
Dave masuk ke area kampus Lyin, bukan apa-apa Dave membawakan jus melon kesukaan Lyin. Dave tidak memberi tahu Lyin perihal kedatangannya. Tentu saja Dave tahu kalau sekarang Lyin sedang ada diperpustakaan. Soalnya tempo hari Lyin sudah mengatakan jika ia akan pulang telat karena ke perpustakaan untuk mencari materi tugas.
“minumannya dihabiskan, baru boleh masuk perpus!” ujar penjaga perpus ketika Dave ingin masuk kedalam perpus kampus. Dave tidak bisa berkata-kata lalu menunggu diluar berniat menghubungi Lyin, istrinya.
Ketika sedang mengotak-atik ponselnya Dave mendengar suara yang amat sangat ia kenal, iya itu suara istrinya tidak salah lagi.
Dave menghampiri asal suara mengabaikan niatnya yang hendak masuk perpustakaan,
Dave mematung ditempatnya, pasalnya sekarang Lyin dan seorang pria sedang berlutut didepan Lyin serta sekarang mereka berdua sedang dikelilingi oleh mahasiswa lainnya.
Dave menatap datar pria yang sedang berlutut didepan Lyin dengan membawa bunga dan boneka besar, dan Dave tahu betul pria itu sedang melakukan apa.
“sebenarnya aku mencintaimu sudah lama, sudah 2 tahun aku mencintaimu dengan diam-diam dan aku sudah memantaskan diri untukmu. Lyin mau kah kau menjadi teman hidupku!” ujar Matt teman satu jurusan dengan Lyin namun berbeda kelas.
“terima...terima...terimaa” teriak teman-teman Lyin membuat Matt tersenyum bangga, tidak salah mengapa ia mengundang teman-temannya untuk datang.
“aku menolak!” jawab Lyin dengan tegas membuat Dave yang melihat dari tempat lain menghela nafas lega, Lyin benar-benar istrinya.
“kenapa? Kenapa kau menolaku? Apa kurang nya aku? Aku kaya? Tampan? Ketua BEM? Digilai banyak wanita? Apalagi” ujar Matt membuat Lyin memutar bola matanya dengan malas.
__ADS_1
“sudah membangga kan diri sendiri? Aku muak dengan banyak drama” ujar Lyin menatap malas Matt yang sekarang tengah berjongkok didepannya.
“berdirilah!” ujar Lyin namun Matt menggelengkan kepalanya.
“aku tidak akan berdiri sampai kau mengambil boneka dan bunga dari ku, sebelum kau menerima cintaku aku tidak akan berdiri”
“terserah aku tidak peduli” ujar Lyin bersiap untuk pergi.
“katakan alasan kenapa kau menolaku” ujar Matt membuat Lyin menghentikan langkahnya.
“aku sudah menikah!” ujar Lyin menunjukan cincinya pada Matt membuat yang lainnya bersorak.
“jangan bohong! Kalau kau menolakku dengan cara ini, kau salah Lyin aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu!”
“baik aku percaya!”
“baguslah!”
“cerailah dengannya dan menikah denganku! Aku sangat yakin priamu itu tidak lebih baik dariku!” ujar Matt dengan percaya diri membuat Lyin ingin muntah.
__ADS_1
“percaya diri sekali, maaf saja menceraikan suamiku demi dirimu. Aku tidak bisa, aku mencintai dirinya lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Carilah wanita lain, kau harus menyerah padaku!” ujar Lyin lalu mengambil ponselnya yang bergetar.
From My Love : sayang kamu dimana? Sudah pulang? Aku sudah diparkiran.
To My Love : aku segera datang, sayang.
“aku pergi dulu, suamiku sudah menunggu” pamit Lyin dan pergi begitu saja meninggalkan Matt dan kerumunan.
Dave sengaja mengirim pesan pada Lyin, Dave merasa dada nya menghangat karena Lyin menolak pria muda itu dan mengatakan jika Lyin sudah menikah.
Dave cemburu tentu saja, pria yang baru saja mengatakan cinta pada Lyin adalah pria muda yang diidamkan oleh mahasiswi kampus.
Dave tersenyum ketika melihat Lyin melambaikan tangannya padanya, Lyin menghampiri Dave yang menunggu diparkiran.
Dave langsung memeluk Lyin membuat Lyin tersenyum.
“aku mencintaimu sangat banyak” ujar Dave membuat Lyin menganggukan kepalanya.
“aku juga mencintaimu” jawab Lyin membuat Dave memeluk Lyin lebih dalam lagi, benar Dave tidak mau kehilangan Lyin. Dave sangat mencintai Lyin dan tidak mau membiarkan pria lain mendekati Lyin.
__ADS_1
AYO KITA SIMBIOSIS MUTUALISME, SALING MENGUNTUNGKAN SATU SAMA LAIN DENGAN MENABUR POIN KERCERITAKU. CERITA KU MASUK RETING TERUS AKU BAKAL SEMANGAT UP. JANGAN PAKAI KOIN PAKE POIN AJA KARENA BISA DIDAPATKAN DENGAN GRATIS! LIKE N KOMEN YANG MEMBANGUN JUGA
To be continue,