menggelengkan kepalanya.
“akhirnya Lyin bisa dipanggil Aunty,” ujar Lyin ikut antusias.
“iya kak” jawab Alex membuat Lyin mengembangkan senyumnya.
“kak Dhea kalau lagi hamil galak, kak Sean harus jauh-jauh. Alex saja akan menghindari untuk datang kemari” ujar Alex pada Sean membuat Alex mendapat tatapan tajam dari Andrea.
__ADS_1
“canda kak” ujar Alex membuat seisi ruang makan jadi tawa.
Sean mengambil tangan kanan Andrea lalu mengecupnya berkali-kali,
“kakakmu kalau galak tambah cantik, kakak malah senang”
“terus..terus aja, disini ada jomblo lho” teriak Alex merasa mata dan telinga sudah tidak sehat lagi.
“mangkanya cari pacar kamu!” ujar Vino membuat Alex langsung cemebrut.
Setelah makan malam, semua anggota keluarga langsung pulang tinggalah Andrea dan Sean sekarang.
Andrea menganggukan kepalanya lalu menatap Sean sambil mengedip-ngedipkan matanya
“bacain dongeng ya sayang, tiba-tiba aku ingin mendengarnya”
Pagi harinya Sean tidak membiarkan Andrea turun dari ranjang, bahkan yang memesakan Andrea sarapan adalah Sean dibantu asisten rumah tangga yang bekerja paruh waktu. Andrea disuapi oleh Sean, awalnya Andrea merasa biasa saja tapi lama kelamaan Andrea bosan duduk diatas ranjang tanpa melakukan apapun.
__ADS_1
Andrea ingin membuang air kecil saja Sean rela menggendongnya untuk mengantar dan menunggunya selesai buang air. Andrea bahkan tidak dibiarkan Sean untuk berjalan, Andrea memutar bola mata nya dengan malas lalu menatap Sean tajam.
“aku mau turun, cari angin. Bosan didalam kamar” rengek Andrea membuat Sean tersenyum dan bersiap menggendong Andrea. Andrea menolak sambil menggelengkan kepalanya.
“aku mau jalan sendiri, aku merasa punya kaki tapi tidak bisa digunakan dengan benar” ujar Andrea membuat Sean mengerutkan keningnya lalu meletakan jari telunjuknya kedepan wajah Andrea.
“kau punya aku sayang, jadi gunakan aku sebagai kakimu” ujar Sean membuat Andrea menghela nafas kasar.
“tapi..”
“mau mencari udara segar atau tidak?” tanya Sean membuat Andrea langsung merentangkan kedua tangannya dan membuat Sean langsung mengangkat Andrea dan menggendongnya seperti bayi koala.
Katakan saja Sean overproktektir, tidak masalah. Karena Sean tidak bisa membuat terjadi sesuatu pada istri dan calon anak mereka.
Andrea hanya bisa menghela nafas didalam gendongan Sean, hari ini saja tidak apa Sean bersikpa begini. Tapi tidak untu besok, pikir Andrea sambil membenamkan kepalanya didada bidang milik suaminya.
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
__ADS_1
To be continue,