
Cessa baru saja datang kerumah Andrea, dia sedang berbincang sambil menonton televisi bersama
dengan Andrea.
Alex yang baru saja pulang dari sekolah menatap sinis pada Cessa lalu masuk kedalam kamarnya. Cessa jadi merasa jika ada yang salah pada diri Alex. Tapi apa? Cessa sendiri tidak mengetahuinya.
“kenapa? Alex?” tanya Andrea membuat Cessa menganggukan kepalanya. Andrea menghela nafasnya
pelan lalu menepuk pundak Cessa
“biarkan saja, orangnya memang aneh”
Cessa kembali memfokuskan pandangannya ke televisi, menonton film horor kesukaan Andrea.
Sudah hampir malam dan Cessa sudah dijemput oleh supirnya tapi Alex belum juga keluar dari kamarnya, membuat Cessa ingin mendobrak pintu kamar Alex. Tapi, Cessa masih mempunyai sopan santun, tidak mungkin ia merusak rumah orang.
“kak, Cessa pulang ya. Salamin buat Alex” pamit Cess membuat Andrea menganggukan kepalanya.
“iya Cess, hati-hati. Makasih lho oleh-olehnya” jawab Andrea membuat Cessa tersenyum.
Sebelum pulang Cessa mengirim pesan pada Alex, walaupun tidak dibaca setidaknya Cessa mengirim
pesan pada Alex. Cukup itu saja.
Cessa menghela nafas karena supir nya tetap menjemputnya walaupun ia sudah melarangnya.
“ini perintah dari tuan, non. Saya mana berani membantah” ujar supirnya merasa bersalah.
“tidak apa-apa paman botak” jawab Cessa dengan mood yang buruk.
__ADS_1
Cessa baru saja akan memjamkan matanya, getar ponselnya membuatnya terjaga. Sebenarnya Cessa
sangat malas untuk membuka ponselnya, tapi ia tetap melihat siapa yang mengiriminya pesan.
Cessa hampir terjatuh karena mendapat balasan dari Alex. Cessa sangat senang karena Alex yang tidak pernah membalas pesannya kini membalas pesannya.
Cessa : my Baby, Cessa pulang ya. Jangan kangen
Alex : ngarep
Alex : jgn ganggu gue, ganggu aja pacar lo
Cessa berpikir siapa pacarnya, dengan cepat jari lentiknya mengirimkan pesan pada Alex
Cessa : pacar Cessa siapa? pacar Cessa kan cuman Alex seorang.
Pesan Cessa hanya dibaca oleh Alex membuat Cessa jadi gemas sendiri dan ingin rasanya balik lagi
kerumah Alex menghampiri pria dingin itu.
Sedangkan dikamarnya Alex membanting ponselnya ketika mendapat balasan dari Cessa.
Benar-benar kesal Alex langsung bangkit dari tidurnya.
‘ck, lalu pria itu siapa kalau bukan pacarnya’ guman Alex sambil berdecih dan meninggalkan ponselnya begitu saja.
“Dapat salam dari Cessa, itu oleh-oleh untukmu”ujar Andrea menunjuk paper bag dari Cessa. Alex melihat papar bag dengan tidak minat.
“sok, sok dingin Lex. Diambil orang baru tau rasa” ujar Andrea mencibir Alex yang berlagak didepannya.
__ADS_1
“kalau tidak mau, nanti kakak bantu buang” lanjut Andrea membuat Alex langsung membelakan
matanya.
Tanpa berkata-kata Alex mengambil paper bag pemberian Cessa dan membawanya kedalam kamar, tanpa melihat isinya Alex meletakannya diatas meja belajarnya.
Andrea mengembangkan senyumnya ketika melihat suaminya pulang kerja. Dengan manja
Andrea masuk kedalam pelukan Sean.
“selamat pulang ayah” sapa Andrea membuat Sean terkekeh.
“selamat sore bunda” jawab Sean sambil mencium kening Andrea sayang. Mereka berjalan bersama kedalam kamar. Sean merangkul Andrea mesra.
“biar aku siapkan air hangat"
“terima kasih sayang”
“tidak ada terima kasih” ujar Andrea garang lalu mencium sekilas bibir Sean. Sean terkekeh lalu
memeluk Andrea erat.
“sayang, bau” ujar Andrea membuat Sean reflek menjauh dari Andrea,
“maaf sayang, aku akan segera mandi agar bisa memelukmu dengan bebas”
Andrea menganggukan kepalanya dan tersenyum, ya Tuhan ia begitu mencintai suaminya.
To be continue,
__ADS_1