Terpaksa Menikahi Mafia 2

Terpaksa Menikahi Mafia 2
MUSIM 2 Part 40 : Tinggal dirumah Mami II


__ADS_3

Setelah memastikan Andrea tidur dengan nyenyak, Sean keluar dari kamar. Sean sudah berjanji dengan ayah mertuanya untuk bermain catur bersama.


“Dhea sudah tidur?” tanya Vino membuat Sean menganggukan kepalanya dan duduk dihadapan Vino yang sudah mengantur papan catur.


“mulailah!” ujar Vino menyuruh Sean maju lebih awal, karena catur Sean adalah putih.


Sean mulai menjalankan caturnya, mereka berdua bermain catur dengan serius. Seperti mempertaruhkan hidup dan mati.


“bagaimana pekerjaanmu?” tanya Vino membuat gerakan Sean terhenti sejenak.


“berjalan lancar pi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan”


“ada yang perlu dikhawatirkan” ujar Vino membuat Sean mengerutkan keningnya.


“kesehatanmu!” ujar Vino lagi membuat Sean langsung tersenyum dan mengangukan kepalanya.


“tentu pi”


“harus itu, kesehatanmu harus terjaga agar bisa menjaga anak dan istrimu”


Dan banyak lagi percakapan diantara keduanya, sambil bermain catur dengan serius dan mengobrol.


Sementara Sandra sudah didapur sekarang memasak untuk makan malam, tentu saja ia akan memasak makan malam banyak malam ini. putri dan menantunya menginap dirumahnya.


“DEK!” Sandra memanggil Alex dari bawah namun Alex tidak mendengarnya karena bermain game.


“bik, tolong lihat sebentar. Aku keatas memanggil Alex”


“baik nyonya”

__ADS_1


Sandra naik keatas untuk menemui Alex, putra bungsunya.


“Alex!” panggil Sandra membuat Alex langsung menoleh kepintu dan mengabaikan gamenya.


“kenapa mi?”


“tolong belikan mami kecap manis dimini market depan, mami mau masak ayam kecap tapi stok kecap kita habis”


“oke mi, sebentar aku matikan game”


“uangnya minta papi ya”


“oke sip mi” jawab Alex mengambil jaketnya dan mematikan komputernya.


Sandra kembali kedapur sedangkan Alex menghampiri papinya yang sekarang sedang bermain catur dengan kakak iparnya.


“pi minta uang, Alex disuruh mami beli kecap” ujar Alex membuat Vino langsung mengeluarkan dompetnya.


Alex langsung pergi setelah mendapatkan uang untuk membeli kecap, seperginya Alex. Vino menggeram kesal karena kalah lagi dari Sean. Sudah 3 kali kalah membuat Vino semakin tertantang untuk terus bermain.


“santai saja pi” ujar Sean terkekeh sambil memasang papan catur miliknya.


“kau benar, kali ini papi pasti memang” ujar Vino berapi-api penuh semangat.


Bermain catur bukan apa-apa bagi otak Sean, karena Sean memiliki kecerdasan diatas rata-rata.


Didalam kamar, Andrea terbangun dari tidurnya. Andrea langsung mandi dan setelah mandi Andrea keluar menuju dapur. Andrea bisa mencium lezatnya bau masakan maminya.


“masak apa mi?” tanya Andrea membuat Sandra langsung menoleh pada putrinya.

__ADS_1


“makanan kesukaan mu sayang”


Andrea tersenyum lalu menghampiri suami dan papinya yang sedang bermain catur.


“siapa yang menang? Kalah?” tanya Andrea duduk disamping Sean.


“papi” jawab Vino


“benar kah?”


“yang kalah” jawab Vino membuat Andrea hampir tertawa.


“sudah yang keberapa pi?”


“ke 4, entahlah papi lupa” jawab Vino frustasi


“suami Dhea dilawan pi, mana bisa” ujar Andrea membuat Vino menganguk-anggukan kepalanya.


Sean tersenyum lalu mencium pipi kanan Andrea, membuat Vino menghela nafas.


“dahlah, papi mau kedapur saja. Malas papi lihat keuwuan kalian” ujar Vino bangkit dari duduknya.


“bukannya karena kalah terus pi?”


“ya! Termasuk itu” jawab Vino membuat Andrea dan Sean terkekeh geli.


Andrea mencium berkali-kali pipi Sean yang sekarang sedang merapikan papan catur.


“pintar sekali suami Dhea ini”

__ADS_1


AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA


To be continue,


__ADS_2