
Sean mencium kening Andrea, lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Pagi ini Sean ada rapat bulanan yang harus melibatkan dirinya untuk hadir. Sean sengaja bangun duluan karena ia tidak mau mengganggu tidur istrinya yang sangat nyenyak. Apalagi mengingat kegiatan mereka semalam, mereka tidur pukul 4 pagi.
Selesai mandi Sean menyiapak setelah kerja nya sendiri dan memakai dasinya, walaupun kantor Sean sudah pindah kerumah tetap saja ia harus berpakian selayaknya pergi keperusahaan. Memakai setelan kerja lengkap serta sepatu kerjanya yang sudah disemir menceling.
Sean masuk kedalam kantornya setelah semua pegawai yang berkaitan sudah berkumpul semua, Sean duduk dikursinya dan mendengarkan dengan baik penjelasan dari manager keuangan.
Andrea meraba kasur disebelahnya, ia tidak menemukan ada sosok Sean disampingnya. Dengan malas Andrea membuka matanya dan mencari keberadaan Sean dikamar. Andrea tidak menemukan Sean, Andrea bangkit lalu memakai kemeja kebesaran milik Sean serta memakai kembali sweetpant nya.
Andrea mencari Sean kekamar mandi tapi tidak menemukan Sean didalamnya, Andrea keluar kamar untuk mencari Sean. Andrea bahkan mengabaikan rambutnya yang sangat berantakan serta wajahnya yang kusam karena belum menyentuh air.
“mbok, lihat Sean?” tanya Andrea bertanya pada asisten rumah tangganya yang sedang membuat sarapan.
“Tuan ada dikantor Non, bekerja” jawab asisten rumah tangga sambil memberikan air putih pada majikannya.
“terima kasih mbok” ujar Andrea setelah meminum habis air putihnya,
__ADS_1
“aku ke Sean dulu mbok”
“iya Non”
“sayang, kamu kenapa bangun tidak.....”
Andrea membuka pintu kantor Sean dan mengembangkan senyumnya, namun senyumnya lenyap ketika ia mendapatkan tatapan dari pegawai yang lain.
“aku kira kamu sendirian tadi” ujar Andrea sambil menyengir kuda.
“permisi, maaf menganggu” ujar Andrea lagi lalu kembali menutup pintu.
“aku mengganggu, maaf” ujar Andrea membuat Sean menggelengkan kepalanya,
“ayo masuk,” ujar Sean membuat Andrea langsung menggelengkan kepalanya cepat.
__ADS_1
“aku mau tidur lagi saja,”
“tidur bersamaku sayang”
“apa aku menganggumu, sayang?”
“tidak sayang, ayo. Aku akan memangku mu dan kamu bisa melanjutkan tidurmu” ujar Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya.
Sean tidak bercanda dengan apa yang ia katakan barusan, kapan sih Sean bercanda? Sekarang Andrea sudah duduk dipangkuan Sean dan Andrea memeluk Sean menghadap kedada bidang suaminya.
“lanjutkan!” perintah Sean membuat manager pemasaran itu langsung kembali mejelaskan presentasinya. Andrea? dia sekarang sedang memainkan kanding kemeja Sean lalu tanpa sadar ia memejamkan matanya. Nyatanya Andrea masih sangat mengantuk dan Andrea sangat butuh tidur sekarang.
1 jam meeting selesai dan semua nya bersiap-siap untuk pulang, sedangkan Sean ia dengan sangat pelan mengubah posisi Andrea. sekarang Sean sudah menggendong Andrea ala pengantin baru.
“kalian bisa kembali kekantor dan bekerja!” perintah Sean lalu membawa Andrea keluar dari kantor. Ada 7 wanita yang ikut meeting dan masih belum menikah merasa iri dengan posisi Andrea sekarang. Bukan hanya mereka saja yang iri melainkan para pria dan wanita yang sudah menikah juga merasa iri dengan Sean dan Andrea.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA PERLU!
To be continue,