
Waktu tidak terasa, waktu itu akan terus berjalan walaupun kita hanya berdiam diri ditempat. Seperti sekarang kandungan Andrea sudah memasuki bulan ke 5. Seperti yang diharapkan perut Andrea sekarang sudah membuncit.
Sean sangat suka mengelus-ngelus perut Andrea yang sekarang sudah membuncit, ah salah tepatnya Sean selalu suka mengelus perutnya hanya saja sekarang lebih sering. Ketika tidur pun Sean masih mengelus perutnya. Sean bahkan merasa amat senang ketika bayi didalam kandungan Andrea sedang menendang-nendang.
Seperti malam ini, Andrea sangat ingin buang air kecil dan tangan Sean masih mengelus perutnya.
Dengan perlahan Andrea melepaskan tangan Sean dan turun untuk kekamar mandi. Sean yang sadar kehilangan langsung membuka matanya.
“sayang” panggil Sean serak dan ikut bangun.
“kamu lanjutkan tidur, aku kebelet pipis” ujar Andrea namun Sean menggelengkan kepalanya.
“aku temani” ujar Sean membuat Andrea akhirnya menganggukan kepalanya, Sean menunggu Andrea diluar kamar mandi.
“sudah sayang?” tanya Sean membuat Andrea menganggukan kepalanya.
“sudah, ayo kembali tidur” ajak Andrea.
Sean manarik Andrea kedalam pelukannya agar bisa memudahkannya untuk mengelus perut Andrea, seperti sudah menjadi kebiasaan yang sudah mendarah daging, Sean tidak akan bisa tidur tanpa mengelus perut Andrea.
“selamat malam sayang” ujar Sean mencium kening Andrea sayang.
“selamat malam sayang”
__ADS_1
Rutinitas Andrea setiap pagi, melihat perut buncitnya didepan cermin. Seperti sekarang, Andrea melihat perutnya yang sudah membuncit besar.
Sean yang merasa kehilangan elusan perut Andrea langsung bangun dari tidurnya dan tersenyum ketika melihat istrinya yang sedang memandangi perut buncit didepan cermin.
Sean memeluk Andrea dari belakang, dan membenamkan kepalanya dileher Andrea.
“selamat pagi sayang” ujar Sean serak khas orang bangun tidur.
“pagi”
Sean melepaskan pelakuannya pada Andrea lalu berjongkok didepan Andrea, Sean mencium perut buncit Andrea.
“Selamat pagi anak ayah” ujar Sean sambil mengecup berkali-kali perut Andrea membuat Andrea terkekeh geli, karena kumis-kumis Sean sudah mulai bertumbuhan.
“selamat pagi ayah” jawab Andrea bersuara seperti anak kecil.
“kamu bantu cukur?”
“tentu saja” jawab Andrea membuat Sean tersenyum lalu mencium Andrea.
“belum gosok gigi, jorok!” ujar Andrea sambil tertawa.
“morning kiss sayang, sama istri sendiri juga. haha”
__ADS_1
Andrea membantu Sean mencukur kumis Sean yang mulai bertumbuhan, Sean duduk manis sambil memandangi wajah serius istrinya.
“kamu cantik sekali sayang” ujar Sean membuat Andrea berdecih.
“bukankah aku memang cantik dari lahir”
“kamu benar sekali sayang, hanya saja tingkat kecantikanmu bertambah berkali-kali lipat” ujar Sean membuat Andrea tersenyum.
“mulutmu itu manis sekali sayang” komentar Andrea membuat Sean terkekeh.
“tentu saja sayang, mau merasakan mulut manis suamimu ini?” tanya Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya lalu tertawa kencang.
Sean yang gemas langsung mencium bibir Andrea dengan lembut, mengabaikan busa yang masih ada disekitar mulut Sean.
“bagaimana manis nya terasa sayang?” tanya Sean membuat Andrea menggelengkan kepalanya.
“sedikit”
Lalu kemudian Sean mencium bibir Andrea dengan lembut dan lama sehingga mereka kahabisan udara untuk bernafas.
“ini baru manis” ujar Andrea membuat Sean membawa Andrea kedalam pelukan nya.
“ini milikmu sayang!”
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
To be continue,