Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 Part 8 : Jalan-jalan ke pasar malam


__ADS_3

Sean dan Andrea baru saja pulang dari rumah Sandra, mereka makan malam disana. Selama perjalanan Andrea diam sambil menatap jalanan. Sean? Dia mengemudi sesekali melihat istrinya yang asik menatap jalanan.


“pasar malam” ujar Andrea pelan membuat Sean langsung menoleh pada Andrea.


“apa sayang?”


“aku mau kepasar malam” pinta Andrea sambil menatap Sean dengan mata kucingnya, membuat Sean menganggukan kepalanya dia mana bisa menolak Andrea.


“ayo kita pergi sayang” ujar Sean lalu memutar balik mobilnya ketempat pasar malam berada.


Andrea sangat bersenang-senang sudah lama sekali rasanya tidak pergi kepasar malam, Sean? Tentu saja ia juga senang jika Andrea senang.


Andrea berteriak-teriak seperti orang gila ketika naik kora-kora, sedangkan Sean tentu saja hanya diam saja.


Andrea memesan bakso dan disebelahnya Sean, Sean awalnya menolak karena hari sudah larut dan pasar malam sendiri sudah mau tutup belum lagi hampir semua wahana sudah mereka naiki.


“terima kasih bu” ujar Andrea setelah 2 mangkuk baksonya sudah didepan mata, Andrea meletakan banyak sambal ke mangkuknya membuat Andrea mendapat tatapan tajam dari Sean.

__ADS_1


“sudah cukup sayang, sakit perut nantinya” ujar Sean membuat Andrea meletakan kembali sambalnya kedalam tempatnya. Setelah meracik bakso miliknya Andrea meracik bakso milik Sean, tidak pakai sambal dan hanya memakai kecap saja karena Sean tidak bisa makan saos. Walaupun Sean tidak bisa merakan bakso yang sangat lezat ini, tetap saja Sean memakan nya seperti orang normal lainnya. Andrea tersenyum menatap Sean lalu melanjutkan makan baksonya.


“pasar malam nya udah mau tutup?” tanya Andrea ketika pasar malam sudah mulai sepi, Sean mengangukan kepalanya.


“iya sayang, kan orang-orang butuh tidur belum lagi mereka juga butuh istirahat” jawab Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya.


Sebelum pulang Andrea berhenti ditempat penjual gulali, walaupun pasar malam mulai sepi tapi tempat penual gulali masih ramai yang mengharuskan Sean dan Andrea mengantri.


“enak?” tanya Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya lalu menyuapi Sean yang sedang menyetir.


Sean tersenyum lalu kembali memfokuskan pandangannya kedepan, keselamatan lebih utama.


Sampai dirumah Andrea dan Sean langsung tidur setelah mencuci wajah, malam ini mereka murni tidur tanpa melakukan rutinitas malam seperti biasanya. Sean mencium kening Andrea sebelum memejamkan matanya.


“selamat malam, sayang” ujarnya membuat Andrea mendongak lalu mencium dagu Sean yang mulus,


“selamat malam, cinta” jawab Andrea lalu mengeratkan pelukannya pada Sean, malam ini mereka akan mimpi indah seperti biasanya.

__ADS_1


Pagi harinya Andrea bangun terlebih dahulu dibanding Sean,


“selamat pagi” ujar Andrea mencium bibir Sean lalu mencuci wajahnya dan pergi kedapur untuk membantu asisten rumah tangganya membuat sarapan.


“aku bantu ya mbok” ujar Andrea mengambil alih dapur, asisten rumah tangga menganggukan kepalanya.


Andrea memasak nasi goreng karena pagi ini ia sangat menginginkan nasi goreng, rasanya jika tidak memakan nasi goreng itu sekarang Andrea akan menangis.


“sayang?”


“sudah bangun? Cuci wajah lalu kemari sebentar lagi nasi gorengnya masak”


Sean menganggukan kepalanya lalu kembali berjalan kekamar untuk mencuci wajahnya, tadi ketika tidak menemukan Andrea disampingnya Sean langsung bangun dan mencari Andrea. ternyata dan ternyata Andrea sedang membuat sarapan.


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!


To be continue,

__ADS_1


__ADS_2