Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 Part 42 : Bunda Amel


__ADS_3

Andrea dan Sean menginap dikediaman bunda Amel, tepatnya kediamanan orang tua Sean. Bukan apa-apa, bukan karena bunda Amel sakit atau ayah juga sakit hanya saja Andrea tidak ingin ada perasaan tidak enak karena tempo hari menginap dirumah mami. Dan hari ini Andrea memutuskan untuk tinggal sementara dikediaman bunda Amel, Sean? Tentu saja Sean ikut kemana Andrea pergi. Ibarat kata kemana pun Andrea pergi maka Sean akan ikut bahkan sampai keujung dunia pun Sean akan menemani Andrea. haha bucin. Bukan bucin hanya saja Sean terlalu mencintai Andrea begitu pun sebaliknya.


“Sean mana?” tanya bunda Amel ketika Andrea sedang didapur menghampiri bunda Amel yang sedang memasak makan siang.


“diruang tamu bun, sedang meeting” jawab Andrea membuat Amel menganggukan kepalanya.


Bunda Amel mengecilkan kompornya dan menghampiri Andrea, Andrea tidak terkejut ketika bunda Amel memegang perut ratanya, Andrea malah tersenyum lebar.


“cucu oma yang sehat disini ya, oma sudah tidak sabar menunggu kehadiranmu kedunia yang indah ini” ujar Amel membuat lago-lagi senyum Andrea terbit.


“tentu saja oma, aku akan sehat diperut mommy” jawab Andrea menirukan suara bayi membuat Amel terkekeh.


“masak apa bun?”


“makanan kesukaanmu, tadi bunda sudah menelpon mamimu dan menanyakan makanan kesukaanmu” jawab Amel sambil mengelus sayang kepala Andrea.


“Dhea bantuin bun ya?”


“tidak boleh, kamu adalah tamu istimewa bunda jadi tidak boleh menyentuh dapur.”

__ADS_1


“baiklah-baiklah bun”


Bagi orang yang baru pertama atau sering bertemu tapi tidak pernah mengobrol dengan bunda Amel pasti akan mengira bunda Amel adalah orang yang arogan, sombong dan berhati dingin. Kenyataannya, Bunda Amel tidaklah arogan dan sombong apalagi hati nya yang hangat.


Andrea akui, awalnya Andrea juga sepemikiran begitu namun setelah bunda Amel mengajak nya mengobol Andrea sangat menyadari kalau dirinya sudah salah paham dan menilai orang lain dari penampakannya saja. Itulah benar nya kata pepatah ‘tidak boleh menilai dari covernya’.


“ayah dimana bun?” tanya Andrea setelah dilarang oleh Amel.


“ada ditaman, sedang bercocok tanam”


“kalau begitu Dhea akan membantu ayah, Dhea duluan bun”


“oke bun”


Andrea tersenyum ketika melihat Mark sedang menanam bunga di pot kecil-kecil,


“Ayah!” panggil Andrea membuat Mark menoleh lalu tersenyum pada Andrea.


“kenapa kemari? Panas darling” ujar Mark membuat Andrea menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Dhea mau bantu ayah, sudah beberapa bulan aku tidak menanam bunga yah”


“tapi...”


“sepertinya Dhea mengidam menamam bunga hari ini, tapi kalau ayah tidak mengizinkan tidak apa-apa. Palingan nanti cucu ayah ileran” potong Andrea membuat Mark mendesah berat, tanpa diketahui Mark, Andrea tersenyum karena telah mengeluarkan jurusnya.


“baiklah, tapi kenakan sarung tangan dan topi”


Senyum Andrea langsung merekah indah, ia langsung memakai sarung tangan dan topinya dan mulai membantu Mark menanam bunga.


“bagaimana kabar keluarga mu?” tanya Mark membuat Andrea menoleh pada Mark


“mereka sangat baik, yah”


Dan dari obrolan menanyakan kabar akhirnya mereka banyak mengobrol sambil menanam bunga, hingga mereka tidak menyadari adanya Sean yang sedang memperhatikan mereka.


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2